Buka Halaqah Internasional, Menag Minta Pesantren Kembangkan Tradisi Intelektual

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 17:59 WIB
loading...
Buka Halaqah Internasional,...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong pondok pesantren (ponpes) mengembangkan tradisi intelektual yang kritis. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong pondok pesantren (ponpes) mengembangkan tradisi intelektual yang kritis. Termasuk mengkaji kitab-kitab turats dengan pendekatan multidisipliner.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar membuka Halaqah Internasional yang mengangkat tema “Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats” di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis 2 Oktober 2025.

Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya cara membaca yang komprehensif sebagaimana diperintahkan Al-Qur'an. Nasaruddin Umar menjelaskan ada tiga objek utama bacaan bagi setiap Muslim, khususnya para santri yakni, membaca alam semesta (makrokosmos), membaca ayat-ayat yang merasuk dalam diri manusia (mikrokosmos), dan membaca kitab suci Alquran (wahyu).

“Yang pertama adalah membaca alam semesta, yang kedua adalah membaca ayat-ayat yang merasuk dalam diri manusia, dan yang ketiga adalah membaca kitab suci Alquran,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Baca juga: Buka MQK Internasional, Menag: Awal Kebangkitan Peradaban Islam Modern

Nasarusdin Umar menyebut, kata iqra’ tidak sekadar berarti melafalkan huruf, tetapi juga menghimpun. Seperti pohon yang menghimpun akar, batang, daun, dan buah; atau manusia yang menghimpun seluruh unsur makrokosmos dalam dirinya.

“Himpunan yang paling sempurna adalah manusia. Karena itu, Ibnu Arabi menyebut bahwa sejatinya makrokosmos itu manusia, bukan alam semesta,” jelasnya.

Nasaruddin Umar menegaskan pesantren jangan berhenti pada bacaan tekstual semata. Al-Qur'an harus dipahami tidak hanya sebagai kitabullah atau petunjuk bagi seluruh manusia tetapi juga sebagai kalamullah yakni firman Allah yang hanya bisa diakses melalui ketakwaan dan kedalaman spiritual.

Baca juga: 10 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada September 2025, Ini Daftar Namanya

“Jangan kita bangga hanya karena hapal Al-Qur'an atau mampu menafsirkannya. Di atas langit masih ada langit. Masih ada lapisan terdalam, yakni haqaiq Al-Qur'an,” ucap Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Nasaruddin Umar kemudian mengurai empat tingkatan bacaan Al-Qur'an antara lain teks Al-Qur'an, isyarat Al-Qur'an, lathaif Al-Qur'an, dan haqaiq Al-Qur'an.

Nasaruddin Umar mengaitkan tema halaqah dengan krisis ekologi. Menurutnya, menyelamatkan lingkungan tidak cukup dengan mengubah perilaku (ethos), melainkan harus dimulai dari pembaruan cara berpikir (logos) bahkan fondasi teologisnya.

"Mustahil kita bisa mengubah ethos tanpa mengubah logos. Dan mustahil kita mengubah logos tanpa meninjau teologi,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Kisah Abdullah bin Salam,...
Kisah Abdullah bin Salam, Orang Yahudi Bani Israil yang Percaya Al Quran
HPSN 2026, P3M dan KLH...
HPSN 2026, P3M dan KLH Ajak Pesantren Atasi Darurat Sampah
1 Ramadan 1447 Hijriah...
1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, Begini Penjelasan Menag
BREAKING NEWS! Pemerintah...
BREAKING NEWS! Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026
Rekomendasi
Data Satelit NASA Selama...
Data Satelit NASA Selama 24 Tahun Ungkap Hal Menakutkan Ini Bakal Terjadi di Bumi
Myanmar dan Bangladesh...
Myanmar dan Bangladesh Diminta Bersiap Hadapi Topan Mocha Hari Minggu Ini
Burung Dataran Tinggi...
Burung Dataran Tinggi Berevolusi untuk Perlindungan dari Dingin Ekstrem
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved