PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Senin, 14 Juli 2025 - 03:20 WIB
loading...
A
A
A
Adib Abdushomad juga menegaskan pentingnya membumikan nilai kerukunan hingga ke desa-desa. “Kami tidak ingin kerukunan hanya jadi wacana elite. Ia harus hadir dalam bahasa warga, lewat pertunjukan, bazar, dialog, dan kolaborasi,” ujarnya.
Baca Juga: Keluarga Muslim Jadi Juru Kunci Makam Suci Yerusalame, Bukti Nyata Toleransi
Ketua Panitia dan Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto, menuturkan bahwa Festival Kerukunan tidak hanya dirancang sebagai acara tahunan. Ia juga disiapkan sebagai prototipe program replikasi untuk wilayah lain.
“Kita butuh contoh yang bisa ditiru. Desa ini sudah menunjukkan kapasitasnya, bukan hanya menerima tamu, tapi memproduksi nilai-nilai kerukunan dari dalam,” katanya.
Festival Kerukunan ditutup dengan penampilan Ngapah Band dan Madani. Lagu-lagu bertema cinta damai dan persatuan mengalun dari panggung utama, dinyanyikan bersama oleh para peserta. Anak-anak kecil menari di sisi lapangan, para pemuka agama duduk berbaur, dan para orang tua saling menyapa dengan senyum yang tulus.
Festival Kerukunan di Desa Pabuaran bukan sekadar acara simbolik. Kegiatan ini menjadi contoh hidup dari Indonesia yang plural, rukun, dan optimis. Kehadiran Kementerian Agama melalui PKUB memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat akar rumput.
Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan penting bahwa kerukunan harus dibangun bersama, dimulai dari desa, oleh warga, melalui ruang-ruang publik yang terbuka dan inklusif.
Baca Juga: Keluarga Muslim Jadi Juru Kunci Makam Suci Yerusalame, Bukti Nyata Toleransi
Ketua Panitia dan Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto, menuturkan bahwa Festival Kerukunan tidak hanya dirancang sebagai acara tahunan. Ia juga disiapkan sebagai prototipe program replikasi untuk wilayah lain.
“Kita butuh contoh yang bisa ditiru. Desa ini sudah menunjukkan kapasitasnya, bukan hanya menerima tamu, tapi memproduksi nilai-nilai kerukunan dari dalam,” katanya.
Festival Kerukunan ditutup dengan penampilan Ngapah Band dan Madani. Lagu-lagu bertema cinta damai dan persatuan mengalun dari panggung utama, dinyanyikan bersama oleh para peserta. Anak-anak kecil menari di sisi lapangan, para pemuka agama duduk berbaur, dan para orang tua saling menyapa dengan senyum yang tulus.
Festival Kerukunan di Desa Pabuaran bukan sekadar acara simbolik. Kegiatan ini menjadi contoh hidup dari Indonesia yang plural, rukun, dan optimis. Kehadiran Kementerian Agama melalui PKUB memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat akar rumput.
Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan penting bahwa kerukunan harus dibangun bersama, dimulai dari desa, oleh warga, melalui ruang-ruang publik yang terbuka dan inklusif.
(aww)
Lihat Juga :