Kisah Abdullah bin Salam, Orang Yahudi Bani Israil yang Percaya Al Quran
Selasa, 03 Maret 2026 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Dari Sa'ad bin Abi Waqqas, ia berkata: "Aku belum pernah mendengar Rasulullah SAW mengatakan kepada seorang yang ada di muka bumi bahwa ia termasuk ahli surga, kecuali kepada 'Abdullah bin Salam; dan berhubungan dengan dirinya turun ayat: "Wa syahida syahidun min bani Isra'ila 'ala mitslihi." (HR Al-Bukhari)
Abdullah bin Salam adalah seorang Yahudi penduduk Madinah. Ia mempelajari dan memahami dengan baik isi Taurat yang menyebutkan akan datang nanti Nabi dan Rasul terakhir yang berasal dari Nabi Ibrahim dan dari jalur Nabi Ismail, di Jazirah Arab, yang membawa Al-Qur'an sebagai kitab yang diturunkan Allah kepadanya.
Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Abdullah memperhatikan sifat-sifat Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepadanya.
Ia mengamati sikap Rasulullah terhadap sesama manusia dan sikap pengikutnya yang mendalami agama baru itu. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa Rasulullah SAW dan ajaran yang dibawanya itu mempunyai ciri yang sama seperti yang diisyaratkan Taurat. Akhirnya ia menyatakan diri masuk Islam dan menjadi pengikut setia Rasulullah SAW.
Pelajaran yang dapat dipetik, pada akhir ayat di atas, Allah menegaskan bahwa orang-orang musyrik sebenarnya adalah orang-orang yang sombong dan mengingkari ayat-ayat Allah. Mereka menganiaya diri sendiri. Akibat sikapnya itu, Allah tidak memberikan petunjuk kepada mereka.
Beda dengan Abdullah bin Salam yang menggunakan akal sehatnya mempelajari pesan Al-Qur'an. Dia juga mengamati sikap Rasulullah SAW dan akhirnya memeluk Islam.
Baca juga: Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya
Abdullah bin Salam adalah seorang Yahudi penduduk Madinah. Ia mempelajari dan memahami dengan baik isi Taurat yang menyebutkan akan datang nanti Nabi dan Rasul terakhir yang berasal dari Nabi Ibrahim dan dari jalur Nabi Ismail, di Jazirah Arab, yang membawa Al-Qur'an sebagai kitab yang diturunkan Allah kepadanya.
Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Abdullah memperhatikan sifat-sifat Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepadanya.
Ia mengamati sikap Rasulullah terhadap sesama manusia dan sikap pengikutnya yang mendalami agama baru itu. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa Rasulullah SAW dan ajaran yang dibawanya itu mempunyai ciri yang sama seperti yang diisyaratkan Taurat. Akhirnya ia menyatakan diri masuk Islam dan menjadi pengikut setia Rasulullah SAW.
Pelajaran yang dapat dipetik, pada akhir ayat di atas, Allah menegaskan bahwa orang-orang musyrik sebenarnya adalah orang-orang yang sombong dan mengingkari ayat-ayat Allah. Mereka menganiaya diri sendiri. Akibat sikapnya itu, Allah tidak memberikan petunjuk kepada mereka.
Beda dengan Abdullah bin Salam yang menggunakan akal sehatnya mempelajari pesan Al-Qur'an. Dia juga mengamati sikap Rasulullah SAW dan akhirnya memeluk Islam.
Baca juga: Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya
(wid)
Lihat Juga :