Teladan Nabi Muhammad SAW saat di Rumah: Bantu Istri dan Bergegas Salat

Sabtu, 27 September 2025 - 22:43 WIB
loading...
Teladan Nabi Muhammad...
Teladan Nabi Muhammad SAW saat di Rumah: Bantu Istri dan Bergegas Salat/Andryanto Wisnuwidodo/SindoNews
A A A
Nabi Muhammad SAW hadir ke muka bumi ini menjadi cahaya yang menerangi jalan kehidupan umat manusia. Kesempurnaan akhlaknya menjadi suri teladan bagi seluruh umat, baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ


Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Baca Juga: Golongan Manusia yang Dihiraukan Allah SWT di Hari Kiamat, Siapa Mereka?

Merilis laman Hikmah Kementerian Agama, Imam Al-Qurthubi menjelaskan, maknauswatun hasanahdalam ayat tersebut adalah teladan baik Nabi Muhammad yang harus diikuti oleh seorang muslim di setiap perilaku dan keadaannya. (Imam Al-Qurthubi,Al-Jami'ul Ahkamil Qur'an[Beirut, Mu'assasatur Risalah: 2006], juz 17, halaman 108)

Di antara teladan baik Nabi Muhammad adalah kemuliaan akhlaknya dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang mestinya bisa ditiru oleh seorang suami, yaitu mengerjakan pekerjaan rumah sehingga tidak merepotkan istrinya dan bergegas menunaikan ibadah shalat. Hal ini tergambar dalam sebuah hadits sebagaimana berikut:

عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ


Artinya: “Dari Al-Aswad, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: apa yang Rasulullah ﷺ lakukan saat di rumah? Ia menjawab: beliau membantu pekerjaan keluarganya, jika azan berkumandang, beliau keluar (untuk shalat).” (HR Bukhari)

Syekh Ibnu Allan menjelaskan, makna lafazmihnati ahlihidalam hadits tersebut mencakup sejumlah pekerjaan yang dilakukan oleh Nabi saat di rumah. Di antaranya adalah memeriksa pakaian dari kutu, memerah susu kambing, menambal baju, menjahit sandal, melayani dirinya sendiri, memberi makan hewan tunggangan, menyapu rumah, mengikat unta, makan bersama pembantu, membantu membuat adonan, dan membawa barang dagangan dari pasar. (Ibnu Allan,Dalilul Falihin lit Thuruqi Riyadhis Shalihin[Beirut, Darul Kitabil Arabi: t.t], juz V, halaman 71)

Di sisi lain, walaupun Nabi Muhammad adalah seorang Rasul yang punya kedudukan tinggi serta dimuliakan dengan wahyu dan mukjizat, namun beliau tetap membantu keluarga dan mengurus dirinya sendiri tanpa meminta untuk dilayani. Menurut Imam Al-Munawi, hal itu menjadi sebuah pelajaran bagi umat Islam agar selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong.

وَفِيهِ أَنَّ ٱلْإِمَامَ ٱلْأَعْظَمَ يَتَوَلَّى أُمُورَهُ بِنَفْسِهِ، وَأَنَّهُ مِنْ دَأْبِ ٱلصَّالِحِينَ


Artinya: “Di dalamnya mengandung pelajaran bahwa seorang pemimpin agung itu menangani urusannya sendiri, dan hal tersebut merupakan kebiasaan orang-orang saleh." (Al-Munawi, Faidlul Qadir [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2001] juz V, hal 269-270).

Sementara itu, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menerangkan, hadits ini menegaskan bahwa apabila seseorang sedang sibuk dengan urusan dunianya kemudian tiba waktu shalat, hendaknya ia meninggalkan pekerjaan tersebut dan bergegas untuk menunaikan ibadah shalat, entah itu menjadi imam ataupun makmum. (Ibnu Rajab Al-Hambali,Fathul Bari fi Syarhi Shahih Bukhari[Madinah, Maktabah Al-Ghuroba Al-Atsariyyah: 1996], juz VI, halaman 109)

Itulah teladan Nabi saat di rumah yang mesti ditiru oleh seorang suami. Kepemimpinan suami dalam rumah tangga akan semakin menjadi lebih baik ketika mengikuti sunnah Rasul ini, yaitu membantu pekerjaan rumah demi meningkatkan keharmonisan keluarga. Selain itu, seorang suami hendaknya bersegera menunaikan shalat ketika waktunya telah tiba karena urusan dunia tidak akan ada habisnya.

Wallahu a‘lam.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Rekomendasi
Tulang Belulang Raksasa...
Tulang Belulang Raksasa Berceceran, Arkeologi Temukan Sarang Gajah Purba
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Artikel Terkini
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Infografis
Imbau Salat Idul Adha...
Imbau Salat Idul Adha di Rumah, JK : Tak Ada Ibadah yang Hilang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved