Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
Namun Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba.
Hadis ini menjadi dasar anjuran melaksanakan puasa Tasua pada 9 Muharram. Para ulama menjelaskan bahwa hikmahnya adalah untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Sementara puasa Tasua mengajarkan pentingnya menjaga identitas syariat Islam sekaligus menyempurnakan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Karena itu, mayoritas ulama menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara berurutan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Baca juga: Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Hadis ini menjadi dasar anjuran melaksanakan puasa Tasua pada 9 Muharram. Para ulama menjelaskan bahwa hikmahnya adalah untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura memiliki nilai spiritual yang besar bagi umat Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa Asyura juga mengingatkan umat Islam pada perjuangan para nabi dalam menegakkan tauhid dan melawan kezaliman.Sementara puasa Tasua mengajarkan pentingnya menjaga identitas syariat Islam sekaligus menyempurnakan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Karena itu, mayoritas ulama menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara berurutan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Baca juga: Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
(wid)
Lihat Juga :