Sunan Giri Pendakwah Pertama di Bumi Kalimantan

Senin, 14 September 2020 - 16:43 WIB
loading...
Sunan Giri Pendakwah...
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
A A A
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Ada satu fakta sejarah yang jarang diungkap oleh para peneliti, apalagi diketahui jamak oleh orang awam bahwa pengaruh masuknya Islam di bumi Banjar tak terlepas dari pengaruh dakwah walisongo , khususnya Sunan Giri .
Saya secara pribadi tidak melihat kiprah dakwah itu sebagai bagian dari dakwah politik kerajaan Islam Demak, sebab kiprah Raden Paku atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri itu sudah lebih dahulu dari berdiri dan tumbuhnya Kerajaan Islam Demak sebagai kekuatan baru pesaing kerajaan Hindu Majapahit yang sudah mulai runtuh ketika itu.

Jika dilihat dari kronologis sejarahnya, kiprah dakwah Sunan Giri telah ada berlangsung pada awal abad ke-15 Masehi di Kalimantan Selatan. Kedatangan Sunan Giri ditengarai pada tahun 1470 M; dimana ketika itu pusat perdagangan di pelabuhan Bandar Masih (yang kemudian berganti nama penyebutannya menjadi Banjarmasin) sedang mengalami puncak keramaian interaksi pedagang dari berbagai mancanegara.

(Baca Juga: Penusukan Syekh Ali Jaber Tindakan Teror, Polri Harus Usut Tuntas )

Ada pula penelitian yang menyebutkan kedatangan Sunan Giri pertama kalinya di pelabuhan Muara Bahan yang hari ini dikenal dengan nama Marabahan. Kedatangan beliau bukan sekedar misi dakwah, namun juga dalam rangka perdagangan, sebab kedatangan beliau bersama tiga buah kapal dagang. (Baca Juga: Habib Ali Al-Habsyi Kwitang, Tokoh Ulama Penentu Tanggal Kemerdekaan RI )

Terlepas apakah misi beliau dalam rangka berdagang atau berdakwah semata, namun catatan sejarah yang tidak bisa dilupakan bahwa orang-orang dayak Bakumpai yang tinggal di pesisir Muara Bahan, ternyata mereka telah ditemukan memeluk Islam lebih dahulu ketimbang, masuknya Islam Raja Pertama Banjar; Sultan Suriansyah pada kisaran tahun 1526 M dengan diutusnya Khatib Dayan dari kerajaan Demak atas bantuan bala tentara Demak membantu memenangkan peperangan Pangeran Samudera (nama lain Sultan Suriansyah sebelum memeluk Islam ).

Saya melihat kiprah Sunan Giri di Kalimantan pada umumnya, khususnya di bumi Banjar sebagai tanggung jawab serta tugas para pendakwah khususnya bagi kalangan Alawiyyin yang memiliki misi mengislamkan bumi Nusantara, termasuk bumi kerajaan Banjar yang ketika itu masih dipimpin oleh kerajaan Daha yang memeluk agama Hindu.

Meskipun faktanya, kerajaan Daha memeluk agama Hindu, namun pada masyarakat Banjar yang notabene suku Melayu tidak ditemukan adanya kepercayaan agama Hindu yang mengakar kuat pada keyakinan masyarakatnya, terkecuali hanya beberapa tradisi simbolik dalam beberapa aspek kecil saja yang kemudian berasimilasi dengan nilai-nilai Islami .

Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dan mengakar dari agama Hindu bagi masyarakat Melayu Banjar, hingga datangnya pengaruh Islam yang benar-benar menjadi roh dan nafas kehidupan bagi masyarakat orang Melayu Banjar.
Sunan Giri Pendakwah Pertama di Bumi Kalimantan

Jika diruntut lebih mendalam lagi, Sunan Giri merupakan keturunan Rasulullah SAW melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Ibrahim Zainuddin Al-Akbar As-Samarqandy (Ibrahim Asmoro), Maulana Ishaq, dan Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Dengan demikian, sumber dakwah Islamnya masyarakat Banjar boleh dikatakan bukan semata dari pengaruh Islam Demak di Jawa, akan tetapi lebih awal memang bersumber langsung dari keturunan Ahli Bait yang sumber utamanya bermuara pada datuk pertama mereka al-Imam Ahmad bin Muhajir di Yaman. (Baca Juga: Jejak Dakwah Persuasif Walisongo di Nusantara )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Musyrif Cinta Quran...
Musyrif Cinta Quran Center Tembus Grand Final Cahaya Muda Indonesia
Rekomendasi
Indonesia Akan Kehilangan...
Indonesia Akan Kehilangan Warisan Alam Bagian Terpenting Bumi
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Teliti Bangkai yang...
Teliti Bangkai yang Dipercaya Peri, Ilmuwan Pastikan Bukan Makhluk dari Bumi
Artikel Terkini
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved