Salah Satu Tanda Dekatnya Kiamat : Perhatikan Pakaian Perempuan
Jum'at, 18 September 2020 - 06:10 WIB
loading...
Yang mengeluarkan perempuan muslimah dari batas tabarruj (membuka aurat) ialah pakaian yang selaras dengan tata kesopanan Islam. Mereka hendaknya mengenakan pakaian yang sesuai dengan aturan syariat Islam. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Sangat menyedihkan melihat perempuan yang mempertontonkan aurat ataupun kecantikan fisiknya di depan khalayak seolah menjajakannya kepada siapa yang ingin menikmatinya. Kondisi miris yang juga kerap dijumpai di zaman ini adalah kecantikan fisik perempuan menjadi komoditas murah sebagai alat jual produk di pasaran.
Belum lagi, saat ini banyak media sosial (medsos) yang sering dijadikan ajang narsis yang kerap melupakan aspek terbukanya aurat maupun kehormatan diri sebagai perempuan muslimah.
(Baca juga : Amalan Sunnah di Waktu Fajar yang Sayang Kalo Dilewatkan )
Kemunculan banyak perempuan dengan pakaian yang tidak menutup aurat seperti itu, ternyata salah satu tanda datangnya kiamat kecil dan kiamat besar. Dikutip dari kitab Syaik Mahmud Al-Mishri, 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah', disebutkan, salah satu tanda kiamat akan segera datang, yakni munculnya orang-orang yang berpakaian tetapi telanjang. Orang-orang seperti itu, tergambar dari banyak munculnya perempuan yang suka pamer aurat (atau disebut al-Mutabarrijat) seperti yang terjadi saat ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Rasulullan Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Ada dua macam ahli neraka yang belum aku saksikan, yaitu: Suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi sebenarnya mereka tidak berpakaian yang menanggalkan tutup kepala, yang menarik kepada maksiat, kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring, mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya sedangkan bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian.” (HR Muslim)
(Baca juga : Imun Terbaik : Jauhi Dosa dan Perbanyak Doa )
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam dengan jelas memberitahukan bahwa perempuan seperti itu termasuk penghuni neraka jika ia tidak konsistem dengan hijabnya, kemudian terus menerus seperti itu, bahkan ia akan menjadi wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Sangat mengherankan pula, bahwa hal ini tidak hanya menimpa kaum perempuan saja, tetapi juga kaum lelaki yang membolehkan istri atau anak perempuannya keluar rumah dalam keadaan seperti itu.
(Baca juga : Bersabarlah dalam Menghadapi Ketetapan Allah Ta'ala )
Berpakaian Tetapi Telanjang
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan berpakaian tetapi telanjang ini? Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam Fatwa- Fatwa Kontemporer menjelaskan, maksud berpakaian tetapi telanjang yaitu pakaian yang tidak berfungsi menutup aurat. Pakaian itu bisa menyifati kulit karena tipisnya atau sempitnya pakaian itu.
Aisyah radhiyallahu'anha pernah menegur beberapa perempuan dari bani Tamim karena mereka berpakaian yang sangta tipis. Aisyah berkata, "Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin." (HR Thabrani dan lain-lain).
Belum lagi, saat ini banyak media sosial (medsos) yang sering dijadikan ajang narsis yang kerap melupakan aspek terbukanya aurat maupun kehormatan diri sebagai perempuan muslimah.
(Baca juga : Amalan Sunnah di Waktu Fajar yang Sayang Kalo Dilewatkan )
Kemunculan banyak perempuan dengan pakaian yang tidak menutup aurat seperti itu, ternyata salah satu tanda datangnya kiamat kecil dan kiamat besar. Dikutip dari kitab Syaik Mahmud Al-Mishri, 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah', disebutkan, salah satu tanda kiamat akan segera datang, yakni munculnya orang-orang yang berpakaian tetapi telanjang. Orang-orang seperti itu, tergambar dari banyak munculnya perempuan yang suka pamer aurat (atau disebut al-Mutabarrijat) seperti yang terjadi saat ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Rasulullan Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Ada dua macam ahli neraka yang belum aku saksikan, yaitu: Suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi sebenarnya mereka tidak berpakaian yang menanggalkan tutup kepala, yang menarik kepada maksiat, kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring, mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya sedangkan bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian.” (HR Muslim)
(Baca juga : Imun Terbaik : Jauhi Dosa dan Perbanyak Doa )
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam dengan jelas memberitahukan bahwa perempuan seperti itu termasuk penghuni neraka jika ia tidak konsistem dengan hijabnya, kemudian terus menerus seperti itu, bahkan ia akan menjadi wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Sangat mengherankan pula, bahwa hal ini tidak hanya menimpa kaum perempuan saja, tetapi juga kaum lelaki yang membolehkan istri atau anak perempuannya keluar rumah dalam keadaan seperti itu.
(Baca juga : Bersabarlah dalam Menghadapi Ketetapan Allah Ta'ala )
Berpakaian Tetapi Telanjang
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan berpakaian tetapi telanjang ini? Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam Fatwa- Fatwa Kontemporer menjelaskan, maksud berpakaian tetapi telanjang yaitu pakaian yang tidak berfungsi menutup aurat. Pakaian itu bisa menyifati kulit karena tipisnya atau sempitnya pakaian itu.
Aisyah radhiyallahu'anha pernah menegur beberapa perempuan dari bani Tamim karena mereka berpakaian yang sangta tipis. Aisyah berkata, "Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin." (HR Thabrani dan lain-lain).
Lihat Juga :