Praktik Langsung, Dai Muda Dapat Kesempatan Magang di Pesantren
Senin, 11 Agustus 2025 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga memaparkan sejarah Pesantren Al Luthfah yang sejak awal 1990-an berdiri di atas lahan 13.000 meter persegi, mengelola pendidikan formal MTs/SMP dan MA/SMA, serta aktif membina masyarakat sekitar tanpa terikat pada satu ormas tertentu. Moderasi menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan pembinaan.
Kiai Muhibban berharap kehadiran calon dai muda di pesantrennya menjadi pengalaman berharga yang mematangkan pemahaman dakwah. “Di sini, kalian akan belajar dakwah yang membumi, bukan sekadar retorika di atas mimbar,” tegasnya.
Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI), Ditjen Bimas Islam, Amirullah, menjelaskan secara teknis bahwa magang ini merupakan tahap praktik dari seluruh pembekalan teori yang diberikan pada kegiatan PCDM 2025 di Asrama Haji Pondok Gede. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, Senin–Jumat, 4–8 Agustus 2025, diikuti 200 peserta terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dengan usia maksimal 25 tahun.
Amirullah menuturkan, dari 634 pendaftar program, hanya 200 yang lolos seleksi nasional, kemudian mengikuti pelatihan, serta ditempatkan di enam pesantren di Jawa Barat. “Kami menempatkan mereka secara proporsional sesuai kapasitas pesantren dan kebutuhan program,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa setelah mengikuti program magang pada 9–13 Agustus 2025, seluruh peserta Pembibitan Calon Dai Muda akan mengikuti rangkaian penutupan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Acara penutupan yang digelar pada 13 Agustus malam ini rencananya akan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dedikasi para dai muda selama mengikuti pembinaan.
Usai penutupan, pada 14 Agustus 2025 seluruh peserta akan kembali ke daerah masing-masing untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh. Menurut Amirullah, momentum ini bukan sekadar akhir dari rangkaian pelatihan, tetapi juga awal dari pengabdian nyata para dai muda di tengah masyarakat, baik dalam dakwah maupun pemberdayaan umat sesuai rencana tindak lanjut yang telah disusun.
Kiai Muhibban berharap kehadiran calon dai muda di pesantrennya menjadi pengalaman berharga yang mematangkan pemahaman dakwah. “Di sini, kalian akan belajar dakwah yang membumi, bukan sekadar retorika di atas mimbar,” tegasnya.
Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI), Ditjen Bimas Islam, Amirullah, menjelaskan secara teknis bahwa magang ini merupakan tahap praktik dari seluruh pembekalan teori yang diberikan pada kegiatan PCDM 2025 di Asrama Haji Pondok Gede. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, Senin–Jumat, 4–8 Agustus 2025, diikuti 200 peserta terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dengan usia maksimal 25 tahun.
Amirullah menuturkan, dari 634 pendaftar program, hanya 200 yang lolos seleksi nasional, kemudian mengikuti pelatihan, serta ditempatkan di enam pesantren di Jawa Barat. “Kami menempatkan mereka secara proporsional sesuai kapasitas pesantren dan kebutuhan program,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa setelah mengikuti program magang pada 9–13 Agustus 2025, seluruh peserta Pembibitan Calon Dai Muda akan mengikuti rangkaian penutupan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Acara penutupan yang digelar pada 13 Agustus malam ini rencananya akan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dedikasi para dai muda selama mengikuti pembinaan.
Usai penutupan, pada 14 Agustus 2025 seluruh peserta akan kembali ke daerah masing-masing untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh. Menurut Amirullah, momentum ini bukan sekadar akhir dari rangkaian pelatihan, tetapi juga awal dari pengabdian nyata para dai muda di tengah masyarakat, baik dalam dakwah maupun pemberdayaan umat sesuai rencana tindak lanjut yang telah disusun.
(aww)
Lihat Juga :