Kisah Abu Dzar Al-Ghifari yang Membuat Rasulullah Takjub dan Bangga

loading...
Kisah Abu Dzar Al-Ghifari yang Membuat Rasulullah Takjub dan Bangga
Keberanian dan kemantapan iman Abu Dzar Al-Ghifari membuat Rasulullah takjub dan bangga. Foto ilustrasi/Ist
Ketika Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم berdakwah secara sembunyi-sembunyi, sahabat yang satu ini justru tampil terang-terangan mengemban dakwah Islam di hadapan kaum musyrik Mekkah. Jiwa revolusionernya sungguh luar biasa, keberaniannya melawan kebatilan patut diteladani.

Dialah Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu yang memiliki nama asli Jundub bin Janadah. Sahabat dari suku Ghifar ini adalah orang yang keras menentang pemujaan berhala di zaman jahiliyah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم dibuat takjub karena keberaniannya. (Baca Juga: Kisah Abu Dzar Al-Ghifari, Rela Menempuh Perjalanan Jauh Demi Bertemu Rasulullah )

Dikisahkan dalam Buku "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" karya Khalid Muhammad Khalid, suatu hari Abu Dzar pergi menuju Masjidil Haram dan menyerukan dengan kalimat tauhid dengan suara yang keras: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah." Teriakan ini merupakan teriakan pertama menentang kesombongan orang-orang kafir Quraisy.

Abu Dzar dikenal sebagai perantau asing. Ia tidak mempunyai sanak keluarga di Makkah. Sebagai akibatnya, ia pun mendapat perlakuan yang sebetulnya dimaklumi akan dialaminya. Orang-orang musyrik mengepung dan memukulnya hingga rubuh.



Peristiwa yang dialami Abu Dzar itu akhirnya sampai juga kepadapaman Nabi, Sayyidina Abbas. Ia segera mendatangi tempat kejadian itu, tapi dirasanya ia tak dapat melepaskan AbuDzar dari cengkeraman mereka kecuali dengan menggunakan diplomasi halus, semabri berkata katanya kepada mereka: "Wahaikaum Quraisy! Anda semua adalah bangsa pedagang yang mau tak mau akan lewat di kampung Bani Ghifar. Dan orang ini salahseorang warganya, bila ia bertindak akan dapat menghasut kaumnya untuk merampok kafilah-kafilahmu nanti!"

Mereka pun menyadari hal itu, lalu pergi meninggalkan Abu Dzar. Tetapi Abu Dzar yang telah mengenyam manisnya penderitaan dalam membela Agama Allah, tak hendak meninggalkanMakkah sebelum berhasil memperoleh tambahan dari darma baktinya. (Baca Juga: Perjalanan Panjang Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran )

Pada hari berikutnya, tampak olehnya dua wanita sedang thawafkeliling berhala-berhala Usaf dan Na-ilah sambil memohon padanya. Abu Dzar datang dan berdiri menghadangnya, lalu di hadapan mereka berhala-berhala itu dihina sejadi-jadinya. Kedua wanita itu berteriak hingga orang-orang gempar dan berdatangan laksana belalang, lalu menghujani Abu Dzar dengan pukulan hingga tak sadarkan diri.

Ketika beliau siuman, maka yang diserunya tiada lain hanyalahkalimat "Tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah".

Rasulullah صلى الله عليه وسلم sendiri maklum akan watak murid barunya yang ulung ini serta keberaniannya yang menakjubkan dalam melawan kebathilan. Hanya sayang, saatnya belum tiba untuk berdakwa terang-terangan. Rasulullah memerintahkan Abu Dzar kembali ke kampungnya sampai Islam lahir secara terang-terangan.
halaman ke-1
cover top ayah
فَادۡعُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَهُ الدِّيۡنَ وَلَوۡ كَرِهَ الۡـكٰفِرُوۡنَ
Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).

(QS. Ghafir:14)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!