Kang Rashied: Tujuan Ramadhan Adalah Mengekang Nafsu

loading...
Kang Rashied: Tujuan Ramadhan Adalah Mengekang Nafsu
Dai yang juga Founder Musafir Centre, Ustaz Kang Rashied Lc. Foto/dok iNews tv
Dai yang juga Founder Musafir Centre, Ustaz Kang Rashied Lc menyampaikan tausiyah Ramadhan dalam kajian Dhuha yang disiarkan secara online. Kata Kang Rashied, tujuan Ramadhan adalah pengekangan nafsu yang bermakna waspada, taat kepada kebajikan dan jauh dari keberpalingan.

Beliau menukil perkataan I mam Ibnu Athaillah As-Sakandari yang mengungkapkan tentang nafsu:
"Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah pengumbaran nafsu. Pangkal segala ketataan, kewaspadaan, dan kebajikan adalah pengekangan nafsu."

"Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk pengendalian nafsu. Karena hati adalah raja, jasad adalah istana dan nafsu adalah tentara," terangnya.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Isra' ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (Al-isra': 70)

Tetapi manusia seringkali lalai dengan kebesaran-nya, seperti yang tertera dalam Surah Al-Azhab ayat 72 :

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh." (QS Al-ahzab: 72)

Tanda Orang Bahagia Ada 4 Hal yaitu:
1. Qalbunya berpikir.
2. Mata yang selalu mengambil pelajaran.
3. Telinga yang mendengar.
4. Punya semangat mengabdi kepada Allah Ta'ala.

Bagaimana menjaga agar tetap eling (sadar, berpikiran sehat, bijksana)?
1. Bersyukur.
2. Selalu mengingat Allah dan hati terasa tentram.
3. Mendekat dengan majelis-majelis.

Sebagai penutup, Imam Ibnu Athaillah mengutarakan: "Jagalah amanat Allah Ta'ala padamu, maka Allah Ta'ala akan menjagamu".

Wallahu A'lam Bish Showab
(rhs)
cover top ayah
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?

(QS. Al-'Ankabut:2)
cover bottom ayah
preload video