Perkuat Akidah dan Pendidikan Bela Negara

Senin, 04 Mei 2020 - 07:49 WIB
loading...
Perkuat Akidah dan Pendidikan...
Sejumlah santri guru dan santri mengikuti proses belajar mengajar di Ponpes Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang. Foto/Istimewa
A A A
Pandemi virus corona (Covid-19) tak menyurutkan semangat para santri mengikuti beragam kegiatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang (SGJBS). Apalagi bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

Mereka tetap semangat mengikuti serangkaian kegiatan harian maupun mingguan yang telah dijadwalkan pengaruh ponpes yang berlokasi di perbukitan Gunungpati Semarang, tepatnya di Jalan Malon RT 01/06, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati.

Di pesantren yang didirikan oleh Kiai Muhammad Masroni atas perintah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan ini, setidaknya ada 120 santri putra dan 180 santri putri dengan 27 orang tenaga pengajar dan 2 pengasuh.

Para santri yang masih tinggal di pesantren menjalani serangkaian kegiatan harian. Dimulai dengan salat subuh berjamaah, mengaji Alquran, bersih-bersih pondok, kemudian berkegiatan di luar baik sekolah atau kuliah. Begitu seterusnya sampai mereka istirahat.

Ponpes ini mengembangkan bidang keagamaan, kemanusiaan, dan sosial berlandaskan Ahlussunnah wal jama’ah sesuai rintisan salafush-shalihin di bawah pengawasan langsung ulama kharismatik asal Pekalongan: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Ponpes ini secara resmi dibuka pada 2010, bersamaan dengan acara maulid Nabi Muhammad SAW. Guru Besar Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya memberinya nama: Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang.

Ditinjau dari segi normatif, kata Gunung Pati dan Gunung Jati mempunyai persamaan makna, yaitu sejatinya gunung atau sarinya gunung. Ponpes ini bertujuan untuk memayungi satuan-satuan badan, instansi, dan atau lembaga yang mengatasnamakan yayasan, termasuk di antaranya Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang,

Secara legal formal, yayasan ini diresmikan pada 2013, melalui Akta Notaris Nomor 06/15/IV/013 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor AHU-3138.AH.01.04.Tahun 2013. Ponpes terdaftar di Kementerian Agama dengan nomor statistik pondok pesantren 5120337440186. “Penekanan pembelajaran bagi para santri di ponpes ini adalah penguatan akidah akhlak Islam Ahlussunah wal-jama’ah serta penguatan pendidikan bela negara,” kata Pengasuh Ponpes SGJBS Kiai Muhammad Masroni.

Menurut dia, di tengah pandemi Covid-19, kegiatan pesantren di bulan Ramadan ini menyesuaikan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, kegiatan mengaji masih berjalan seperti biasa. Begitu juga aktivitas di luar kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan berjalan seperti biasa. “Di tengah Covid-19 dan bulan Ramadan ini kami mengajak kaum muslimin senantiasa meningkatkan ketakwaan dan keimanan,” harapnya. (Ahmad Antoni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Halaqah Pesantren,...
Gelar Halaqah Pesantren, GAPPI Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Peluncuran Buku Jihad...
Peluncuran Buku Jihad Santri Merawat Bumi: 10 Kisah Inspiratif Pengelolaan Sampah di Pesantren
Pesantren Tahfidz Tunanetra...
Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Menag Tinjau Pesantren...
Menag Tinjau Pesantren Al Khoziny, Salurkan Bantuan Rp610 Juta
3 Rekomendasi Gernas...
3 Rekomendasi Gernas Ayo Mondok untuk Penguatan Pendidikan Pesantren
Rekomendasi
Oksigen Gelap Ditemukan...
Oksigen Gelap Ditemukan di Dasar Laut, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Cara Suku Maya Menghitung...
Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!
UNESCO Sebut 3 Kota...
UNESCO Sebut 3 Kota Besar Ini Terancam Digulung Tsunami dalam Waktu Dekat
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved