Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Sedangan Az Zamakhsyari sendiri menjelaskan makna hadits ini, bahwa makanan meskipun manusia berpayah-payah dalam mengolahnya hingga bentuknya bermacam-macam dan menggugah selera, namun semua jenis makanan itu akhirnya berubah menjadi hal yang menjijikkan, demikian pula nasib dunia yang penuh dengan hal yang menggiurkan ini.
Maka Al Munawi menyimpulkan bahwa syahwat manusia terhadap dunia seperti syahwat manusia terhadap makanan yang akan sirna setelah makanan itu berada dalam perut. Demikian pula syahwat terhadap dunia, ia akan berubah manjadi hal yang dibenci dan menjijikkan ketika seorang berada dalam proses kematian.
Selaras dengan hadits di atas, suatu saat seorang shufi berkata kepada para sahabat mereka, ”Mari kita bertolak, agar aku memperlihatkan kepada kalian apa itu dunia.”
Saat mereka sampai di sebuah tempat pembuangan sampah, shufi itu berkata, ”Lihatlah, buah-buahan kalian, ayam-ayam kalian dan manisan-manisan kalian.”
Baca juga: Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Maka Al Munawi menyimpulkan bahwa syahwat manusia terhadap dunia seperti syahwat manusia terhadap makanan yang akan sirna setelah makanan itu berada dalam perut. Demikian pula syahwat terhadap dunia, ia akan berubah manjadi hal yang dibenci dan menjijikkan ketika seorang berada dalam proses kematian.
Selaras dengan hadits di atas, suatu saat seorang shufi berkata kepada para sahabat mereka, ”Mari kita bertolak, agar aku memperlihatkan kepada kalian apa itu dunia.”
Saat mereka sampai di sebuah tempat pembuangan sampah, shufi itu berkata, ”Lihatlah, buah-buahan kalian, ayam-ayam kalian dan manisan-manisan kalian.”
Baca juga: Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
(wid)
Lihat Juga :