Bumi Palestina dalam Pandangan Islam, Umat Muslim Wajib Tahu
Senin, 22 September 2025 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat ini pula Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengimami salat bersama para Nabi dan Rasul Anbiya. Inilah yang menjadikan Palestina istimewa dalam Islam karena di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha, tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.
Untuk diketahui, Palestina merupakan bagian dari negeri Syam bersama Yordania, Suriah, Lebanon. Berikut kisah perjalanan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ke Baitul Maqdis Palestina yang direkam dalam berbagai riwayat Hadis. Beliau menceritakan perjalanan beliau ketia di-isra'-kan ke Baitul Maqdis, Palestina.
Beliau bersabda: "Didatangkan kepada saya seekor hewan yang tingginya di atas keledai, di bawah begal; langkahnya sampai sejauh matanya memandang. Maka saya kendarai dengan ditemani Malaikat Jibril lalu saya berangkat. Jibril berkata, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya (turun dan) salat.
Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah tadi kamu salat? Engkau salat di Taibah (Madinah), tempat hijrahmu kemudian." Kemudian Jibril berkata lagi, 'Turunlah dan salatlah!" Maka saya salat. Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu salat tadi? Kamu salat di Bukit Thur Sina, tempat Allah mengajak bicara langsung kepada Musa."
Jibril berkata lagi, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya turun dan mengerjakan sholat, lalu Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu sholat tadi? Kamu salat di Baitul Lahm, tempat Isa dilahirkan." Kemudian saya masuk ke Baitul Maqdis, dan semua Nabi dikumpulkan bersamaku, lalu Malaikat Jibril memajukan diriku hingga aku menjadi imam mereka. Sesudah itu Jibril membawaku naik ke langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke Sidratul Muntaha. Di sana, Nabi menerima perintah salat 5 waktu dari Allah dari sebelumnya 50 waktu sehari.
Dari jalur lain, Ibnu Abu Hatim mengatakan, dari Anas bin Malik menceritakan bahwa pada malam Rasulullah ﷺ menjalani Isra ke Baitul Maqdis, Malaikat Jibril datang kepadanya dengan membawa seekor hewan yang lebih besar dari keledai, tetapi lebih kecil dari begal (Buraq), lalu Malaikat Jibril menaikkan Nabi. ke atas hewan itu.
Kedua kaki depan hewan itu melangkah sejauh pandangan matanya. Setelah sampai di Baitul Maqdis dan tiba di suatu tempat yang diberi nama Bab Muhammad (Pintu Muhammad), lalu menuju ke sebuah batu yang ada di tempat itu, maka Jibril menusuknya dengan jari telunjuknya hingga berlubang, dan hewan itu ditambatkan di tempat tersebut.
Setelah itu Nabi ﷺ menaiki tangga masjid. Ketika keduanya telah berada di serambi masjid, Malaikat Jibril berkata, "Hai Muhammad, tidakkah engkau meminta kepada Tuhanmu agar Dia memperlihatkan kepadamu bidadari-bidadari yang bermata jelita?" Nabi menjawab, "Ya, saya akan memohon itu kepada-Nya." Malaikat Jibril berkata, "Kalau begitu, berangkatlah dan temuilah wanita-wanita itu serta ucapkanlah salam kepada mereka."
Saat itu para bidadari sedang duduk-duduk di sebelah kiri Sakhrah. Maka saya datang menemui mereka serta mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka membalas salamku. Lalu saya bertanya, "Siapakah kalian ini?" Mereka menjawab, "Kami adalah bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, istri-istri kaum yang bertakwa, yang bersih dari noda-noda dosa; mereka bermukim (di dalam surga) dan tidak akan pergi (darinya), dan mereka hidup kekal dan tidak akan mati (selama-lamanya)." Kemudian saya pergi.
Tidak lama kemudian saya melihat banyak orang telah berkumpul, lalu diserukanlah azan dan sesudahnya diserukan iqamah untuk salat. Maka kami berdiri dalam keadaan bersaf, menunggu orang yang akan mengimami kami. Ternyata Jibril memegang tanganku, lalu mengajukanku ke depan menjadi imam. Maka saya salat bersama mereka. Setelah selesai sholat, Jibril bertanya kepadaku, "Hai Muhammad, tahukah kamu siapakah orang-orang yang salat di belakangmu tadi?" Nabi menjawab, "Tidak tahu." Jibril berkata, "Orang-orang yang tadi salat di belakangmu adalah semua Nabi yang diutus oleh Allah."
Untuk diketahui, Palestina merupakan bagian dari negeri Syam bersama Yordania, Suriah, Lebanon. Berikut kisah perjalanan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ke Baitul Maqdis Palestina yang direkam dalam berbagai riwayat Hadis. Beliau menceritakan perjalanan beliau ketia di-isra'-kan ke Baitul Maqdis, Palestina.
Beliau bersabda: "Didatangkan kepada saya seekor hewan yang tingginya di atas keledai, di bawah begal; langkahnya sampai sejauh matanya memandang. Maka saya kendarai dengan ditemani Malaikat Jibril lalu saya berangkat. Jibril berkata, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya (turun dan) salat.
Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah tadi kamu salat? Engkau salat di Taibah (Madinah), tempat hijrahmu kemudian." Kemudian Jibril berkata lagi, 'Turunlah dan salatlah!" Maka saya salat. Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu salat tadi? Kamu salat di Bukit Thur Sina, tempat Allah mengajak bicara langsung kepada Musa."
Jibril berkata lagi, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya turun dan mengerjakan sholat, lalu Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu sholat tadi? Kamu salat di Baitul Lahm, tempat Isa dilahirkan." Kemudian saya masuk ke Baitul Maqdis, dan semua Nabi dikumpulkan bersamaku, lalu Malaikat Jibril memajukan diriku hingga aku menjadi imam mereka. Sesudah itu Jibril membawaku naik ke langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke Sidratul Muntaha. Di sana, Nabi menerima perintah salat 5 waktu dari Allah dari sebelumnya 50 waktu sehari.
Dari jalur lain, Ibnu Abu Hatim mengatakan, dari Anas bin Malik menceritakan bahwa pada malam Rasulullah ﷺ menjalani Isra ke Baitul Maqdis, Malaikat Jibril datang kepadanya dengan membawa seekor hewan yang lebih besar dari keledai, tetapi lebih kecil dari begal (Buraq), lalu Malaikat Jibril menaikkan Nabi. ke atas hewan itu.
Kedua kaki depan hewan itu melangkah sejauh pandangan matanya. Setelah sampai di Baitul Maqdis dan tiba di suatu tempat yang diberi nama Bab Muhammad (Pintu Muhammad), lalu menuju ke sebuah batu yang ada di tempat itu, maka Jibril menusuknya dengan jari telunjuknya hingga berlubang, dan hewan itu ditambatkan di tempat tersebut.
Setelah itu Nabi ﷺ menaiki tangga masjid. Ketika keduanya telah berada di serambi masjid, Malaikat Jibril berkata, "Hai Muhammad, tidakkah engkau meminta kepada Tuhanmu agar Dia memperlihatkan kepadamu bidadari-bidadari yang bermata jelita?" Nabi menjawab, "Ya, saya akan memohon itu kepada-Nya." Malaikat Jibril berkata, "Kalau begitu, berangkatlah dan temuilah wanita-wanita itu serta ucapkanlah salam kepada mereka."
Saat itu para bidadari sedang duduk-duduk di sebelah kiri Sakhrah. Maka saya datang menemui mereka serta mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka membalas salamku. Lalu saya bertanya, "Siapakah kalian ini?" Mereka menjawab, "Kami adalah bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, istri-istri kaum yang bertakwa, yang bersih dari noda-noda dosa; mereka bermukim (di dalam surga) dan tidak akan pergi (darinya), dan mereka hidup kekal dan tidak akan mati (selama-lamanya)." Kemudian saya pergi.
Tidak lama kemudian saya melihat banyak orang telah berkumpul, lalu diserukanlah azan dan sesudahnya diserukan iqamah untuk salat. Maka kami berdiri dalam keadaan bersaf, menunggu orang yang akan mengimami kami. Ternyata Jibril memegang tanganku, lalu mengajukanku ke depan menjadi imam. Maka saya salat bersama mereka. Setelah selesai sholat, Jibril bertanya kepadaku, "Hai Muhammad, tahukah kamu siapakah orang-orang yang salat di belakangmu tadi?" Nabi menjawab, "Tidak tahu." Jibril berkata, "Orang-orang yang tadi salat di belakangmu adalah semua Nabi yang diutus oleh Allah."
Lihat Juga :