Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?

Kamis, 09 April 2026 - 05:15 WIB
loading...
Asal-usul Nama Iran:...
Sejak 1935, pada masa kekuasaan Raja Reza Khan, pendiri Dinasti Pahlevi dan ayah Syah Muhammad Reza Pahlevi yang ditumbangkan oleh Ayatullah Khomeini pada tahun 1979, sebutan Persia diganti dengan Iran. Foto ilustrasi/youtube
A A A
Asal-usul nama Iran ini menarik untuk diketahui. Negara Iran menjadi negara yang paling populer saat ini, karena peperangannya dengan Amerika Serikat-Israel yang belum mereda. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Dahulu Iran dikenal dengan sebutan Kerajaan Persia . Sejak 1935, pada masa kekuasaan Raja Reza Khan, pendiri Dinasti Pahlevi dan ayah Syah Muhammad Reza Pahlevi yang ditumbangkan oleh Ayatullah Khomeini pada tahun 1979, sebutan Persia diganti dengan Iran. Suatu nama yang pernah dipakai oleh nenek moyang bangsa Iran di daratan Tinggi Iran yang dikuasai pada tahun 1700 SM.

Menurut buku "Ensiklopedi Islam" (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1994), disebutkan pula bahwa pada masa kekuasaan Darius, kata Iran pernah digunakan bagi negeri kekuasaannya.



Penduduk asli Iran , berasal dari padang rumput Kaukasian dan mulai berimigrasi ke Iran sekitar 1500 SM. Sepanjang sejarah, Iran menderita beberapa invasi kelompok-kelompok etnik lain. Pendudukan dalam skala besar dilakukan oleh etnik Arya seperti Medes dan Parsa. Etnik minoritas terbesar saat ini dibentuk oleh penduduk yang berbahasa Turki, tetapi sudah berbeda dengan bentuk aslinya.

Baca juga: Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman

Kebanyakan bermukim di sebelah Barat Laut Iran, khususnya di dua provinsi Azerbaijan dan provinsi Fars dan Teluk Persia. Kelompok-kelompok suku besar lainnya adalah suku Kurdi terutama yang terdapat di sebelah Barat Azerbaijan, Kurdistan dan wilayah Kermanshah, yakni suku Lur di Luristan dan suku Bakhtiari yang tinggal di daerah luas Zagros.

Ajid Thohir dalam "Studi Kawasan Dunia Islam: Perspektif Etno-Linguistik dan Geo-Politik" Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2009) menyebut kelompok-kelompok minoritas terkecil lain, Yahudi berjumlah 20.000-40.000 jiwa, Armenia berjumlah 50.000 jiwa dan Assyria berjumlah 25.000 jiwa.

Pada tahun 637 M melalui Perang Qadisiyyah, Imperium Persia jatuh ke tangan kaum Muslimin yang waktu itu dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khattab (634-644).

Kemudian pada tahun 641, melalui peperangan Nahavand, seluruh Imperium Persia yang waktu itu dipimpin oleh Raja Yazdajird jatuh ke tangan kaum Muslimin.

Beralih ke Islam

Setelah peperangan Nahavad, bangsa Persia (Iran) yang semula menganut agama Zoroaster beralih ke agama Islam. Akhirnya, kebudayaan Islam pun berkembang di Persia.

Pada tahun 820 M seluruh wilayah Persia praktis berada di bawah kekuasaan penuh kekhalifahan di Baghdad. Tetapi sejak tahun 820 M bermunculan dinasti-dinasti kecil maupun besar di berbagai wilayah Persia yang silih berganti menguasai wilayah-wilayah Persia.

Dinasti-dinasti itu antara lain adalah Dinasti Samanid (892-999 M), Gaznawi (999- 1037 M) dan Saljuk (1037-1157 M).

Hal ini bermula dari rasa terima kasih Khalifah al-Makmun (813-833) kepada panglima perangnya, Tahir bin Husain yang telah berjasa memulihkan kekuasaannya, yakni memberikan wewenang kepada Tahir ibn Husain untuk mendirikan Dinasti Tahiriy (820-872 M) di Khurasan (Iran).

Dalam track-record (catatan sejarah) sepeninggal Imam Junaid, pimpinan Tarekat Safawiyah digantikan oleh putranya yang bernama Haidar. Haidar mempersunting putri Uzun Hasan dan melahirkan anak yang bernama Ismail. Sang anak ini kelak berhasil mendirikan Dinasti Safawi di Persia.

Haidar menjadi pemimpin Safawiyah, menjalin kerjasama dengan Ak-Koyunlu. Atas kerjasama itu, pada tahun 1467 M Ak-Koyunlu melancarkan agresi kepada kerajaan Kara-Koyunlu untuk membantu memenuhi ambisi politik dan militer Safawiyah.

Pada tahun 1488 M, aliansi yang dibangun oleh kedua kekuatan ini retak, ketika Safawiyah melancarkan agresi politik ancaman terhadap Ak-koyunlu.

Tatkala Haidar menyerang Syirwan, Ak-Koyunlu mengirim detasemen pasukan untuk membantu Syirwan di wilayah Sircassia. Namun pasukan Haidar kalah dan terbunuh dalam pertempuran itu.

Ali adalah putra dan penggati Haidar, didesak oleh bala tentaranya untuk menuntut balas atas kematian ayahnya, terutama terhadap Ak-Koyunlu. Tetapi Yakub sebagai pemimpin Ak-Koyunlu berhasil menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya Ibrahim dan Ismail, sementara ibunya di Fars selama empat tahun, yaitu antara tahun 1489 sampai 1493 M.

Ali dan saudaranya dibebaskan oleh Rustam, putra mahkota Ak-Koyunlu dengan syarat mau membantu memerangi saudara sepupunya. Setelah saudara sepupu Rustam dapat dikalahkan, Ali bersama saudaranya kembali ke Ardabil. Tetapi, tidak lama kemudian Rustam berbalik memusuhi dan menyerang Ali bersaudara. Ali sendiri terbunuh dalam serangan ini pada tahun 1494 M.

Kepemimpinan gerakan Safawiyah selanjutnya berada di tangan Ismail, saat masih berusia tujuh tahun. Selama lima tahun bersama pasukannya bermarkas di Gilan, mempersiapkan kekuatan dan mengadakan kontak dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syiria dan Anatolia.

Pasukan yang dipersiapkan itu dinamai Qizilbash (baret merah). Pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash menumpas dan mengalahkan Ak-Koyunlu dalam peperangan di dekat Nakhchivan.

Selanjutnya, pasukan ini berhasil menaklukan Tibriz pusat kekuasaan Ak-Koyunlu. Di kota ini Ismail memproklamirkan Dinasti Safawi berdiri dan menobatkan dirinya sebagai raja pertama.

Baca juga: Penjelasan Hadis tentang Kemunculan dan Fitnah Dajjal
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenal Jejak Diplomasi...
Mengenal Jejak Diplomasi dan Perundingan dalam Sejarah Perang Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Konflik Global & Nubuwat:...
Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Rekomendasi
Data Satelit NASA Selama...
Data Satelit NASA Selama 24 Tahun Ungkap Hal Menakutkan Ini Bakal Terjadi di Bumi
Tardigrada Bukti Kehidupan...
Tardigrada Bukti Kehidupan Organisme Purba yang Masih Hidup
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Artikel Terkini
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Generasi Muda Diingatkan...
Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Infografis
Ilmuwan Ungkap Teori...
Ilmuwan Ungkap Teori Baru tentang Asal-usul Terbentuknya Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved