Siapakah Bangsa Rum? Kaum yang Menang Perang dan Mengkhianati Umat Islam di Akhir Zaman
Rabu, 21 Januari 2026 - 13:21 WIB
loading...
A
A
A
"Ingatlah tanda-tanda menjelang datangnya Kiamat (beliau menyebutkan, di antaranya): ...Kemudian perdamaian di antara kalian dan Bani Ashfar (bangsa Romawi), lalu mereka berkhianat. Mereka mendatangi kalian dengan membawa 80 panji perang, untuk setiap panji ada 12.000 (pasukan)." (HR Al-Bukhari)
Dalam Buku "Misteri Dajjal" karya Wiyanto Suud diceritakan, perang umat muslim melawan Bangsa Romawi menjelang Kiamat nanti termasuk perkara yang belum terjadi. Hadis tentang perang ini merupakan berita gembira sekaligus peringatan. Disebut kabar gembira karena kaum muslim kelak akan memperoleh kemenangan dari satu perang ke perang lainnya.
Disebut peringatan, umat Islam perlu mewaspadai karena bangsa Romawi saat itu adalah bangsa yang paling banyak jumlahnya. Korban perang pun banyak berjatuhan di kedua pihak. Perang ini akan berlangsung selama empat hari, tetapi jumlah korban dari kedua belah pihak sangat banyak.
Sampai-sampai, tidak ada seekor burung yang melewati medan pertempuran itu kecuali akan menemui jenazah di sana. Akan tetapi, Allah memberikan kemenangan untuk kaum muslim. Saking banyaknya kaum muslim yang Syahid, harta rampasan perang ketika itu tidak ada gunanya lagi.
Setelah mengalahkan bangsa Romawi, pasukan muslim akan diarahkan untuk penaklukan Konstantinopel (yang kedua). Di sana, umat Islam juga memperoleh kemenangan. Setelah penaklukan Konstantinopel inilah, Dajjal muncul ke muka bumi.
Baca juga: Tanda Akhir Zaman : Mungkinkah Perang Nuklir sama dengan Dukhan?
Karena itu, tak heran jika Al-Qur'an dan Hadits Nabi menyinggung keberadaan bangsa ini. Bahkan, Romawi dibadikan sebagai nama satu Surat Al-Qur'an dengan nama الرُّوۡمُۙ (Ar-Ruum), surat ke 30 dalam mushaf Qur'an terdiri 60 ayat.
Nubuwat Rasulullah juga menyatakan bahwa di akhir zaman sebelum Kiamat, umat Islam akan mengalahkan kekuatan besar bangsa ini. Jika merujuk Surat Ar-Rum ayat 1 yang artinya: "Bangsa Romawi telah dikalahkan." Ayat ini adalah Nubuwah Al-Qur'an terhadap peristiwa yang akan datang. Bangsa Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel awalnya dikalahkan oleh Bangsa Persia pemeluk Majusi. Beberapa tahun kemudian setelah dikalahkan, bangsa Romawi mengalahkan bangsa Persia sebagai balasan atas kekalahan itu.
Bangsa Romawi yang disebut dalam ayat pertama Surat Ar-Rum ialah Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, bukan kerajaan Romawi Barat yang berpusat di Roma. Kerajaan Romawi Barat, jauh sebelum peristiwa yang diceritakan dalam ayat ini terjadi, sudah hancur, yaitu pada Tahun 476 Masehi. Bangsa Romawi mayoritas beragama Nasrani (Ahli Kitab).
Dalam Hadis, bangsa Romawi disebut dengan istilah "Bani Ashfar". (Lihat Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al Asqalani). Untuk memahami siapa orang-orang Romawi yang disebutkan dalam Hadis di atas, terdapat banyak penafsiran dari ulama.
Dalam Buku "Misteri Dajjal" karya Wiyanto Suud diceritakan, perang umat muslim melawan Bangsa Romawi menjelang Kiamat nanti termasuk perkara yang belum terjadi. Hadis tentang perang ini merupakan berita gembira sekaligus peringatan. Disebut kabar gembira karena kaum muslim kelak akan memperoleh kemenangan dari satu perang ke perang lainnya.
Disebut peringatan, umat Islam perlu mewaspadai karena bangsa Romawi saat itu adalah bangsa yang paling banyak jumlahnya. Korban perang pun banyak berjatuhan di kedua pihak. Perang ini akan berlangsung selama empat hari, tetapi jumlah korban dari kedua belah pihak sangat banyak.
Sampai-sampai, tidak ada seekor burung yang melewati medan pertempuran itu kecuali akan menemui jenazah di sana. Akan tetapi, Allah memberikan kemenangan untuk kaum muslim. Saking banyaknya kaum muslim yang Syahid, harta rampasan perang ketika itu tidak ada gunanya lagi.
Setelah mengalahkan bangsa Romawi, pasukan muslim akan diarahkan untuk penaklukan Konstantinopel (yang kedua). Di sana, umat Islam juga memperoleh kemenangan. Setelah penaklukan Konstantinopel inilah, Dajjal muncul ke muka bumi.
Siapa Bangsa Rum?
Siapakah Bangsa Rum? Kaum yang Akan Mengkhianati Umat Islam di Akhir Zaman nanti. Untuk diketahui, Romawi terkenal dengan imperium besar yang menjadi kekuatan super power dunia pada masanya. Bangsa Romawi dikenal dalam sejarah-sejarah peradaban, keilmuwan, dan peninggalan-peninggalannya yang menjadi warisan dunia.Baca juga: Tanda Akhir Zaman : Mungkinkah Perang Nuklir sama dengan Dukhan?
Karena itu, tak heran jika Al-Qur'an dan Hadits Nabi menyinggung keberadaan bangsa ini. Bahkan, Romawi dibadikan sebagai nama satu Surat Al-Qur'an dengan nama الرُّوۡمُۙ (Ar-Ruum), surat ke 30 dalam mushaf Qur'an terdiri 60 ayat.
Nubuwat Rasulullah juga menyatakan bahwa di akhir zaman sebelum Kiamat, umat Islam akan mengalahkan kekuatan besar bangsa ini. Jika merujuk Surat Ar-Rum ayat 1 yang artinya: "Bangsa Romawi telah dikalahkan." Ayat ini adalah Nubuwah Al-Qur'an terhadap peristiwa yang akan datang. Bangsa Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel awalnya dikalahkan oleh Bangsa Persia pemeluk Majusi. Beberapa tahun kemudian setelah dikalahkan, bangsa Romawi mengalahkan bangsa Persia sebagai balasan atas kekalahan itu.
Bangsa Romawi yang disebut dalam ayat pertama Surat Ar-Rum ialah Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, bukan kerajaan Romawi Barat yang berpusat di Roma. Kerajaan Romawi Barat, jauh sebelum peristiwa yang diceritakan dalam ayat ini terjadi, sudah hancur, yaitu pada Tahun 476 Masehi. Bangsa Romawi mayoritas beragama Nasrani (Ahli Kitab).
Dalam Hadis, bangsa Romawi disebut dengan istilah "Bani Ashfar". (Lihat Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al Asqalani). Untuk memahami siapa orang-orang Romawi yang disebutkan dalam Hadis di atas, terdapat banyak penafsiran dari ulama.
Lihat Juga :