Kenapa Jemaah Haji Lansia Lebih Utama Salat di Hotel daripada Masjidilharam?
Selasa, 15 Juli 2025 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Haji 2025 Lancar, Menag Apresiasi Totalitas Petugas di Lapangan
Mengapa Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Salat di Hotel?
Berdasar keterangan bahwa seluruh tanah haram Makkah adalah Masjidilharam, maka salat di pondokan, di hotel atau di masjid sekitar pondokan, keutamaannya sama dengan salat di Masjidilharam.
Ini berarti, Jemaah haji lansia yang selalu berada di hotel dan tidak sempat salat di Masjidilharam karena udzur juga masih mendapat keutamaan mengikuti sunnah Rasul Saw dimana selama menunggu haji beliau tidak pernah mendekati Kakbah.
Selain mengikuti Nabi Saw, juga senada dengan kaidah fikih “Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil masholih” (mencegah kerusakan lebih utama daripada meraih kebaikan). Dalam kasus jemaah lansia, menghindari resiko fisik jauh lebih diutamakan daripada keinginan mengejar pahala berlipat di Masjidilharam. Apalagi pahala yang diperoleh juga sama. Inilah yang menjadi alasan mengapa salat di hotel bagi jemaah lansia lebih utama.
Pada musim haji, Masjidilharam sangat padat. Jemaah sulit mendapatkan tempat duduk dan jaraknya jauh, sehingga menguras tenaga dan melelahkan. Belum lagi tata ruang masjid yang sulit dikenali, sehingga memungkinkan jamaah untuk kesasar. Hal ini sangat berisiko bagi jemaah haji lansia, lemah, dan resiko tinggi.
Mengapa Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Salat di Hotel?
Berdasar keterangan bahwa seluruh tanah haram Makkah adalah Masjidilharam, maka salat di pondokan, di hotel atau di masjid sekitar pondokan, keutamaannya sama dengan salat di Masjidilharam.
Ini berarti, Jemaah haji lansia yang selalu berada di hotel dan tidak sempat salat di Masjidilharam karena udzur juga masih mendapat keutamaan mengikuti sunnah Rasul Saw dimana selama menunggu haji beliau tidak pernah mendekati Kakbah.
Selain mengikuti Nabi Saw, juga senada dengan kaidah fikih “Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil masholih” (mencegah kerusakan lebih utama daripada meraih kebaikan). Dalam kasus jemaah lansia, menghindari resiko fisik jauh lebih diutamakan daripada keinginan mengejar pahala berlipat di Masjidilharam. Apalagi pahala yang diperoleh juga sama. Inilah yang menjadi alasan mengapa salat di hotel bagi jemaah lansia lebih utama.
Pada musim haji, Masjidilharam sangat padat. Jemaah sulit mendapatkan tempat duduk dan jaraknya jauh, sehingga menguras tenaga dan melelahkan. Belum lagi tata ruang masjid yang sulit dikenali, sehingga memungkinkan jamaah untuk kesasar. Hal ini sangat berisiko bagi jemaah haji lansia, lemah, dan resiko tinggi.
(aww)
Lihat Juga :