Mengapa Bulan Safar Selalu Diidentikkan dengan Kesialan?

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:15 WIB
loading...
Mengapa Bulan Safar...
Safar memiliki arti sepi atau sunyi sesuai keadaan masyarakat Arab pada zaman dahulu yang yang selalu sepi pada bulan Safar. Foto ilustrasi/ist
A A A
Mengapa Bulan Safar selalu diindetikan dengan kesialan? Bagaimana pandangan Islam tentang 'kesialan-kesialan ini? Seperti diketahui, umat Islam akan memasuki bulan kedua dalam kalender hijriah yakni bulan Safar 1447 hijriah yang bertepatan dengan Sabtu 26 Juli 2025. Penamaan safar sendiri sangat terkait dengan keadaan masyarakat Arab jahiliyah dahulu.

Safar memiliki arti “sepi” atau “sunyi” sesuai keadaan masyarakat Arab pada zaman dahulu yang yang selalu sepi pada bulan Safar. Sepi dalam arti senyapnya rumah-rumah mereka karena orang-orang keluar meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian.

Mengutip pendapat Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H), beliau menjelaskan:

صَفَرْ: سُمِيَ بِذَلِكَ لِخُلُوِّ بُيُوْتِهِمْ مِنْهُمْ، حِيْنَ يَخْرُجُوْنَ لِلْقِتَالِ وَالْأَسْفَارِ


Artinya : Safar dinamakan dengan nama tersebut, karena sepinya rumah-rumah mereka dari mereka, ketika mereka keluar untuk perang dan bepergian (Tafsîrubnu Katsîr, [Dârut Thayyibah, 1999], juz IV, halaman 146).



Sementara Ibnu Manzhur (wafat 771 H), menyampaikan alasan yang lebih lengkap. Menurutnya, ada beberapa alasan mendasar di balik penamaan bulan Safar, di antaranya:

1. Sama seperti penjelasan Ibnu Katsir, yaitu sepinya rumah-rumah orang Arab.

2. Oang Arab memiliki kebiasaan memanen semua tanaman yang mereka tanam, dan mengosongkan tanah-tanah mereka dari tanaman pada bulan Safar.

3. Pada Safar orang Arab memiliki kebiasaan memerangi setiap kabilah yang datang, sehingga kabilah-kabilah tersebut harus pergi tanpa bekal (kosong) karena mereka tinggalkan akibat rasa takut pada serangan orang Arab.

Mengapa Dimitoskan dengan Kesialan?

Di sebagian masyarakat banyak yang menyakini, pada bulan safar akan terjadi musibah yang luar biasa dan akan terjadi cobaan melebihi bulan-bulan lainnya.

Akan tetapi di dalam pandangan Islam, sebenarnya semua bulan sama dan tidak ada kesialan dalam Islam. Seperti disampaikan Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H), bulan Safar dan bulan lainnya tidak memiliki perbedaan sama sekali.

Menurutnya sebagaimana dalam bulan lain, dalam bulan Safar dapat terjadi keburukan dan kebaikan. Dengan kata lain, tidak boleh menganggap bulan Safar diyakini sebagai bulan yang dipenuhi dengan kejelekan dan musibah. Beliau menegaskan: "Adapun mengkhususkan kesialan dengan suatu zaman tertentu bukan zaman yang lain, seperti (mengkhususkan) bulan Safar atau bulan lainnya, maka hal ini tidak benar"

Baca juga: Doa Memasuki Bulan Safar yang Diajarkan Rasulullah SAW

Ibnu Rajab tidak membenarkan keyakinan seperti itu sebab semua bulan, zaman, dan tahun merupakan makhluk Allah swt, yang di dalamnya bisa saja terjadi suatu kesialan, bencana, dan musibah. Maka sangat tidak logis jika musibah hanya dikhususkan pada bulan Safar dan meniadakannya pada bulan-bulan lainnya.

Lebib tegas Ibnu Rajab menyatakan, barometer dari baik dan tidaknya suatu zaman tidak dilihat dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya. Menurutnya, semua zaman yang di dalamnya semua seorang mukmin menyibukkan diri dengan kebaikan, maka zaman tersebut adalah zaman yang diberkahi.

Demikian pula sebaliknya. Ibnu Rajab berkata: "Setiap zaman yang orang mukmin menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah, maka merupakan zaman yang diberkahi; dan setiap zaman orang mukmin menyibukkannya dengan bermaksiat kepada Allah, maka merupakan zaman kesialan (tidak diberkahi) (Zainuddin ‘Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Baghdadi ad-Dimisyqi, Lathâ-iful Ma’ârif, [Dar Ibn Hazm, cetakan pertama: 2004], halaman 81).

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun menolak tentang mitos kesialan tersebut. Beliau bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ


Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa. (HR al-Bukhari).

Syekh Abu Bakar Syata ad-Dimyathi (wafat 1302) mengatakan, hadits di atas ditujukan untuk menolak keyakinan dan anggapan orang-orang jahiliah yang mempercayai setiap sesuatu dapat memberikan pengaruh dengan sendirinya, baik keburukan maupun kebaikan. Selain itu juga menolak setiap penisbatan suatu kejadian kepada selain Allah. Artinya, semua kejadian yang terjadi murni karena kehendak Allah yang sudah tercatat sejak zaman azali, bukan disebabkan waktu, zaman, dan anggapan salah lainnya. Wallahu A'lam

Baca juga: Adakah Kesialan dan Buang Sial Menurut Islam?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Kapan 1 Zulhijah 1447...
Kapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah? Cek Penjelasannya di Sini!
Keutamaan Zulkaidah...
Keutamaan Zulkaidah : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji
Mengapa di Bulan Zulkaidah...
Mengapa di Bulan Zulkaidah Dilarang Berbuat Aniaya? Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Tardigrada Bukti Kehidupan...
Tardigrada Bukti Kehidupan Organisme Purba yang Masih Hidup
Takut Terkena Kutukan,...
Takut Terkena Kutukan, Ilmuwan Pakai Robot Ungkap Tempat Misterius di Piramida Giza
Ilmuwan Temukan Benda...
Ilmuwan Temukan Benda Misterius seperti Telur Emas di Alaska
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved