Salah Satu Ciri Waliyullah Lisannya Senantiasa Berzikir

loading...
Salah Satu Ciri Waliyullah Lisannya Senantiasa Berzikir
Al-Habib Umar Bin Hafizh (Yaman), Habib Abdul Qadir (Jeddah) dan Kiyai Zaini Abdul Ghani Al-Banjari (Guru Sekumpul), ulama yang dijuluki waliyullah di zamannya. Foto/dok akun Youtube Penerus Para Nabi
Kata Imam Al-Ghazali (1058-1111) dalam Kitab Bidayatul Hidayah, kedekatan seorang hamba di sisi Allah Ta'ala tergantung bagaimana ia menempatkan Allah di hatinya. Kedekatan seseorang kepada Allah tidaklah sama atau dalam kata lain tergantung maqom (derajat) masing-masing.

Yang pasti, orang yang banyak mengingat Allah dan senantiasa berzikir lebih Allah cintai daripada yang lalai dari mengingat Allah. Tak heran jika salah satu ciri Waliyullah (wali Allah) adalah lisannya selalu basah dengan kalimat zikir. Menurut bahasa, kata "dzikir" (zikir) berasal dari bahasa Arab yaitu Yazkuruzakara-tazkara yang artinya menyebut, mengucap, menuturkan. (Baca Juga: Keutamaan dan Dahsyatnya Pahala Berzikir)

Orang yang ingin mendapat keutamaan zikir hendaklah ia mendawamkan kalimat-kalimat yang disukai Allah. Di antaranya tahlil Laa ilaha illallah,(tiada Tuhan selain Allah); tasbih Subhanallah (Maha Suci Allah);tahmid Alhamdulillah (segala puji bagi Allah); takbir Allahu Akbar(Allah Maha Besar) dan masih banyak lagi lainnya.

(Baca Juga: Positif COVID-19 Bertambah 3.861 Orang, Berikut Sebaran di 34 Provinsi)

Seseorang harus merenungi, memahami artinya, dan mengucapkannya dengan menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah di hatinya. Itu sebabnya para Waliyullah dan ulama-ulama yang punya rasa takut kepada Allah memiliki wajah yang indah, mempesona, enak dipandang mata, meneduhkan. Bahkan ketika kita memandangnya, spontan kita ingat kepada Allah.



Hal sebagaiman disabdakan Rasulullah SAW bersabda:

أولياء الله تعالى : الذين إذا رءوا ذكر الله تعالى ( الحكيم ) عن ابن عباس ( حسن )

"Para wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat, (menyebabkan orang yang melihatnya) ingat kepada Allah Ta'ala." (HR Hakim, At-Tarmidzi dari Ibnu 'Abbas RA). Hadits hasan (Shahihul Jami’ 2557)

Amalan yang Menyelamatkan dari Azab Allah
Sungguh zikir merupakan amalan paling besar dan menyelamatkan seseorang dari azab Allah. Dari Abu Darda' radhiallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak. Serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Mereka berkata: "Ya". Beliau SAW berkata: "Berdzikir kepada Allah Ta'ala." Mu'adz bin Jabal radliallahu ‘anhu berkata: Tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari azab Allah daripada dzikir kepada Allah. (HR Tarmidzi 3299, shahih).

Dalam Hadis lain disebutkan:



عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَيَّاشِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا قَطُّ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Dari Ziyad bin Abu Ziyad budak "Abdullah bin 'Ayyasy bin Abu Robi’ah, bahwasanya ada yang menyampaikan padanya dari Mu'adz bin Jabal berkata Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh seorang manusia yang lebih bisa menyelamatkannya dari azab Allah melebihi zikir." (HR Ahmad)

Abu Hurairah juga berkata, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terlaknat dan segala isinya pun juga terlaknat, kecuali zikir kepada Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim atau orang yang belajar." (HR Tarmidzi 2244, hadis shahih). (Baca Juga: Subhanallah! Setiap Mengucap Kalimat Ini Dibalas Satu Pohon di Surga)

Selain fadhillah di atas, berzikir juga punya keistimewaan sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ .الرعد : 28

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan dzikrullah (mengingat Allah) hati menjadi tenang (damai)". (QS Ar-Ra'd Ayat 28)

(Baca Juga: Amien Rais Umumkan Partai Baru, Asasnya Islam Rahmatan Lil 'Alamin)

Rasulullah SAW meriwayatkan dari Rabbnya 'Azza wa Jalla, Dia berfirman: "Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, dan kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku." (HR Ahmad)

Dari Mu'adz bin Jabal, dia bertanya kepada Nabi SAW: "Amal apa yang paling dicintai Allah 'Azza wa Jalla?" Beliau menjawab: "Anda mati dalam keadaan lisanmu basah dengan zikir kepada Allah". (HR Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman 513, hadits hasan).

Bahkan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Kitabnya Al-Wabilush Shayyib, yang juga dikutib Saif Al-Battar menyebutkan, setidaknya ada lima puluh satu manfaat berzikir. Subhanallah, demikian ulasan singkat tentang zikir dan keutamaannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berzikir mengingat Allah Ta'ala. (Baca Juga: 10 Kalimat Zikir yang Mendatangkan 10 Kebaikan di Dunia dan Akhirat)

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
cover top ayah
اِنۡ يَّشَاۡ يُذۡهِبۡكُمۡ اَيُّهَا النَّاسُ وَيَاۡتِ بِاٰخَرِيۡنَ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى ذٰلِكَ قَدِيۡرًا‏
Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian.

(QS. An-Nisa:133)
cover bottom ayah
preload video