Adab-adab di Dalam Masjid, Umat Islam Wajib Tahu!
Minggu, 07 Desember 2025 - 12:15 WIB
loading...
Adab-adab di dalam masjid wajib diketahui umat Islam. Karena sebagai tempat ibadah, masjid menempati kedudukan yang tinggi sebagai tempat terbaik dan yang mulia . Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Adab-adab di dalam masjid wajib diketahui umat Islam. Karena sebagai tempat ibadah, masjid menempati kedudukan yang tinggi sebagai tempat terbaik dan yang mulia .
Dalam kitab 'Min Aadaabi al-Masajid', karya Abdullah bin Ahmad al-Alafah al-Ghamidiy menjelaskan tentang adab-adab yang harus diperhatikan ketika berada di dalam masjid. Di antaranya:
"Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menyingkir dari kami. Atau beliau bersabda “Menjauhi masjid kami dan hendaknya ia duduk saja di rumahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Barangsiapa memakan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung maka janganlah ia mendekati masjid kami. Karena malaikat juga merasa tertenggu dengan apa-apa yang membuat bani Adam merasa terganggu” (HR. Muslim)
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk Masjid, maka hendaklah ia mengucapkan, “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahamat-Mu. Dan apabila ia keluar, maka hendaknya ia mengucapkan, “Ya Allah sesungguhnya Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu” (HR. Muslim)
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” ( QS. al-Jin: 18)
Baca juga: 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…”(Qs. al-A”raf: 31)
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah ia duduk hingga ia salat dua rakaat” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka hendaklah ia salat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR. Muslim)
“Antara setiap dua adzan (azan dan iqomah) ada kesempatan mengerjakan shalat, Antara setiap dua adzan (azan dan iqomah) ada kesempatan mengerjakan salat. Kemudian, beliau mengatakan pada kali ketiganya, “Bagi siapa yang mau.” (HR. Bukhari)
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
“Doa antara azan dan iqomah diijabah, maka berdoalah kalian” (HR. Ibnu Hibban)
“Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak layak untuk air kencing dan kotoran. Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk zikrullah, salat dan membaca al-Qur”an” (HR. Muslim)
"Jika kamu melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: “Semoga Allah tidak memberi keuntungan dari jual belimu” (HR. at-Tirmidzi)
“Barangsiapa mendengar seseorang mencari barangnya yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya:”Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu !” Karena masjid bukan dibangun untuk ini” (HR. Muslim)
Umar bertanya: “Darimana kalian berdua ? Dari Thaif, jawab mereka berdua. Umar berkata: “Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah-pen), niscaya akan aku pukul kalian ! Karena kalian meninggikan suara di dalam Masjid Rasulullah (HR.Bukhari)
“Janganlah kalian jadikan masjid sebagai tempat melintas, kecuali untuk zikir dan salat“ (HR. ath-Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir)
Baca juga: Mabuk Cinta dan Bahayanya Menurut Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam kitab 'Min Aadaabi al-Masajid', karya Abdullah bin Ahmad al-Alafah al-Ghamidiy menjelaskan tentang adab-adab yang harus diperhatikan ketika berada di dalam masjid. Di antaranya:
1. Menjaga pakaian, badan dan mulut dari bau yang tidak sedap
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ
"Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menyingkir dari kami. Atau beliau bersabda “Menjauhi masjid kami dan hendaknya ia duduk saja di rumahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
مَنْ أَكَلَ اَلْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ – فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
“Barangsiapa memakan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung maka janganlah ia mendekati masjid kami. Karena malaikat juga merasa tertenggu dengan apa-apa yang membuat bani Adam merasa terganggu” (HR. Muslim)
2. Saat memasukinya berdoa memohon dibukakan pintu rahmatnya dan saat keluar darinya berdoa memohon karunianya
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk Masjid, maka hendaklah ia mengucapkan, “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahamat-Mu. Dan apabila ia keluar, maka hendaknya ia mengucapkan, “Ya Allah sesungguhnya Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu” (HR. Muslim)
3.Menjaga diri dari tindakan menyekutukan Allah SWT
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” ( QS. al-Jin: 18)
Baca juga: 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
4.Mengenakan pakaian yang suci, bersih, dan menutup aurat
Allah Ta'ala berfirman:يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…”(Qs. al-A”raf: 31)
5. Melakukan salat dua rakaat tahiyatul masjid sebelum duduk
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah ia duduk hingga ia salat dua rakaat” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka hendaklah ia salat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR. Muslim)
6. Memanfaatkan waktu antara azan dan iqomah untuk salat atau berdoa
Dari Abdullah bin Mughaffal, ia berkata, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaبَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Antara setiap dua adzan (azan dan iqomah) ada kesempatan mengerjakan shalat, Antara setiap dua adzan (azan dan iqomah) ada kesempatan mengerjakan salat. Kemudian, beliau mengatakan pada kali ketiganya, “Bagi siapa yang mau.” (HR. Bukhari)
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
اَلدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ يُسْتَجَابُ فَادْعُوْا
“Doa antara azan dan iqomah diijabah, maka berdoalah kalian” (HR. Ibnu Hibban)
7. Menjaga kebersihan masjid dari kotoran
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaإِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لاَ تَصْلُحُ لِشَىْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلاَ الْقَذَرِ إِنَّمَا هِىَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
“Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak layak untuk air kencing dan kotoran. Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk zikrullah, salat dan membaca al-Qur”an” (HR. Muslim)
8. Tidak melakukan transaksi jual beli
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaإِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوْا لَا أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ
"Jika kamu melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: “Semoga Allah tidak memberi keuntungan dari jual belimu” (HR. at-Tirmidzi)
9. Tidak mencari barang hilang di masjid
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:مَنْ سَمِعَ رَجُلاً يَنْشُدُ ضَالَّةً فِى الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لاَ رَدَّهَا اللَّهُ عَلَيْكَ فَإِنَّ الْمَسَاجِدَ لَمْ تُبْنَ لِهَذَا
“Barangsiapa mendengar seseorang mencari barangnya yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya:”Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu !” Karena masjid bukan dibangun untuk ini” (HR. Muslim)
10. Tidak bertengkar dan meninggikan suara di dalam masjid
Diriwayatkan dari as-Saib bin Yazid, ia berkata: “Suatu ketika aku berada di masjid Nabawi, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil kecil. Aku melihatnya ternyata orang itu Umar bin Khatthab. Ia berkata: “ Pergi dan bawalah kedua lelaki itu kemari.” Maka aku pun membawa kedua lelaki yang dimaksud ke hadapan beliau.Umar bertanya: “Darimana kalian berdua ? Dari Thaif, jawab mereka berdua. Umar berkata: “Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah-pen), niscaya akan aku pukul kalian ! Karena kalian meninggikan suara di dalam Masjid Rasulullah (HR.Bukhari)
11. Tidak menjadikan masjid sebagai tempat melintas, tanpa mengerjakan salat di dalamnya
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:لَاتَتَّخِذُوْا الْمَسَاجِدَ طُرُقًا إِلَّا لِذِكْرٍ أَوْ صَلَاةٍ
“Janganlah kalian jadikan masjid sebagai tempat melintas, kecuali untuk zikir dan salat“ (HR. ath-Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir)
Baca juga: Mabuk Cinta dan Bahayanya Menurut Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :