Menelaah Kedudukan Hadis Kiamat di Hari Jumat 15 Ramadhan
Selasa, 05 Mei 2020 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
"Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barang siapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka." (HR Al-Bukhari No 1291 dan Muslim No 4)
"Banyak yang share hadis itu ke saya dengan berbagai versi ada yang suara terus diedit videonya untuk menakut-nakuti, sampai ada ibu-ibu telepon saya nampaknya ini udah mau kiamat. Udah Corona nambah lagi kejadian di pertengahan Ramadhan nampaknya akan kiamat. Nah ini menambahkan ketakutan. Kalau hadisnya benar oke, tapi hadisnya palsu," kata Syeikh Ahmad yang sering menggelar kajian ta'lim di kediamannya di Srengseng Jakarta Barat.
Kemudian Imam Adz-Dzahabi menilai dalam Kitab Al-Talfiq bahwa hadis ini Maudhu' (palsu). Kemudian Imam Iibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Manarul Munif fi Shahih wa Dhaif beliau mengatakan hadis Maudhu' (palsu). Dan ini hadits tidak ada asalnya, berarti hadis palsu tidak pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kemudian Imam Ibnul Jauzi dalam Kitab Al-Maudhu'at mengatakan ini hadis diada-adakan atas nama Rasulullaah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Kita sudah ingatkan berkali-kali hati-hati ketika anda menyampaikan hadis atau peristiwa hari Kiamat atau tentang hukum, agar kembali kepada ulama yang ahli pada bidangnya. Kita tidak boleh menakut-nakuti orang. Orang yang berakidah lain akan memanfaatkan momentum ini untuk menghujat Islam dan Rasul kita. Mudah-mudahan para jamaah bisa mengkaji ilmu-ilmu agama agar tidak terjadi kesalahan," jelasnya.
Apabila kita belajar ilmu agama kepada ulama yang benar insya Allah kita tidak akan tersesat. Kita harus kembali ke agama yang dipercaya sebagaimana firman Allah Ta'ala:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS An-Nahl: ayat 43)
Wallahu A'lam Bish Showab
"Banyak yang share hadis itu ke saya dengan berbagai versi ada yang suara terus diedit videonya untuk menakut-nakuti, sampai ada ibu-ibu telepon saya nampaknya ini udah mau kiamat. Udah Corona nambah lagi kejadian di pertengahan Ramadhan nampaknya akan kiamat. Nah ini menambahkan ketakutan. Kalau hadisnya benar oke, tapi hadisnya palsu," kata Syeikh Ahmad yang sering menggelar kajian ta'lim di kediamannya di Srengseng Jakarta Barat.
Kemudian Imam Adz-Dzahabi menilai dalam Kitab Al-Talfiq bahwa hadis ini Maudhu' (palsu). Kemudian Imam Iibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Manarul Munif fi Shahih wa Dhaif beliau mengatakan hadis Maudhu' (palsu). Dan ini hadits tidak ada asalnya, berarti hadis palsu tidak pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kemudian Imam Ibnul Jauzi dalam Kitab Al-Maudhu'at mengatakan ini hadis diada-adakan atas nama Rasulullaah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Kita sudah ingatkan berkali-kali hati-hati ketika anda menyampaikan hadis atau peristiwa hari Kiamat atau tentang hukum, agar kembali kepada ulama yang ahli pada bidangnya. Kita tidak boleh menakut-nakuti orang. Orang yang berakidah lain akan memanfaatkan momentum ini untuk menghujat Islam dan Rasul kita. Mudah-mudahan para jamaah bisa mengkaji ilmu-ilmu agama agar tidak terjadi kesalahan," jelasnya.
Apabila kita belajar ilmu agama kepada ulama yang benar insya Allah kita tidak akan tersesat. Kita harus kembali ke agama yang dipercaya sebagaimana firman Allah Ta'ala:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS An-Nahl: ayat 43)
Wallahu A'lam Bish Showab
(rhs)
Lihat Juga :