5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Sabtu, 13 September 2025 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana diketahui, manusia saat lahir ke dunia ini tidak membawa apa-apa. Pada akhirnya pun ia akan kembali kepada Allah dalam keadaan tidak membawa apa-apa, kecuali amal perbuatannya. Maka, ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan mestinya disambut dengan sewajarnya karena semua itu akan datang silih berganti dan pada akhirnya akan kembali hilang.
Selain itu, seorang muslim juga perlu meyakini bahwa kehidupan di muka bumi ini dikendalikan oleh Allah. Sesuatu yang sudah ditetapkan menjadi bagian seseorang pasti akan sampai kepadanya. Sebaliknya, sesuatu yang bukan menjadi bagiannya tentu tidak akan pernah dimiliki. Allah berfirman dalam Al-Qu’an Surat Al-Hadid ayat 22-23:
Artinya: “Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
3. Mengingat Nikmat yang Lain
Saat tertimpa musibah hendaknya seorang muslim tidak terfokus pada musibah tersebut melainkan beralih pandangannya pada nikmat lain yang masih tersisa. Dengan begitu, ia akan lebih mudah bersyukur dan menyadari bahwa karunia Allah masih jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang hilang. Allah berfirman dalam Surat An-Naḥl ayat 18:
Artinya: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ketika seorang hamba mampu bersabar dan rida atas musibah yang terjadi, maka Allah akan menyiapkan balasan yang berlipat ganda dan lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, ia juga perlu meyakini bahwa seandainya Allah menghendaki, musibah yang dialami itu bisa saja jauh lebih besar dan lebih berat namun berkat kasih sayang-Nya hal itu tidak terjadi.
4. Memandang ke Bawah
Selain itu, seorang muslim juga perlu meyakini bahwa kehidupan di muka bumi ini dikendalikan oleh Allah. Sesuatu yang sudah ditetapkan menjadi bagian seseorang pasti akan sampai kepadanya. Sebaliknya, sesuatu yang bukan menjadi bagiannya tentu tidak akan pernah dimiliki. Allah berfirman dalam Al-Qu’an Surat Al-Hadid ayat 22-23:
مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَا ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ٢٢ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَآ آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ٢٣
Artinya: “Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
3. Mengingat Nikmat yang Lain
Saat tertimpa musibah hendaknya seorang muslim tidak terfokus pada musibah tersebut melainkan beralih pandangannya pada nikmat lain yang masih tersisa. Dengan begitu, ia akan lebih mudah bersyukur dan menyadari bahwa karunia Allah masih jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang hilang. Allah berfirman dalam Surat An-Naḥl ayat 18:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ketika seorang hamba mampu bersabar dan rida atas musibah yang terjadi, maka Allah akan menyiapkan balasan yang berlipat ganda dan lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, ia juga perlu meyakini bahwa seandainya Allah menghendaki, musibah yang dialami itu bisa saja jauh lebih besar dan lebih berat namun berkat kasih sayang-Nya hal itu tidak terjadi.
4. Memandang ke Bawah
Lihat Juga :