Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Rabu, 03 Juni 2026 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Selain renovasi terhadap Masjidil Haram, Al-Mahdi juga melakukan renovasi terhadap sejumlah masjid lain, seperti di Basrah dan Baghdad. Dia pun memerintahkan kepada para gubernurnya di berbagai wilayah agar memendekkan semua mimbar masjid sehingga sama dengan mimbarnya Rasulullah SAW.
Hal yang sama juga berlaku bagi infrastruktur, selain membangun infrastruktur haji, Al-Mahdi juga yang pertama-tama membangun jalur pos dari Irak ke Hijaz (Madinah, Mekkah, Yaman, sampai ke Hadramaut). Dengan adanya infrastruktur ini, sirkulasi komunikasi, barang dan jasa antar wilayah Kekhalifahan Abbasiyah berlangsung semakin cepat.
Di masa pemerintahannya, proyek penulis kitab dan ilmu pengetahun digalakkan secara lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan Al-Mahdi yang pro ilmu pengetahuan juga didukung oleh penemuan kertas dari China. Sebelumnya yang digunakan itu papirus dari Mesir. Sejak penemuan kertas, kota Baghdad menjadi ramai dengan pabrik kertas yang digunakan sebagai bahan untuk menulis kitab.
Eamon Gearon dalam buku berjudul "Turning Points in Middle Eastern History" menyebut pertemuan peradaban Islam dengan teknologi pembuatan kertas ini terjadi pada tahun 133H /751M, dalam sebuah pertempuran di daerah Talas.
Ketika itu, Dinasti Abbasiyah baru saja berdiri. Mereka melakukan ekspedisi militer hingga titik terjauh, yaitu daerah Talas yang sekarang merupakan bagian dari wilayah Negara Kirgistan, di kawasan Asia Tengah. Di sinilah batas terakhir kekaisaran China di Timur dengan Abbasiyah di Barat bertemu.
Setelah lima hari berlangsung, pertempuran ini akhirnya dimenangi secara mutlak oleh pasukan Abbasiyah. Pertempuran Talas sendiri sebenarnya tidak cukup krusial bagi masing-masing pihak (China dan Abbasiyah). Tapi menjadi monumental disebabkan dalam pertempuran inilah kaum Muslimin untuk pertama kalinya mulai mengenal teknologi pembuatan kertas China.
Menurut Eamon Gearon, dalam pertempuran yang berlangsung 5 hari tersebut ribuan pasukan China dan Abbasiyah tewas, dan ribuan lainnya menjadi tawanan. Adapun di antara pasukan China yang ditawan tersebut terdapat dua orang di antaranya yang memiliki pemahaman yang tinggi tentang teknologi pembuatan kertas.
Baca juga: Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Hal yang sama juga berlaku bagi infrastruktur, selain membangun infrastruktur haji, Al-Mahdi juga yang pertama-tama membangun jalur pos dari Irak ke Hijaz (Madinah, Mekkah, Yaman, sampai ke Hadramaut). Dengan adanya infrastruktur ini, sirkulasi komunikasi, barang dan jasa antar wilayah Kekhalifahan Abbasiyah berlangsung semakin cepat.
Ilmu Pengetahuan
Selain membangun infrastruktur wilayah, Al-Mahdi juga dikenal sebagai khalifah yang memiliki konsern pada pengembangan ilmu pengetahuan.Di masa pemerintahannya, proyek penulis kitab dan ilmu pengetahun digalakkan secara lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan Al-Mahdi yang pro ilmu pengetahuan juga didukung oleh penemuan kertas dari China. Sebelumnya yang digunakan itu papirus dari Mesir. Sejak penemuan kertas, kota Baghdad menjadi ramai dengan pabrik kertas yang digunakan sebagai bahan untuk menulis kitab.
Eamon Gearon dalam buku berjudul "Turning Points in Middle Eastern History" menyebut pertemuan peradaban Islam dengan teknologi pembuatan kertas ini terjadi pada tahun 133H /751M, dalam sebuah pertempuran di daerah Talas.
Ketika itu, Dinasti Abbasiyah baru saja berdiri. Mereka melakukan ekspedisi militer hingga titik terjauh, yaitu daerah Talas yang sekarang merupakan bagian dari wilayah Negara Kirgistan, di kawasan Asia Tengah. Di sinilah batas terakhir kekaisaran China di Timur dengan Abbasiyah di Barat bertemu.
Setelah lima hari berlangsung, pertempuran ini akhirnya dimenangi secara mutlak oleh pasukan Abbasiyah. Pertempuran Talas sendiri sebenarnya tidak cukup krusial bagi masing-masing pihak (China dan Abbasiyah). Tapi menjadi monumental disebabkan dalam pertempuran inilah kaum Muslimin untuk pertama kalinya mulai mengenal teknologi pembuatan kertas China.
Menurut Eamon Gearon, dalam pertempuran yang berlangsung 5 hari tersebut ribuan pasukan China dan Abbasiyah tewas, dan ribuan lainnya menjadi tawanan. Adapun di antara pasukan China yang ditawan tersebut terdapat dua orang di antaranya yang memiliki pemahaman yang tinggi tentang teknologi pembuatan kertas.
Baca juga: Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
(wid)
Lihat Juga :