Khotbah Jumat Terakhir Bulan Syawal : Menghadapi Bulan Haram
Jum'at, 17 April 2026 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fātiḥah [1]: 5)
Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, karena ibadah itu berat, memerlukan bantuan dari Allah. Tanpa pertolongan-Nya, kita tidak akan mampu melaksanakan ketaatan sebagaimana mestinya.
Berapa banyak orang yang shalat namun tidak dibantu oleh Allah untuk khusyuk. Berapa banyak yang berpuasa namun tidak mendapatkan taufik untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak yang tidak dibantu oleh Allah untuk berzikir, sehingga hatinya lebih suka mengingat dunia, tenggelam dalam syahwat, dan berat untuk mengingat Allah.
Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan doa kepada Mu‘adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau bersabda: “Wahai Mu‘adz, sesungguhnya aku mencintaimu. Maka janganlah engkau tinggalkan doa ini setiap selesai salat:
‘Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.'” (HR. Abu Dawud)
Sungguh, ini adalah doa yang sangat kita butuhkan, wahai kaum Muslimin. Doa yang amat penting untuk kita ucapkan setiap selesai shalat. Tanpa bantuan Allah, mustahil kita bisa mensyukuri nikmat-Nya yang begitu banyak.
Disebutkan bahwa orang-orang Arab datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, bulan ini adalah bulan haram. Kami tidak bisa mendatangi engkau kecuali pada bulan-bulan haram.” Mereka berkata, “Fa innā kuffāru Muḍar—kami tinggal di antara wilayah engkau dengan wilayah kaum Muḍar.”
Siapakah kaum Muḍar itu? Mereka adalah kaum yang dikenal sangat bengis dan kejam. Setiap kali ada orang yang melewati wilayah mereka, akan mereka bunuh dan rampas hartanya. Namun, ketika datang bulan-bulan haram, mereka tidak berani melakukannya. Mereka sangat menghormati tiga bulan haram.
Lalu bagaimana dengan kita yang beriman? Kita seharusnya jauh lebih layak daripada mereka untuk mengagungkan bulan-bulan haram ini. Kita lebih pantas memuliakannya dengan sebenar-benar pemuliaan, yaitu dengan memperbanyak ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menjauhi kemaksiatan. Wallahu A'lam
Baca juga: Perjanjian Hudaibiyah: Pakta Damai yang Mengubah Sejarah
Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, karena ibadah itu berat, memerlukan bantuan dari Allah. Tanpa pertolongan-Nya, kita tidak akan mampu melaksanakan ketaatan sebagaimana mestinya.
Berapa banyak orang yang shalat namun tidak dibantu oleh Allah untuk khusyuk. Berapa banyak yang berpuasa namun tidak mendapatkan taufik untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak yang tidak dibantu oleh Allah untuk berzikir, sehingga hatinya lebih suka mengingat dunia, tenggelam dalam syahwat, dan berat untuk mengingat Allah.
Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan doa kepada Mu‘adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau bersabda: “Wahai Mu‘adz, sesungguhnya aku mencintaimu. Maka janganlah engkau tinggalkan doa ini setiap selesai salat:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
‘Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.'” (HR. Abu Dawud)
Sungguh, ini adalah doa yang sangat kita butuhkan, wahai kaum Muslimin. Doa yang amat penting untuk kita ucapkan setiap selesai shalat. Tanpa bantuan Allah, mustahil kita bisa mensyukuri nikmat-Nya yang begitu banyak.
Khotbah Jumat Kedua: Menghadapi Bulan Haram
Sesungguhnya orang-orang musyrik Quraisy dahulu—meskipun mereka menyekutukan Allah—masih sangat menghormati bulan-bulan haram.Disebutkan bahwa orang-orang Arab datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, bulan ini adalah bulan haram. Kami tidak bisa mendatangi engkau kecuali pada bulan-bulan haram.” Mereka berkata, “Fa innā kuffāru Muḍar—kami tinggal di antara wilayah engkau dengan wilayah kaum Muḍar.”
Siapakah kaum Muḍar itu? Mereka adalah kaum yang dikenal sangat bengis dan kejam. Setiap kali ada orang yang melewati wilayah mereka, akan mereka bunuh dan rampas hartanya. Namun, ketika datang bulan-bulan haram, mereka tidak berani melakukannya. Mereka sangat menghormati tiga bulan haram.
Lalu bagaimana dengan kita yang beriman? Kita seharusnya jauh lebih layak daripada mereka untuk mengagungkan bulan-bulan haram ini. Kita lebih pantas memuliakannya dengan sebenar-benar pemuliaan, yaitu dengan memperbanyak ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menjauhi kemaksiatan. Wallahu A'lam
Baca juga: Perjanjian Hudaibiyah: Pakta Damai yang Mengubah Sejarah
(wid)
Lihat Juga :