Nasihat untuk Muslimah di Zaman Penuh Fitnah
Rabu, 23 September 2020 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Dan perempuan yang terjaga, yang cerdas, yang menginginkan kebaikan untuk dirinya, dia tidak menoleh kepada apa yang dikatakan manusia-manusia rendahan yang menginginkan hilangnya kemuliaan, kesucian dan keagungan perempuan. Pandangan seorang perempuan selalu kepada apa yang dibawa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Semestinya seorang wanita muslimah seperti itu. Jangan dipikirkan ketika dikatakan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab bahwasannya cadar bukan dari Islam, cadar ada budaya Arab, dan seterusnya. Tinggalkan itu, ikuti apa yang ada dalam Al-Qur’an dan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadis-hadisnya.
Contoh lain adalah jilbab yang panjang yang menutupi seluruh tubuh, maka dia tidak memperdulikan apa yang dicelotehkan oleh manusia-manusia rendahan yang tidak paham dan tidak menginginkan kebaikan bagi wanita muslimah. Yang terpenting bagi wanita muslimah adalah dia mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bagaimana dia mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
(Baca juga : Terungkap! Ini Rahasia yang Bikin Google Sukses )
Menyadur tiga hadis yang disampaikan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin, beliau mengajak kepada para perempuan secara khusus untuk memperhatikan dengan perhatian yang sangat mendalam. Dan juga berdiam memperhatikan apa saja kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya.
Hadis pertama, hadis riwayat Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah keluar pada waktu hari Idul Adha atau hari Idul Fitri. Lalu beliau melewati para perempuan kemudian beliau bersabda:
يا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فإنِّي أُرِيتُكُنَّ أكْثَرَ أهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وبِمَ يا رَسولَ اللَّهِ؟ قالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ما رَأَيْتُ مِن نَاقِصَاتِ عَقْلٍ ودِينٍ أذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِن إحْدَاكُنَّ
“Wahai sekelompok kalian para perempuan seluruhnya, hendaknya kalian bersedekah, karena sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka yang paling terbanyak.”
(Baca juga : Empat ABK Asal Tegal Dieksploitasi di Kapal Italia )
Lalu para sahabat-sahabat wanita bertanya: “Dengan apa kami menjadi penghuni neraka yang paling terbanyak?”
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Karena kalian mencaci, melaknat dan kalian kufur terhadap kebaikan suami. Aku tidak melihat dari makhluk-makhluk kurang akalnya dan agamanya lebih menghilangkan otak orang yang tegas di antara kalian dibandingkan kalian wahai para perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini secara umum maknanya adalah bahwa kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menasehati para perempuan, sebagaimana kebiasaan beliau juga menasehati para lelaki. Dan kebanyakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan para perempuan tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada perempuan, kemudian juga tentang penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para perempuan. Ini agar mereka menjaga diri dari kekurangan-kekurangan tersebut dan mengobati kalau seandainya memiliki kekurangan-kekurangan tersebut.
Maka pada hari Idul Adha atau hari Idul Fitri, setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah Id, beliau bersabda: “Wahai para perempuan, bersedekahlah kalian, sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka paling terbanyak.”
(Baca juga : Tak Ada Jaminan Bebas Corona, Desakan Penundaan Pilkada Bergulir )
Kemudian lanjutan dari hadis ini adalah para sahabat wanita bertanya kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Kenapa kurang agama kami dan kurang akal kami Wahai Rasulullah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Contoh lain adalah jilbab yang panjang yang menutupi seluruh tubuh, maka dia tidak memperdulikan apa yang dicelotehkan oleh manusia-manusia rendahan yang tidak paham dan tidak menginginkan kebaikan bagi wanita muslimah. Yang terpenting bagi wanita muslimah adalah dia mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bagaimana dia mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
(Baca juga : Terungkap! Ini Rahasia yang Bikin Google Sukses )
Menyadur tiga hadis yang disampaikan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin, beliau mengajak kepada para perempuan secara khusus untuk memperhatikan dengan perhatian yang sangat mendalam. Dan juga berdiam memperhatikan apa saja kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya.
Hadis pertama, hadis riwayat Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah keluar pada waktu hari Idul Adha atau hari Idul Fitri. Lalu beliau melewati para perempuan kemudian beliau bersabda:
يا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فإنِّي أُرِيتُكُنَّ أكْثَرَ أهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وبِمَ يا رَسولَ اللَّهِ؟ قالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ما رَأَيْتُ مِن نَاقِصَاتِ عَقْلٍ ودِينٍ أذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِن إحْدَاكُنَّ
“Wahai sekelompok kalian para perempuan seluruhnya, hendaknya kalian bersedekah, karena sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka yang paling terbanyak.”
(Baca juga : Empat ABK Asal Tegal Dieksploitasi di Kapal Italia )
Lalu para sahabat-sahabat wanita bertanya: “Dengan apa kami menjadi penghuni neraka yang paling terbanyak?”
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Karena kalian mencaci, melaknat dan kalian kufur terhadap kebaikan suami. Aku tidak melihat dari makhluk-makhluk kurang akalnya dan agamanya lebih menghilangkan otak orang yang tegas di antara kalian dibandingkan kalian wahai para perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini secara umum maknanya adalah bahwa kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menasehati para perempuan, sebagaimana kebiasaan beliau juga menasehati para lelaki. Dan kebanyakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan para perempuan tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada perempuan, kemudian juga tentang penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para perempuan. Ini agar mereka menjaga diri dari kekurangan-kekurangan tersebut dan mengobati kalau seandainya memiliki kekurangan-kekurangan tersebut.
Maka pada hari Idul Adha atau hari Idul Fitri, setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah Id, beliau bersabda: “Wahai para perempuan, bersedekahlah kalian, sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka paling terbanyak.”
(Baca juga : Tak Ada Jaminan Bebas Corona, Desakan Penundaan Pilkada Bergulir )
Kemudian lanjutan dari hadis ini adalah para sahabat wanita bertanya kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Kenapa kurang agama kami dan kurang akal kami Wahai Rasulullah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Lihat Juga :