Melatih Tanggung Jawab Anak dengan Sikap Profesional
Senin, 14 September 2020 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ihsan dalam semua urusan.” (HR. Muslim)
Dan makna ihsan di sini diperjelas Nabi dalam lanjutan hadis tersebut.
فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ
“Maka kalau kalian membunuh hendaklah kalian memperbaiki cara membunuh dan kalau kalian menyembelih hendaklah kalian memperbaiki cara menyembelih kalian.”
(Baca juga : 10 Provinsi Tercatat Penambahan di Atas 100 Kasus Corona )
Jika kamu melakukan eksekusi atau menghilangkan nyawa, harus dilakukan dengan baik, bukan sekadar asal-asalan dan yang penting mati, tidak. Demikian juga contoh yang lain adalah menyembelih hewan sembelihan. Bukan yang menjadi tujuan kita adalah bagaimana hewan mati, tapi bagaimana hewan itu mati dengan baik.
Jadi ini adalah profesionalisme di dalam melakukan tugas yang kita kerjakan. Sampai-sampai contohnya di sini disebutkan Nabi bahwa menyembelih pun harus profesional. Bagaimana caranya? Yaitu hendaklah menajamkan mata pisaunya dan dia buat nyaman hewan yang disembelihnya. Jadi tidak disiksa, tidak dibanting kanan banting kiri. Sebagian orang ketika menyembelih mereka menyiksa lebih dulu sebelum hewan itu mati. Ada yang pakai pisau tumpul sehingga hewan itu harus sekarat berjam-jam baru mati. Ini tentunya menyakiti hewan tersebut. Artinya ini tidak profesional, ini amatiran.
(Baca juga : Menteri Bambang Ungkap Jurus agar Bonus Demografi Tak Jadi Beb an)
Karena itu, seorang muslim harus bisa melakukan tugas dan tanggung jawab yang diembannya dengan baik, dengan profesional. Maka ada kaidah dalam Islam:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ihsan dalam semua urusan.” (HR. Muslim)
Dan makna ihsan di sini diperjelas Nabi dalam lanjutan hadis tersebut.
فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ
“Maka kalau kalian membunuh hendaklah kalian memperbaiki cara membunuh dan kalau kalian menyembelih hendaklah kalian memperbaiki cara menyembelih kalian.”
(Baca juga : 10 Provinsi Tercatat Penambahan di Atas 100 Kasus Corona )
Jika kamu melakukan eksekusi atau menghilangkan nyawa, harus dilakukan dengan baik, bukan sekadar asal-asalan dan yang penting mati, tidak. Demikian juga contoh yang lain adalah menyembelih hewan sembelihan. Bukan yang menjadi tujuan kita adalah bagaimana hewan mati, tapi bagaimana hewan itu mati dengan baik.
Jadi ini adalah profesionalisme di dalam melakukan tugas yang kita kerjakan. Sampai-sampai contohnya di sini disebutkan Nabi bahwa menyembelih pun harus profesional. Bagaimana caranya? Yaitu hendaklah menajamkan mata pisaunya dan dia buat nyaman hewan yang disembelihnya. Jadi tidak disiksa, tidak dibanting kanan banting kiri. Sebagian orang ketika menyembelih mereka menyiksa lebih dulu sebelum hewan itu mati. Ada yang pakai pisau tumpul sehingga hewan itu harus sekarat berjam-jam baru mati. Ini tentunya menyakiti hewan tersebut. Artinya ini tidak profesional, ini amatiran.
(Baca juga : Menteri Bambang Ungkap Jurus agar Bonus Demografi Tak Jadi Beb an)
Karena itu, seorang muslim harus bisa melakukan tugas dan tanggung jawab yang diembannya dengan baik, dengan profesional. Maka ada kaidah dalam Islam:
Lihat Juga :