Nikmat Sakit dan Adab Menjalaninya
Senin, 21 September 2020 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
3. Senantiasa memuji Allah dengan kerendahan hati
Allah Ta'ala berfirman :“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS al-A’raf: 55-56).
(Baca juga : Pandemi Corona, Komnas HAM Keluarkan Rekomendasi agar Pilkada Ditunda )
Ucapkanlah pujian (tahmid) dengan penuh keikhlasan karena dengan memuji Allah, manusia memosisikan diri dengan kerendahan diri. Dengan demikian, tiada lagi kesombongan dan keangkuhan yang bersemayam dalam diri manusia tatkala mencurahkan segala isi hati melalui doa.
Sebagai manusia, kita harus menyadari bahwasanya manusia merupakan mahluk yang lemah yang membutuhkan pertolongan Allah. Sakit merupakan tanda bahwa manusia mahluk yang lemah. Allah berfirman mengenai fitrah manusia.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
“Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir: 15).
(Baca juga : Identitas Korban Kecelakaan Maut KM 177 Tol Cipali )
4. Ikhtiar sembuh dengan berobat
Setiap manusia diwajibkan untuk terus berikhtiar untuk mencapai kesembuhannya. Senantiasa berusaha mencari obat dibarengi dengan berdoa kepada Allah, karena pada hakikatnya kesembuhan merupakan milik Allah yang diturunkan pada manusia yang dikehendakinya.
Allah Ta'ala berfirman :“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS al-A’raf: 55-56).
(Baca juga : Pandemi Corona, Komnas HAM Keluarkan Rekomendasi agar Pilkada Ditunda )
Ucapkanlah pujian (tahmid) dengan penuh keikhlasan karena dengan memuji Allah, manusia memosisikan diri dengan kerendahan diri. Dengan demikian, tiada lagi kesombongan dan keangkuhan yang bersemayam dalam diri manusia tatkala mencurahkan segala isi hati melalui doa.
Sebagai manusia, kita harus menyadari bahwasanya manusia merupakan mahluk yang lemah yang membutuhkan pertolongan Allah. Sakit merupakan tanda bahwa manusia mahluk yang lemah. Allah berfirman mengenai fitrah manusia.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
“Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir: 15).
(Baca juga : Identitas Korban Kecelakaan Maut KM 177 Tol Cipali )
4. Ikhtiar sembuh dengan berobat
Setiap manusia diwajibkan untuk terus berikhtiar untuk mencapai kesembuhannya. Senantiasa berusaha mencari obat dibarengi dengan berdoa kepada Allah, karena pada hakikatnya kesembuhan merupakan milik Allah yang diturunkan pada manusia yang dikehendakinya.
Lihat Juga :