Kisah Abu Dzar Al-Ghifari yang Membuat Rasulullah Takjub dan Bangga

loading...
Rasulullah صلى الله عليه وسلم sendiri maklum akan watak murid barunya yang ulung ini serta keberaniannya yang menakjubkan dalam melawan kebathilan. Hanya sayang, saatnya belum tiba untuk berdakwa terang-terangan. Rasulullah memerintahkan Abu Dzar kembali ke kampungnya sampai Islam lahir secara terang-terangan.

Ketika berkumpul dengan kaumnya, Abu Dzar menceritakantentang Nabi yang baru diutus Allah, yang menyeru kepada Allah Yang Maha Esa dan membimbing mereka supaya berakhlak mulia. Alhasil, seorang demi seorang dari kaumnya masuk Islam. Bahkan atas izin Allah, suku lain yaitu suku Aslam pun ikut memeluk Islam. Cahaya Islam pun terpancar dan semakin bersinar.

(Baca Juga: Tambah 1.027 Kasus Positif COVID-19, Kapasitas Isolasi RS di Jakarta Tinggal 25%)

Rasulullah Kagum dan Makin Takjub
Hari-hari berlalu mengikuti peredaran masa, Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah hijrah ke Madinah dan menetap bersama kaum muslimin. Suatu hari, barisan panjang terdiri atas pengendara dan pejalan kaki menuju pinggiran kota, meninggalkan kepulan debu di belakangmereka.

Ternyata rombongan besar itu adalah kabilah-kabilah Ghifar dan suku Aslam yang dikerahkan oleh Abu Dzar. Laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak, semuanya masuk Islam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم semakin takjub dan kagum! Sabda beliau menunjukkan ketakjuban itu: "Sungguh, Allah memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya."

Rasulullah melayangkan pandangannya kepada wajah-wajah yang berseri-seri, pandangan yang diliputi rasa haru dan cinta kasih. Sambil menoleh kepada suku Ghifar, beliau bersabda:"Suku Ghifar telah di-ghafar (diampuni oleh Allah). Kemudian sambil menghadap kepada suku Aslam, sabdanya pula: Suku Aslam telah disalam (diterima dengan damai oleh Allah)."

(Baca Juga: MUI Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Bentuk Teror Terhadap Ulama)

Dan mengenai Abu Dzar, muballigh ulung yang berjiwa bebas dan bercita-cita mulia itu, Rasulullah menyampaikan ucapan istimewa kepadanya. Beliau bersabda: "Takkan pernah lagi dijumpai di bawahlangit ini, orang yang lebih benar ucapannya dari Abu Dzar".

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bagai telah membaca hari depan sahabatnya itu dan menyimpulkan kesemuanya pada kalimat tersebut. Kebenaran yang disertai keberanian, itulah prinsip hidup Abu Dzar secara keseluruhan! Benar batinnya, benar pula lahirnya.Benar aqidahnya dan benar pula ucapannya.

Demikian kisah keberanian Abu Dzar dan kemantapan iman yang membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم takjub dan bangga. Semoga ridha Allah melingkupi Abu Dzar Al-Ghifari. (Baca Juga: Subhanallah, Inilah Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari)
halaman ke-2 dari 3
cover top ayah
وَذَرُوۡا ظَاهِرَ الۡاِثۡمِ وَبَاطِنَهٗ‌ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ یَکْسِبُوۡنَ الۡاِثۡمَ سَيُجۡزَوۡنَ بِمَا كَانُوۡا يَقۡتَرِفُوۡنَ
Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

(QS. Al-An’am:120)
cover bottom ayah
preload video