Meremehkan Dosa Awal Datangnya Musibah dan Bencana
Rabu, 16 September 2020 - 20:25 WIB
loading...
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam doanya selalu meminta ampunan. Doa memohon ampun inilah yang sering diminta Nabi SAW kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Musibah yang terjadi pada diri seseorang, keluarga, masyarakat hingga bencana yang menimpa seluruh negeri , bisa jadi, karena adanya dosa-dosa yang diremehkan oleh manusia. Mereka lalai untuk senantiasa beristighfar atau bertaubat kepada Allah Ta'ala. Sebagian orang bahkan terlalu percaya diri dengan banyaknya amalan. Mereka merasa aman dari ancaman siksa atas dosa-dosanya.
Padahal, yang benar adalah seseorang tetaplah beramal dan berharap amalannya diterima dan takutlah sebuah dosa dan berharap Allah Ta'ala mengampuninya.
قَالَ ابْنُ عَوْنٍ رحمه الله: " لَا تَثِقْ بِكَثْرَةِ الْعَمَلِ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي تُقْبَلُ مِنْكَ أَمْ لَا، وَلَا تَأْمَنْ ذُنُوبَكَ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي هَلْ كُفِّرَتْ عَنْكَ أَمْ لَا، إِنَّ عَمَلَكَ عَنْكَ مُغَيَّبٌ مَا تَدْرِي مَا اللهُ صَانِعٌ فِيهِ، أَيَجْعَلُهُ فِي سِجِّينَ ، أَمْ يَجْعَلُهُ فِي عِلِّيِّينَ "
Artinya: "Ibnu 'Aun rahimahullah berkata: "Jangan terlalu yakin dengan banyaknya amal, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah amalan Anda diterima atau tidak?, dan jangan pula terlalu merasa aman dengan dosa-dosa Anda, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah diampuni dosa Anda atau tidak?, sesungguhnya amalan Anda gaib dari Anda, Anda tidak mengetahui apa yang Allah perbuat terhadap amalan Anda, apakah Allah jadikannya di dalam Sijjin (buku catatan dosa)? Ataukah dijadikan-Nya di dalam 'Illyyin (buku catatan amal shalih)?". Ini tercatat dalam Kitab 'Syu'ab Al Iman', karya Al Baihaqi.
(Baca juga : Potret Buruk Sifat Istri yang Dilaknat Allah Ta'ala )
Karena hendaknya setiap muslim jangan sekali-kali meremehkan sebuah dosa, meskipun dosa kecil. Sebab dosa kecil ditambah dosa kecil ditambah dosa kecil lainnya dan seterusnya akan menjadi segunung dosa, bahkan bisa menjadi dosa besar.
Ath Tahbarani rahimahullah berkata:
أن الإصرار على الصغائر حكمه حكم مرتكب الكبيرة الواحدة على المشهور.
"Sesungguhnya selalu melakukan dosa-dosa kecil maka hukumnya adalah hukum pelaku sebuah dosa besar, menurut pendapat yang terkenal (diantara para ulama)". (Lihat Kitab Al Mu'jam Al Awsath, karya Ath Thabrani).
Bilal bin Sa'ad seorang tabi'in rahimahullah berkata:
لا تنظر إلى صغر المعصية وانظر إلى عظمة من عصيت
"Janganlah kamu lihat kepada kecilnya sebuah maksiat akan tetapi lihatlah agungnya yang kamu maksiati".
(Baca juga : Sabar dalam Kondisi Mampu Menurut Pandangan Ibnu Taimiyah )
Dr Syafik Riza Basalamah menukil riwayat bahwa ‘Abdullah bin ‘Abdil Wahhab, ia berkata: Khalid bin Al-Harits menceritakan kepada kami, ia berkata, ‘Abdurrahman Al-Mas’udi menceritakan kepada kami dari ‘Alqamah bin Martsad, dari Abur Rabi’, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Salah satu dari doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
اللَّهمَّ اغفِرْ لِي مَا قَدَّمتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ ومَا أعْلَنْتُ، وَمَا أَنتَ أَعْلمُ بِهِ مِنِّي، إِنَّكَ أنْتَ المُقَدِّمُ وَالمُؤَخِّرُ، لا إلهَ إلاَّ أنْتَ
Padahal, yang benar adalah seseorang tetaplah beramal dan berharap amalannya diterima dan takutlah sebuah dosa dan berharap Allah Ta'ala mengampuninya.
قَالَ ابْنُ عَوْنٍ رحمه الله: " لَا تَثِقْ بِكَثْرَةِ الْعَمَلِ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي تُقْبَلُ مِنْكَ أَمْ لَا، وَلَا تَأْمَنْ ذُنُوبَكَ، فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي هَلْ كُفِّرَتْ عَنْكَ أَمْ لَا، إِنَّ عَمَلَكَ عَنْكَ مُغَيَّبٌ مَا تَدْرِي مَا اللهُ صَانِعٌ فِيهِ، أَيَجْعَلُهُ فِي سِجِّينَ ، أَمْ يَجْعَلُهُ فِي عِلِّيِّينَ "
Artinya: "Ibnu 'Aun rahimahullah berkata: "Jangan terlalu yakin dengan banyaknya amal, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah amalan Anda diterima atau tidak?, dan jangan pula terlalu merasa aman dengan dosa-dosa Anda, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah diampuni dosa Anda atau tidak?, sesungguhnya amalan Anda gaib dari Anda, Anda tidak mengetahui apa yang Allah perbuat terhadap amalan Anda, apakah Allah jadikannya di dalam Sijjin (buku catatan dosa)? Ataukah dijadikan-Nya di dalam 'Illyyin (buku catatan amal shalih)?". Ini tercatat dalam Kitab 'Syu'ab Al Iman', karya Al Baihaqi.
(Baca juga : Potret Buruk Sifat Istri yang Dilaknat Allah Ta'ala )
Karena hendaknya setiap muslim jangan sekali-kali meremehkan sebuah dosa, meskipun dosa kecil. Sebab dosa kecil ditambah dosa kecil ditambah dosa kecil lainnya dan seterusnya akan menjadi segunung dosa, bahkan bisa menjadi dosa besar.
Ath Tahbarani rahimahullah berkata:
أن الإصرار على الصغائر حكمه حكم مرتكب الكبيرة الواحدة على المشهور.
"Sesungguhnya selalu melakukan dosa-dosa kecil maka hukumnya adalah hukum pelaku sebuah dosa besar, menurut pendapat yang terkenal (diantara para ulama)". (Lihat Kitab Al Mu'jam Al Awsath, karya Ath Thabrani).
Bilal bin Sa'ad seorang tabi'in rahimahullah berkata:
لا تنظر إلى صغر المعصية وانظر إلى عظمة من عصيت
"Janganlah kamu lihat kepada kecilnya sebuah maksiat akan tetapi lihatlah agungnya yang kamu maksiati".
(Baca juga : Sabar dalam Kondisi Mampu Menurut Pandangan Ibnu Taimiyah )
Dr Syafik Riza Basalamah menukil riwayat bahwa ‘Abdullah bin ‘Abdil Wahhab, ia berkata: Khalid bin Al-Harits menceritakan kepada kami, ia berkata, ‘Abdurrahman Al-Mas’udi menceritakan kepada kami dari ‘Alqamah bin Martsad, dari Abur Rabi’, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Salah satu dari doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
اللَّهمَّ اغفِرْ لِي مَا قَدَّمتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ ومَا أعْلَنْتُ، وَمَا أَنتَ أَعْلمُ بِهِ مِنِّي، إِنَّكَ أنْتَ المُقَدِّمُ وَالمُؤَخِّرُ، لا إلهَ إلاَّ أنْتَ
Lihat Juga :