Bumi Palestina dalam Pandangan Islam, Umat Muslim Wajib Tahu

Senin, 22 September 2025 - 10:04 WIB
loading...
Bumi Palestina dalam...
Palestina dan sekelilingnya adalah negeri yang diberkahi sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran. Palestina yang dikenal sebagai negeri Syam juga pernah didoakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Foto istimewa
A A A
Beberapa hari terakhir, banyak negara di dunia mengakui kemerdekaan Palestina , padahal negeri ini sudah ada sejak zaman para nabi. Bagaimana sebenarnya bumi Palestina ini dalam pandangan Islam?

Palestina dan sekelilingnya adalah negeri yang diberkahi sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an. Palestina yang dikenal sebagai negeri Syam juga pernah didoakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Bahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernah salat di Baitul Maqdis yang menjadi kiblat pertama bagi umat Islam sebelum berpindah ke Kakbah Masjidil Haram Makkah. Baitul Maqdis berada di ketinggian 38-720 meter dari permukaan laut dan kerap menjadi pusaran konflik antara Israel dan Palestina. Israel menganggap tempat itu sebagai tempat suci bagi mereka.



Baitul Maqdis juga dikenal sebagai Yerusalem atau Al-Quds. Al-Qur'an menyebutnya dengan Masjidil Aqsha yang diberkahi sebagaimana diabadikan pada ayat pertama Surat Al-Isra' :

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ


Subhaanalladziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqshal-ladzii baaraknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu Huwas Samii'ul-Bashiir.

Artinya: "Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS Al-Isra Ayat 1)

Baca juga: 3 Sekutu Utama Zionis Akui Negara Palestina, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Bagi Islam, Baitul Maqdis memiliki nilai sejarah yang sangat berharga karena pernah disinggahi Rasulullah ﷺ saat perjalanan Isra' dan Mikra'. Perjalanan Rasulullah dari Majsidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsha Palestina dikenal dengan Isra' dan berlanjut ke langit ketujuh hingga menembus Sidratul Muntaha (Mi'raj) hanya dalam waktu satu malam pada 27 Rajab.

Di tempat ini pula Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengimami salat bersama para Nabi dan Rasul Anbiya. Inilah yang menjadikan Palestina istimewa dalam Islam karena di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha, tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Untuk diketahui, Palestina merupakan bagian dari negeri Syam bersama Yordania, Suriah, Lebanon. Berikut kisah perjalanan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ke Baitul Maqdis Palestina yang direkam dalam berbagai riwayat Hadis. Beliau menceritakan perjalanan beliau ketia di-isra'-kan ke Baitul Maqdis, Palestina.

Beliau bersabda: "Didatangkan kepada saya seekor hewan yang tingginya di atas keledai, di bawah begal; langkahnya sampai sejauh matanya memandang. Maka saya kendarai dengan ditemani Malaikat Jibril lalu saya berangkat. Jibril berkata, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya (turun dan) salat.

Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah tadi kamu salat? Engkau salat di Taibah (Madinah), tempat hijrahmu kemudian." Kemudian Jibril berkata lagi, 'Turunlah dan salatlah!" Maka saya salat. Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu salat tadi? Kamu salat di Bukit Thur Sina, tempat Allah mengajak bicara langsung kepada Musa."

Jibril berkata lagi, "Turunlah dan salatlah!" Maka saya turun dan mengerjakan sholat, lalu Jibril berkata, "Tahukah kamu di manakah kamu sholat tadi? Kamu salat di Baitul Lahm, tempat Isa dilahirkan." Kemudian saya masuk ke Baitul Maqdis, dan semua Nabi dikumpul­kan bersamaku, lalu Malaikat Jibril memajukan diriku hingga aku menjadi imam mereka. Sesudah itu Jibril membawaku naik ke langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke Sidratul Muntaha. Di sana, Nabi menerima perintah salat 5 waktu dari Allah dari sebelumnya 50 waktu sehari.

Dari jalur lain, Ibnu Abu Hatim mengatakan, dari Anas bin Malik menceritakan bahwa pada malam Rasulullah ﷺ menjalani Isra ke Baitul Maqdis, Malaikat Jibril datang kepadanya dengan membawa seekor hewan yang lebih besar dari keledai, tetapi lebih kecil dari begal (Buraq), lalu Malaikat Jibril menaikkan Nabi. ke atas hewan itu.

Kedua kaki depan hewan itu melangkah sejauh pandangan matanya. Setelah sampai di Baitul Maqdis dan tiba di suatu tempat yang diberi nama Bab Muhammad (Pintu Muhammad), lalu menuju ke sebuah batu yang ada di tempat itu, maka Jibril menusuknya dengan jari telunjuknya hingga berlubang, dan hewan itu ditambatkan di tempat tersebut.

Setelah itu Nabi ﷺ menaiki tangga masjid. Ketika keduanya telah berada di serambi masjid, Malaikat Jibril ber­kata, "Hai Muhammad, tidakkah engkau meminta kepada Tuhanmu agar Dia memperlihatkan kepadamu bidadari-bidadari yang bermata jelita?" Nabi menjawab, "Ya, saya akan memohon itu kepada-Nya." Malaikat Jibril berkata, "Kalau begitu, berangkatlah dan temuilah wanita-wanita itu serta ucapkanlah salam kepada mereka."

Saat itu para bidadari sedang duduk-duduk di sebelah kiri Sakhrah. Maka saya datang menemui mereka serta mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka membalas salamku. Lalu saya bertanya, "Siapakah kalian ini?" Mereka menjawab, "Kami adalah bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, istri-istri kaum yang bertakwa, yang bersih dari noda-noda dosa; mereka bermukim (di dalam surga) dan tidak akan pergi (darinya), dan mereka hidup kekal dan tidak akan mati (selama-lamanya)." Kemudian saya pergi.

Tidak lama kemudian saya melihat banyak orang telah berkumpul, lalu diserukanlah azan dan sesudahnya diserukan iqamah untuk salat. Maka kami berdiri dalam keadaan bersaf, menunggu orang yang akan mengimami kami. Ternyata Jibril memegang tangan­ku, lalu mengajukanku ke depan menjadi imam. Maka saya salat bersama mereka. Setelah selesai sholat, Jibril bertanya kepadaku, "Hai Muhammad, tahukah kamu siapakah orang-orang yang salat di belakangmu tadi?" Nabi menjawab, "Tidak tahu." Jibril berkata, "Orang-orang yang tadi salat di belakangmu adalah semua Nabi yang diutus oleh Allah."

Baca juga: Kisah Khalifah Umar Menuju Pelestina: Mengendarai Unta dengan Pakaian Bertambal

Kemudian Jibril memegang tanganku dan membawaku naik ke langit. Hingga Nabi sampai ke Sidratul Muntaha dan menghadap Allah dan menerima perintah salat 5 waktu.

Rasulullah Saw bersabda: "Ketika orang-orang Quraisy mendustakan peristiwa perjalan­an Isra-ku ke Baitul Maqdis, maka saya berdiri di Hijril Ismail lalu Allah menampakkan kepadaku Baitul Maqdis. Maka saya menceritakan kepada mereka tentang ciri-ciri khasnya seraya memandang ke arah pemandang­an yang ditampilkan Allah kepadaku itu." (HR Ahmad)

Keutamaan Negeri Syam

Berikut di antara keistimewaan negeri Syam :

1. Pernah Didoakan Rasulullah ﷺ

Berikut doa Rasulullah untuk keberkahan Syam:

اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان


Artinya: "Ya Allah, berilah kami barokah pada negeri Syam, Ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah berdoa: 'Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman'. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah menjawab: "Di sana terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk setan." (HR Al-Bukhari)

2. Kebaikan Ada pada Negeri Syam

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا


Artinya: "Kebaikan pada negeri Syam. Kami bertanya, 'Mengapa wahai Rasulullah?' Beliau bersabda: "Karena Malaikat rahmat mengembangkan sayap di atasnya." (HR Tirmidzi)

3. Benteng Islam Saat Terjadinya Perang Akhir Zaman

تحت كل راية اثنا عشر ألفا ، فسطاط المسلمين يومئذ في أرض يقال لها: الغوطة ، فيها مدينة و يقال لها: دمشق


Artinya: "Pada tiap panji terdiri dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghouthah, daerah sekitar Kota Damaskus (Suriah)." (HR Ahmad)

4. Tempat Turunnya Nabi Isa Menjelang Kiamat

وإن عيسى نازل فإذا رأيتموه فاعرفوه رجل مربوع على الحمرة والبياض ينزل بين ممصرتين كأن رأسه يقطر وإن لم يصبه بلل


Artinya: "Nabi Isa 'alaihissalam akan turun berdekatan dengan menara putih di timur Damsyik (Damaskus), dengan memakai pakaian kuning. Dua telapak tangannya terletak di atas sayap dua Malaikat. Apabila dia menundukkan kepalanya meneteslah air. Apabila dia mengangkat kepalanya lagi, turunlah daripadanya seperti untaian mutiara." (HR Muslim)

5. Tempat Terbunuhnya Dajjal di Tangan Nabi Isa

يأتي المسيح الدجال من قبل المشرق وهمته المدينة حتى ينزل دائر أحد - يعني: قريباً من جبل أحد - ثم تصرف الملائكة وجهه قبل الشام وهناك يهلك


Artinya: "Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh Malaikat, maka Malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan." (HR Ahmad) Riwayat lain menyebutkan: "Lalu, turunlah Isa bin Maryam di menara putih di bagian timur Damaskus. Isa bin Maryam menemukan Dajjal di Pintu Lod, kemudian membunuhnya." (HR Abu Dawud)

Baca juga: Palestina Bumi Ribath Akhir Zaman, Ini Beberapa Keutamaannya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Ustaz Abdul Somad :...
Ustaz Abdul Somad : Umat Islam Harus Berdiri Tegak Bersama Negara yang Bela Palestina
Cara Menghidupkan Malam...
Cara Menghidupkan Malam Nisfu Syaban ala Penduduk Makkah dan Negeri Syam
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Penemuan Bawah Laut...
Penemuan Bawah Laut Indonesia Berusia 140.000 Tahun Ungkap Rahasia Manusia Purba
Elemen Kimia Terpenting...
Elemen Kimia Terpenting Ditemukan di Laboratorium Ilmuwan Terhebat dalam Sejarah
Asal-usul Gumpalan Raksasa...
Asal-usul Gumpalan Raksasa di Samudra Pasifik Akhirnya Terungkap
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved