Sunan Giri Pendakwah Pertama di Bumi Kalimantan
Senin, 14 September 2020 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
Secara kajian ilmiah, saya secara pribadi tidak menemukan adanya pengaruh kekhalifahan Turki Utsmani pada periodesasi ini. Sebab pada rentang abad ke-15 M yang ketika itu bertepatan dengan kepemimpinan Sultan Muhammad al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel (1451-1481 M) atau jika ditarik lebih awal lagi pada masa pemerintahan ayahnya Sultan Muhammad I (1421-1451 M).
Pada masa itu, kekhalifahan Turki Ustmani tengah menghadapi banyak peperangan dan penaklukan pasca peperangan Salib yang sedang bergelora di Eropa. Dengan pengertian lain, kekhalifahan Turki Ustmani belum memusatkan adanya hubungan kerjasama politik atau pun militer dengan kerajaan Islam di Nusantara.
(Baca Juga: MUI Minta Aktor Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas )
Kembali pada Islamisasi di bumi Kerajaan Banjar awal bahwa jelas di sana belum ada pengaruh politik, baik dari kerajaan Islam di Jawa maupun kerajaan Islam yang tengah berkuasa di Asia atau di Timur Tengah kala itu.
Semangat dakwah yang pertama kali tertancap di bumi Kalimantan murni atas dasar kemurniaan dakwah mengenal keagungan Islam secara kultural yang bersumber langsung dari para ulama dan dai yang ikhlas lillahi ta'ala.
Selanjutnya, pengaruh kultural ini akan terlihat pada sepak terjang perjalanan Islam di bumi Banjar mulai abad ke-15 M hingga abad 21 hari ini yang nampak jelas pada praktik keberagamaan masyarakat muslimnya yang lebih nyaman dengan gaya sufistik, ketimbang gaya pergerakan Islam progresif atau revolusioner.
Dengan kata lain, masyarakat muslim Banjar tidak terlalu tertarik dengan gaya Islam pergerakan atau revolusioner. Dan tidak ada fakta sejarah atau situs sejarah adanya pengaruh kekhalifahan Turki Ustmani pada masa kerajaan Banjar pada periodesasi awal ini.
Inilah mengapa kultur budaya dan nuansa keislaman bagi orang Melayu Banjar menyatu dengan kehidupan mereka yang lebih senang merindukan kebersamaan bersama Tuhan dan Rasulnya dalam amaliah-amaliah sufistik. (Baca Juga: Betapa Zuhudnya Rasulullah, Gelas Beliau Hanya Terbuat dari Tanah Liat )
Wallahu Ta'ala A'lam
Pada masa itu, kekhalifahan Turki Ustmani tengah menghadapi banyak peperangan dan penaklukan pasca peperangan Salib yang sedang bergelora di Eropa. Dengan pengertian lain, kekhalifahan Turki Ustmani belum memusatkan adanya hubungan kerjasama politik atau pun militer dengan kerajaan Islam di Nusantara.
(Baca Juga: MUI Minta Aktor Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas )
Kembali pada Islamisasi di bumi Kerajaan Banjar awal bahwa jelas di sana belum ada pengaruh politik, baik dari kerajaan Islam di Jawa maupun kerajaan Islam yang tengah berkuasa di Asia atau di Timur Tengah kala itu.
Semangat dakwah yang pertama kali tertancap di bumi Kalimantan murni atas dasar kemurniaan dakwah mengenal keagungan Islam secara kultural yang bersumber langsung dari para ulama dan dai yang ikhlas lillahi ta'ala.
Selanjutnya, pengaruh kultural ini akan terlihat pada sepak terjang perjalanan Islam di bumi Banjar mulai abad ke-15 M hingga abad 21 hari ini yang nampak jelas pada praktik keberagamaan masyarakat muslimnya yang lebih nyaman dengan gaya sufistik, ketimbang gaya pergerakan Islam progresif atau revolusioner.
Dengan kata lain, masyarakat muslim Banjar tidak terlalu tertarik dengan gaya Islam pergerakan atau revolusioner. Dan tidak ada fakta sejarah atau situs sejarah adanya pengaruh kekhalifahan Turki Ustmani pada masa kerajaan Banjar pada periodesasi awal ini.
Inilah mengapa kultur budaya dan nuansa keislaman bagi orang Melayu Banjar menyatu dengan kehidupan mereka yang lebih senang merindukan kebersamaan bersama Tuhan dan Rasulnya dalam amaliah-amaliah sufistik. (Baca Juga: Betapa Zuhudnya Rasulullah, Gelas Beliau Hanya Terbuat dari Tanah Liat )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :