Malu Menjadi Tanda Kecerdasan Seorang Anak
Selasa, 22 September 2020 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Tiga Macam Rasa Malu
Ada tiga macam malu yang perlu melekat pada seseorang. Pertama, malu kepada diri sendiri ketika sedikit melakukan amal saleh kepada Allah dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Malu ini mendorongnya meningkatkan kuantitas amal saleh dan pengabdian kepada Allah Ta'ala dan umat.
Kedua, malu kepada manusia. Ini penting karena dapat mengendalikan diri agar tidak melanggar ajaran agama, meskipun yang bersangkutan tidak memperoleh pahala sempurna lantaran malunya bukan karena Allah. Namun, malu seperti ini dapat memberikan kebaikan baginya dari Allah karena ia terpelihara dari perbuatan dosa.
(Baca juga : Heboh Insentif Kartu Prakerja Buat Booking PSK, Pemerintah: Melukai Hati Rakyat )
Ketiga, malu kepada Allah Ta'ala. Ini malu yang terbaik dan dapat membawa kebahagiaan hidup. Orang yang malu kepada Allah, tidak akan berani melakukan kesalahan dan meninggalkan kewajiban selama meyakini Allah selalu mengawasinya.
Mengingat sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak anak dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik.
(Baca juga : Menkumham Ungkap Kesiapan RI Jadi Tuan Rumah Konferensi tentang Hukum )
Wallahu A'lam
Ada tiga macam malu yang perlu melekat pada seseorang. Pertama, malu kepada diri sendiri ketika sedikit melakukan amal saleh kepada Allah dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Malu ini mendorongnya meningkatkan kuantitas amal saleh dan pengabdian kepada Allah Ta'ala dan umat.
Kedua, malu kepada manusia. Ini penting karena dapat mengendalikan diri agar tidak melanggar ajaran agama, meskipun yang bersangkutan tidak memperoleh pahala sempurna lantaran malunya bukan karena Allah. Namun, malu seperti ini dapat memberikan kebaikan baginya dari Allah karena ia terpelihara dari perbuatan dosa.
(Baca juga : Heboh Insentif Kartu Prakerja Buat Booking PSK, Pemerintah: Melukai Hati Rakyat )
Ketiga, malu kepada Allah Ta'ala. Ini malu yang terbaik dan dapat membawa kebahagiaan hidup. Orang yang malu kepada Allah, tidak akan berani melakukan kesalahan dan meninggalkan kewajiban selama meyakini Allah selalu mengawasinya.
Mengingat sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak anak dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik.
(Baca juga : Menkumham Ungkap Kesiapan RI Jadi Tuan Rumah Konferensi tentang Hukum )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :