Menag Ingin MQK Jadi Budaya Islam dan Ditiru Negara Lain

Rabu, 13 Agustus 2025 - 21:15 WIB
loading...
Menag Ingin MQK Jadi...
Menag Ingin MQK Jadi Budaya Islam dan Ditiru Negara Lain/Kemenag
A A A
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar ingin agar Musabakah Qiraatil Kutub (MQK) menjadi kebudayaan Indonesia yang mungkin belum pernah dilakukan di negara-negara lain. Menag mengilustrasikan Musabaqah Tilwatil Quran (MTQ) yang telah melembaga mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Secara profesional, saya tahu bahwa MTQ itu yang paling pertama melembagakan adalah Indonesia mulai dari tingkat kecamatan, bahkan tingkat desa, kecamatan, kebupaten sampai tingkat nasional, internasional. Maka itu, musabakah itu salah satu pesta rakyat, salah satu kebudayaan Islam Indonesia yang ditiru banyak orang di luar negeri,” terang saat bertemu para juri MQK Nasional dan Internasional di Jakarta.

“Event MTQ itu luar biasa, menjadi pesta rakyat rutin tahunan. Mudah-mudahan nanti MQK ini juga bisa menjadi hal yang sama sehingga nanti bisa menular membias ke seluruh negara terutama negara-negara yang non-Arab,” harap Menag, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: 4 Ayat yang Bisa Mengubah Nasib Rezeki, Yuk Amalkan

MQK Nasional dan Internasional akan berlangsung pada 1–7 Oktober 2025 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Selain 34 provinsi di Indonesia, helat ini juga mengundang delegasi dari Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura dengan peserta mencapai 3.400 santri. Sejumlah kegiatan digelar, seperti lomba membaca kitab kuning, debat konstitusi, pameran produk pesantren, hingga lomba qasidah rebana.

Menurut Menag, kalau bicara tentang kajian kitab kuning, kajian kitab turas diperlukan ilmu alat yang kompleks. “Tidak bisa hanya kita menguasai bahasa Arab dengan cabang-cabangnya, Balaghah dan Nahwu Arabnya, tapi juga kita dituntut untuk memahami culture di balik budaya itu,” ucapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno menyampaikan, para juri atau dewan hakim MQK ini diberikan penguatan literasi digital. Penjurian nanti telah berbasis digital, tidak lagi menggunakan kertas atau paperless. “Ini salah satu keunggulan MQK tahun ini yang berbasis paperless, tanpa kertas untuk penjurian,” kata Suyitno.

“Digitalisasi penjurian ini merupakan implementasi dari salah satu program prioritas Menteri Agama yaitu, Digitalisasi Tata Kelola,” ucapnya.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
1 Ramadan 1447 Hijriah...
1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, Begini Penjelasan Menag
BREAKING NEWS! Pemerintah...
BREAKING NEWS! Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026
Rekomendasi
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Membakar 210 Kawasan Hutan di Kanada
Lukisan Rembrandt yang...
Lukisan Rembrandt yang Hilang Selama 65 Tahun Tiba-tiba Muncul Kembali
Ini Kandungan Muntahan...
Ini Kandungan Muntahan Ikan Paus Sperma, Bikin Penemunya Auto Tajir
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
4 Negara yang Dulu Mayoritas...
4 Negara yang Dulu Mayoritas Muslim Kini Jadi Minoritas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved