Adakah Balasan dan Pahala dari Menutupi Aib Orang Lain dalam Islam?

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:08 WIB
loading...
Adakah Balasan dan Pahala...
Dengan menutupi aib orang lain, kita berharap agar Allah Taala juga akan menutupi aib kita di suatu hari yang agung nanti (hari Kiamat), di mana semua kejadian akan diungkap, sejak kita dilahirkan. Foto ilustrasi/ist
A A A
Adakah balasan dari perbuatan menutupi aib orang lain dalam Islam? Bagaimana pahala yang didapat dari perbuatan tersebut?

Seperti diketahui, bergunjing atau ghibah sangatlah dilarang dalam Islam, apalagi mengungkap aib seseorang.
Jikalau kita mengetahui rahasia-rahasia itu secara tidak langsung, seperti saat mendengar kabar perceraian si fulanah, dan tahu hal-hal sensitif mengenai permusuhan antara keluarga fulan dengan keluarga fulanah. Jika demikian, berhati-hatilah! Jangan sampai aib mereka terbuka kerena kata-kata kita.

Memang, tidaklah mudah menyebut nama seseorang saat menceritakan sebuah peristiwa dan kejadian, di mana itu menjadi rahasia bagi para pelakunya. Jika terpaksa harus mengatakan atau menceritakan, maka cukuplah bagi kita berkata, “Ada seorang perempuan yang melakukan ini…” atau “Ada seseorang yang ditimpa peristiwa …” atau yang semisalnya. Dengan syarat, jangan sampai orang yang mendengar cerita kita mengambil kesimpulan bahwa yang kita ceritakan itu adalah si A dan si B.

Dikutip dari buku 'Kaifa Tahtasibiina al-Ajra Fii Hayaatiki al-Yaumiyyah,' karya Hana binti Abdul Aziz ash-Shanii’, dijelaskan menyebut sebuah peristiwa dengan cara demikian, kita bisa menceritakan apa yang ingin kita ceritakan. Tapi ingat, tetap jaga lidah dari ghibah (membicarakan kejelekan orang lain).



Kita harus menjaga rahasia orang lain agar tidak terungkap di hadapan orang banyak, dengan cara kita sendiri. Jika mengetahui sebuah rahasia bagi para pelaku, atau kita dekat dengan peristiwa yang sensitif, maka tugas kita adalah tidak menyebarkannya! Karena sikap seorang muslimah adalah menutupi aib dan memberikan nasehat. Sedang orang munafik mengungkap aib dan membicarakannya.

Sebaiknya, yang diharapkan dari kita adalah meminta nasihat kepada Allah. Menutupi aib seorang muslim, selama ia tidak melakukannya dengan terang-terangan. Apalagi bermain-main dengan kemaksiatan.

Maka agar kita dapat menutup aib sesama muslim baik laki-laki dan perempuan, Hana binti Abdul Azis dalam bukunya tersebut menjelaskan beberapa upaya sebagai berikut:

1. Berharap Allah Ta'ala menutupi aib kita

Berharap agar Allah azza wa jalla akan menutupi aib kita di suatu hari yang agung nanti (hari Kiamat), di mana semua kejadian akan diungkap, sejak kita dilahirkan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة


Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari Kiamat kelak.” (HR. Muslim)

2. Persembahkan jiwa kita untuk menggapai rahmat Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ


"Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al-A’raf : 56)

Maka, janganlah engkau sungkan untuk berbuat baik kepada orang muslim lainnya dengan menutupi aibnya. Perempuan yang baik berada sangat dekat dengan rahmat Allah.

3. Berusahalah untuk mewujudkan keimanan dalam diri

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ


"Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, hingga ia bisa mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (HR. al-Bukhari)

Jika kita tidak rela aib kita dibeberkan di hadapan orang lain, maka begitu juga dengan orang lain, dia tidak akan rela aibnya dibeberkan.

Baca juga: Suka Bergosip tentang Selebritas? Ini Hukumnya dalam Islam

4. Berusahalah untuk memperbaiki kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ


"Salah satu tanda bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya (HR. Bukhari)

Dan harus kita yakini bahwa membicarakan rahasia orang lain adalah sesuatu yang tidak penting bagi kita!

5. Pahala meninggalkan ghibah demi mengharap ridha Allah.

Membicarakan aib orang lain adalah pekerjaan orang-orang lemah. Orang akan dipuja jika tidak melakukan hal itu. Dan orang yang sering membicarakan sesuatu yang tidak penting baginya, akan dibicarakan orang lain juga. Na’udzu billah…

6. Mendapatkan cinta Allah, sebab Allah menyukai ketertutupan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ -عَزَّ وَجَلَّ- حَلِيْمٌ حَيِيٌ سِتِّيْرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ


Sesungguhnya Allah azza wa jalla Maha Bijaksana, Maha Pencipta dan Maha Menutupi. Dia menyukai rasa malu dan ketertutupan (HR. an-Nasai)

Jika kita melakukan apa yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan mencintai kita.

7. Jika saat kita menutupi (aib) muslim lainnya, laki-laki dan perempuan, berarti kita sedang menjaga umat Islam dari jurang kehinaan.

Karena berita-berita (hina) yang tersebar adalah jalan menuju kehinaan. Dan orang-orang akan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.

Tetapi, menutupi aib bukan berarti kita tidak mau mencegah dan memberikan nasehat kepada orang yang membutuhkan. Kita dapat memberikan nasehat kepada mereka, dengan syarat tidak membeberkan aib mereka secara terang-terangan. Kecuali, jika sikap menutupi yang kita lakukan membuat mereka semakin menjadi-jadi dan semakin berani melakukan kejahatan.

Jika begitu, wajib bagi kita untuk mengangkat permasalahan mereka kepada orang yang berkompenten memperbaiki dan menyelesaikan persoalan mereka. Apa yang kita lakukan ini akan mendapatkan pahala, jika kita berniat untuk menolong muslim atau muslimah selamat dari azab Allah Ta'ala. Wallahu A'lam

Baca juga: Doa agar Allah SWT Menutup Aib Kita, Amalkan Pagi dan Sore!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Ekonomi Islam: Jalan...
Ekonomi Islam: Jalan Tengah di Antara Kapitalisme dan Sosialisme
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Perintah Haji, Beserta Hukum dan Tafsirnya
Bagaimana Hukum Menggabungkan...
Bagaimana Hukum Menggabungkan Ibadah Kurban dan Aqiqah?
Ibadah Kurban atau Aqiqah...
Ibadah Kurban atau Aqiqah Dulu? Mana yang Harus Diutamakan?
Hukum Menganiaya Diri...
Hukum Menganiaya Diri Sendiri Dalam Islam, Simak Jangan Sampai Keliru!
Rekomendasi
Badai Matahari Dahsyat...
Badai Matahari Dahsyat Picu Fenomena Aurora di Seluruh Dunia
Misteri Dagon hingga...
Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis
Bukan Firaun, Orang...
Bukan Firaun, Orang Terkaya di Zaman Nabi Musa Terkuak
Artikel Terkini
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved