Bersabarlah dalam Menghadapi Ketetapan Allah Ta'ala
Kamis, 17 September 2020 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
“Yusuf berkata: ‘Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh’." (QS. Yusuf: 33).
(Baca juga : Meremehkan Dosa Awal Datangnya Musibah dan Bencana )
Lalu, yang terpenting adalah sabar dalam menerima takdir (baik atau buruk). Setiap muslim dan orang beriman akan taat terhadap apa yang ditimpakan Allah kepadanya.
فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ
“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24)
Berkata Sayidina Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu : "Kami melalui saat kehidupan terbaik kami dahulu dgn bersabar". Berkata juga Sayidina Ali bin Abi Talib radhiyallahu'anhu : "Ketahuilah sabar pada iman ibarat kepala pada badan. Apabila terputus kepala bagaimana akan kekal badan. Ketahuilah tiada iman orang yg tiada kesabaran"
(Baca juga : Tangan Kanan Bos OJK: Kunci Atasi Masalah Ekonomi adalah Penyelesaian Pandemi )
Karena itu, menghadapi pandemi ini, maka syariat menuntun agar selalu bersabar. Setiap ujian kesusahan akan disusuli selepasnya dgn kesenangan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, ada hikmah dari datangnya covid-19 ini.
Hikmah yang bisa kita petik, antara lain : membuat hati menjadi kuat, menghapus dosa, memutus perasaan bangga diri, menghilangkan kesombongan , menyadarkan kelalaian, menghidupkan zikir, mendatangkan doa orang-orang saleh, membuat orang yang fokus kepada dunia tersadar, dan membuat hati menjadi lembut.
Musibah wabah yang kita hadapi ini membuat kita kembali mengoreksi bagaimana hubungan seorang hamba dengan Allah Ta'ala.
Membuat kita tulus menghadapkan diri pada-Nya semata. Memperbaiki tawakkal kepada-Nya. Dan memutus harapan kepada selain-Nya.
(Baca juga : PT KAI juga Larang Pemakaian Masker Scuba di Kereta Jarak Jauh )
Di dalam sebuah hadis disebutkan:
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
(Baca juga : Meremehkan Dosa Awal Datangnya Musibah dan Bencana )
Lalu, yang terpenting adalah sabar dalam menerima takdir (baik atau buruk). Setiap muslim dan orang beriman akan taat terhadap apa yang ditimpakan Allah kepadanya.
فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ
“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24)
Berkata Sayidina Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu : "Kami melalui saat kehidupan terbaik kami dahulu dgn bersabar". Berkata juga Sayidina Ali bin Abi Talib radhiyallahu'anhu : "Ketahuilah sabar pada iman ibarat kepala pada badan. Apabila terputus kepala bagaimana akan kekal badan. Ketahuilah tiada iman orang yg tiada kesabaran"
(Baca juga : Tangan Kanan Bos OJK: Kunci Atasi Masalah Ekonomi adalah Penyelesaian Pandemi )
Karena itu, menghadapi pandemi ini, maka syariat menuntun agar selalu bersabar. Setiap ujian kesusahan akan disusuli selepasnya dgn kesenangan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, ada hikmah dari datangnya covid-19 ini.
Hikmah yang bisa kita petik, antara lain : membuat hati menjadi kuat, menghapus dosa, memutus perasaan bangga diri, menghilangkan kesombongan , menyadarkan kelalaian, menghidupkan zikir, mendatangkan doa orang-orang saleh, membuat orang yang fokus kepada dunia tersadar, dan membuat hati menjadi lembut.
Musibah wabah yang kita hadapi ini membuat kita kembali mengoreksi bagaimana hubungan seorang hamba dengan Allah Ta'ala.
Membuat kita tulus menghadapkan diri pada-Nya semata. Memperbaiki tawakkal kepada-Nya. Dan memutus harapan kepada selain-Nya.
(Baca juga : PT KAI juga Larang Pemakaian Masker Scuba di Kereta Jarak Jauh )
Di dalam sebuah hadis disebutkan:
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
Lihat Juga :