Imun Terbaik : Jauhi Dosa dan Perbanyak Doa
Kamis, 17 September 2020 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
“Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Atau bisa jadi corona diturunkan Allah sebagai azab atas banyaknya kedurkahaan terhadap aturan-aturan Allah.
ما نزل بلاء إلا بذنب ولا رفع إلا بتوبة
“Bala itu tidak turun melainkan disebabkan dosa. Dan tidak diangkat kecuali dengan bertaubat.”
(Baca juga : Bareskrim Pastikan Ada Dugaan Unsur Pidana di Kasus Terbakarnya Gedung Kejagung )
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syafiq Reza Basalamah meminta, terhadap kondisi covid-19 ini, hendaknya masyarakat jangan menambah berbuat dosa. Misalnya, masih ada yang berangkat ke tempat-tempat keramat. Menebarkan kemaksiatan, kezaliman , dan ketidakadilan .
Kalau kita lihat protokol kesehatan yang didengungkan, yang senantiasa disampaikan, itu perlu dilakukan. Namun yang lebih perlu lagi adalah bagaimana seluruh rakyat Indonesia, pejabatnya, pemimpinnya, seluruh penduduk Indonesia ini sadar bahwa bisa jadi corona didatangkan Allah karena gara-gara dosa. Ingat, bumi ini ada yang punya, yakni Allah Ta'ala.
Sebagian kita saat ini mengerjakan dosa tapi beranggapan bahwa itu bukan perbuatan dosa. Ini parah sekali. Apa penyebabnya? Tidak punya ilmu, tidak mau belajar. Dia berfikir yang dia kerjakan itu tidak mengapa. Standarnya mengatakan boleh dan tidak boleh itu apa? Apakah perasaan kita? Akal kita? Atau logika kita? Atau tradisi dan budaya yang ada lalu firman Allah dikesampingkan dan sabda Nabi Alaihish Shalatu was Salam dicampakkan?
(Baca juga : Investor Setengah Mati Syaratnya Mau Bisnis di RI, Tembok Regulasi Momok Penghambat )
Maka tidak sedikit manusia-manusia yang menganggap orang lain berlebih-lebihan dalam beragama, padahal dia yang menyepelekan agama. Mereka menganggap orang lain fanatik, sedangkan dia sudah mulai meninggalkan agamanya. “Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan sesuatu.” Sekarang kita lihat covid-19, kita semua ingin segera selesai, semuanya ingin itu. Antum punya kemauan, ana juga punya kemauan, tapi yang terjadi itu adalah kemauan Allah ‘Azza wa Jalla," terang Ustadz Syafiq.
Atau bisa jadi corona diturunkan Allah sebagai azab atas banyaknya kedurkahaan terhadap aturan-aturan Allah.
ما نزل بلاء إلا بذنب ولا رفع إلا بتوبة
“Bala itu tidak turun melainkan disebabkan dosa. Dan tidak diangkat kecuali dengan bertaubat.”
(Baca juga : Bareskrim Pastikan Ada Dugaan Unsur Pidana di Kasus Terbakarnya Gedung Kejagung )
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syafiq Reza Basalamah meminta, terhadap kondisi covid-19 ini, hendaknya masyarakat jangan menambah berbuat dosa. Misalnya, masih ada yang berangkat ke tempat-tempat keramat. Menebarkan kemaksiatan, kezaliman , dan ketidakadilan .
Kalau kita lihat protokol kesehatan yang didengungkan, yang senantiasa disampaikan, itu perlu dilakukan. Namun yang lebih perlu lagi adalah bagaimana seluruh rakyat Indonesia, pejabatnya, pemimpinnya, seluruh penduduk Indonesia ini sadar bahwa bisa jadi corona didatangkan Allah karena gara-gara dosa. Ingat, bumi ini ada yang punya, yakni Allah Ta'ala.
Sebagian kita saat ini mengerjakan dosa tapi beranggapan bahwa itu bukan perbuatan dosa. Ini parah sekali. Apa penyebabnya? Tidak punya ilmu, tidak mau belajar. Dia berfikir yang dia kerjakan itu tidak mengapa. Standarnya mengatakan boleh dan tidak boleh itu apa? Apakah perasaan kita? Akal kita? Atau logika kita? Atau tradisi dan budaya yang ada lalu firman Allah dikesampingkan dan sabda Nabi Alaihish Shalatu was Salam dicampakkan?
(Baca juga : Investor Setengah Mati Syaratnya Mau Bisnis di RI, Tembok Regulasi Momok Penghambat )
Maka tidak sedikit manusia-manusia yang menganggap orang lain berlebih-lebihan dalam beragama, padahal dia yang menyepelekan agama. Mereka menganggap orang lain fanatik, sedangkan dia sudah mulai meninggalkan agamanya. “Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan sesuatu.” Sekarang kita lihat covid-19, kita semua ingin segera selesai, semuanya ingin itu. Antum punya kemauan, ana juga punya kemauan, tapi yang terjadi itu adalah kemauan Allah ‘Azza wa Jalla," terang Ustadz Syafiq.
Lihat Juga :