KH Ma’ruf Amin: Gernas Ayo Mondok Tingkatkan Minat Pendidikan Pesantren

Rabu, 17 September 2025 - 18:28 WIB
loading...
KH Ma’ruf Amin: Gernas...
Wakil Presiden ke-13 Indonesia sekaligus Pembina Gernas Ayo Mondok KH Ma’ruf Amin menilai inisiasi gernas langkah strategis mengajak masyarakat kembali menggairahkan tradisi mondok atau nyantri. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden ke-13 Indonesia sekaligus Pembina Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok KH Ma’ruf Amin menilai inisiasi Gerakan Ayo Mondok adalah langkah yang strategis. Sebab mampu mengajak masyarakat kembali menggairahkan tradisi mondok atau nyantri.

Optimisme itu disampaikan KH Ma’ruf Amin dalam Rapat Kerja (Raker) Gernas Ayo Mondok di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (17/9/2025).

Kiai Ma’ruf Amin menyebut pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu memperbaiki persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. “Gerakan ini untuk mendidik orang agar bisa memberikan perbaikan di dalam masalah keagamaan dan masyarakat. Kali ini lebih spesifik, untuk kemandirian dan menguatkan pesantren,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Temui KH Ma'ruf Amin, Bahas Arah Pembangunan Bangsa

Dia juga menyoroti adanya distorsi pemahaman dan framing negatif terhadap pesantren terkait sejumlah kasus kekerasan. Dia menegaskan kasus-kasus tersebut tidak mencerminkan pesantren yang sesungguhnya.

“Padahal itu hanya satu-dua kasus. Itu bukan pesantren betul. Bukan pesantren yang diberikan oleh para kiai. Ini model pesantren yang tidak jelas identitasnya,” tandas Ma’ruf Amin.

Rais Aam PBNU 2015-2018 itu menjelaskan, sejak dahulu pesantren telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dengan melahirkan banyak tokoh penting, mulai dari menteri, pejabat daerah, hingga presiden dan wakil presiden. “Misalnya ada santri yang jadi menteri, bupati, bahkan presiden dan wakil presiden,” ujarnya.

Baca juga: Gernas Ayo Mondok Gelar Raker Perdana di Jakarta, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

Ma’ruf Aminmenambahkan, Gerakan Nasional Ayo Mondok akan terus kokoh karena melibatkan pesantren-pesantren yang kredibel dan telah lama dipercaya masyarakat. “Tiba-tiba ada pesantren bermasalah, itu bikin kaget semua. Bahkan ada kecurigaan, jangan-jangan ini upaya untuk merusak reputasi pesantren,” tuturnya.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Banten ini menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya mendorong pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pesantren ingin meningkatkan kualitas yang kurang, membangun kemandirian, membangun jaringan, dan menjadi pusat pemberdayaan gerakan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gernas Ayo Mondok KH Luqman Al Hakim Harist Dimyathi mengatakan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pesantren, para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Gernas Ayo Mondok mengajak santri untuk istiqomah mengaji di pondok pesantren.

Ulama yang biasa disapa Gus Lukman itu menyatakan bahwa komitmen untuk memperdalam ilmu agama tersebut sebagaimana amanah yang telah disampaikan para kiai dan guru-guru pesantren, termasuk KH Ma’ruf Amin.

Dia sangat mendukung pesan dari KH Ma’ruf Amin akan pentingnya mengaji di pesantren. Sebab dengan jalan inilah seseorang akan bisa menjadi ahli fiqih yang terampil, ulama yang alim, hingga menjadi pemimpin yang baik. “Dua hal inilah yang kami pegang,” ucapnya.

Raker Gerakan Nasional Ayo Mondok digelar pada Rabu-Kamis (17-18/9/2025). Raker ini menjadi forum strategis karena sebagai ruang untuk merumuskan bersama program-program pengembangan ponpes di Indonesia ke depan. Raker tersebut diikuti sekitar 120 pengurus baik dari tingkatan pusat maupun koordinator wilayah (korwil).
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
HPSN 2026, P3M dan KLH...
HPSN 2026, P3M dan KLH Ajak Pesantren Atasi Darurat Sampah
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Halaqah Pesantren 2025,...
Halaqah Pesantren 2025, Ulama Kalimantan Dorong Standardisasi Pengajar Kitab Kuning
Rais ‘Aam PBNU Sebut...
Rais ‘Aam PBNU Sebut Pesantren Pilar Ketahanan dan Kebangkitan Bangsa
Rekomendasi
6 Lubang Terdalam di...
6 Lubang Terdalam di Dunia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Datangi Kalimantan,...
Datangi Kalimantan, Antropolog Jerman Ungkap Kuntilanak Lewat Ilmu Sains
Artikel Terkini
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Tidur Kurang dari 6...
Tidur Kurang dari 6 Jam Beresiko Tingkatkan Serangan Jantung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved