Bolehkah Memilih Pertemanan? Bagaimana Hukumnya dalan Pandangan Islam?

Senin, 14 Juli 2025 - 15:27 WIB
loading...
Bolehkah Memilih Pertemanan?...
Sesungguhnya dalam pandangan Islam, teman itu layaknya cermin. Jika kita ingin mengetahui dirinya sendiri, maka lihatlah dengan siapa kita berteman. Foto ilustrasi/pixabay
A A A
Bolehkah memilih atau memilah-milah pertemanan ? Bagaimana hukumnya dalam pandangan Islam . Sesungguhnya dalam pandangan Islam, teman itu layaknya cermin. Jika kita ingin mengetahui dirinya sendiri, maka lihatlah dengan siapa kita berteman.

Jika temannya suka dunia malam, dunia gemerlap, dan jauh dari agama, maka dipastikan seorang muslim juga terjebak di kehidupan seperti itu. Sebaliknya, jika temannya adalah suka menuntut ilmu agama, suka kajian Islam, maka Insya Allah, ia pun akan dekat dengan agama.

Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud dalam Ash-Shahihah)

Maka, berhati-hatilah. Memilih teman yang shaleh adalah wajib. Selektif dalam memilih teman merupakan prinsip utama dalam Islam. Sejarah pun menunjukkan bahwa para ulama terdahulu ( as-salafush shalih ) benar-benar memerhatikan prinsip ini. Karena sosok teman sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat.



Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ahmad)

Kisah Alqamah

Di dalam Shahih Al-Bukhari, disebutkan bahwa Alqamah rahimahullah seorang tabi’in yang mulia berkisah, bahwa ketika dia masuk ke Negeri Syam, maka dia (langsung menuju masjid dan) salat dua rakaat. Kemudian dia memanjatkan sebuah doa: ‘Ya Allah, berilah aku kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini)’.

Usai berdoa dia mendatangi sekelompok orang yang sedang duduk-duduk dan turut bergabung bersama mereka. Lalu datanglah seorang syaikh dan duduk di sebelahku. Dia bertanya kepada mereka, ‘Siapakah orang ini?’

Mereka menjawab: ‘Beliau adalah Abu Darda’ (seorang sahabat Nabi -ﷺ-). Maka tabi'in itu mengatakan kepada beliau Abu Darda', "Aku telah berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar diberi kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini). Sungguh Allah subhanahu wa ta'ala telah memudahkanku untuk bertemu denganmu." Lalu Abu Darda’ berkata, "Dari manakah engkau?". Maka dia mengatakan: "Aku dari negeri Kufah.”

Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc, menukil pernyataan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah. Bahwa Syaikh Utsaimin mengatakan, "Memerhatikan atau memilih teman merupakan kewajiban setiap insan muslim. Jika mereka itu orang-orang yang buruk, maka hendaknya dijauhi, karena (penyakit) mereka itu lebih kuat penularannya daripada kusta. Atau jika mereka itu teman-teman yang baik, yang senantiasa memerintahkan kepada kebaikan, mencegah (anda) dari kemungkaran dan membimbing kepada pintu-pintu kebaikan, bergaullah (dengan mereka).”

Pernyataan Syaikh Utsaimin menegaskan bahwa umat Islam harus selektif memilih teman dan itu harus diupayakan sejak dini. Sebab pergaulan di masa muda sangat menentukan kelanjutan hidup pada fase-fase berikutnya.

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Jika engkau melihat seorang pemuda di awal pertumbuhannya bersama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka harapkanlah kebaikannya (di kemudian hari). Jika engkau melihat di awal pertumbuhannya bersama ahlul bid’ah, maka berputusasalah akan kebaikannya (di kemudian hari).” [Kitab Al-Adab Asy-Syar’iyyah karya Al-Imam Ibnu Muflih]

Demikian halnya yang dikatakan Al-Imam Amr bin Qais Al-Mula’i rahimahullah, namun ada sedikit tambahan: “… karena (perjalanan) seorang pemuda sangat ditentukan oleh masa awal pertumbuhannya.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah)

Baca juga: 10 Tipe Pertemanan menurut Al-Qur'an, Kamu Punya yang Mana?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Waria: Kaum yang Mendapat...
Waria: Kaum yang Mendapat Laknat dalam Perspektif Agama
Bagaimana Syariat Mengatur...
Bagaimana Syariat Mengatur Kehidupan Waria Sehari-hari?
Hukum Merayakan Tahun...
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi, Umat Islam Wajib Tahu!
Batas Toleransi Beragama...
Batas Toleransi Beragama yang Harus Dijaga, Begini Penjelasannya
5 Jenis Olahraga yang...
5 Jenis Olahraga yang Dilakukan Rasulullah SAW, Simak di Sini!
Rekomendasi
Misteri Bentuk Alam...
Misteri Bentuk Alam Semesta: Antara Teori Terompet dan Penemuan Terbaru NASA
Thailand Surganya Kehidupan...
Thailand Surganya Kehidupan Dinosaurus, Bagaimana dengan Indonesia?
Teliti Mumi Menjerit,...
Teliti Mumi Menjerit, Ilmuwan Temukan Fakta Menakutkan
Artikel Terkini
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved