Nasihat untuk Muslimah di Zaman Penuh Fitnah

loading...
Nasihat untuk Muslimah di Zaman Penuh Fitnah
Allah sudah mengabarkan bahwa ada manusia-manusia yang memang ingin agar perbuatan-perbuatan keji tersebar di tengah kaum muslimah sehingga kaum muslimah membuka auratnya, hilang rasa malunya, hilang ketertutupannya dari laki-laki yang bukan mahram, hilan
Di zaman yang penuh fitnah dan godaan saat ini, banyak kita jumpai hal-hal yang melalaikan, hal-hal memalingkan yang menyibukkan kebanyakan manusia dari tujuan untuk diciptakannya mereka dan juga diadakannya mereka di dunia ini. Allah menciptakan manusia, untuk bertakwa dan taat kepada-Nya, serta selalu berpegang teguh dengan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat ini, kita berada di zaman yang begitu dahsyat dengan godaan-godaan yang menghantarkan kepada kebinasaan , keburukan dan kehancuran. Dikutip dari 'Risalah Penting untuk Muslimah,", kitab yang ditulis Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah, pada zaman yang seperti inilah, manusia ditekankan untuk saling memberikan wasiat dengan takwa kepada Allah Ta'ala, saling memberikan wasiat untuk senantiasa taat kepada Allah, saling memberikan nasihat untuk senantiasa melazimi syariat-syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Bijaksana.

(Baca juga :Penting Diketahui, Inilah Masa 'Iddah Bagi Perempuan Muslimah)

Ini semua kita lakukan sebagai bentuk kasih sayang kita kepada hamba-hamba Allah dan juga berlepas diri kelak nanti di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maksudnya “berlepas diri” ini, menurut Ustadz Ahmad Zainudin, adalah bahwa ada orang yang menyimpang dari agama, baik itu perkara akidah atau ibadah atau muamalah atau akhlak dan adab. "Maka kita menasehati sebagai bentuk berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dan juga sebagai bentuk berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena nanti akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,"ungkapnya saat ceramah kajian muslimah, di live streaming RadioRodja, tadi siang.



Kenapa ada orang yang melakukan maksiat, meninggalkan hal yang wajib tapi kita diamkan? Atau melakukan maksiat, melanggar hal yang dilarang tapi kita diamkan? Maka dengan kita memberikan nasihat, kita berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Baca juga :Ummu Salamah : Perempuan Pembuat Keputusan yang Tepat)

Khususnya untuk muslimah, nasihat seperti ini sangat penting, karena godaan zaman ini banyak terfokus kepada perempuan.
Banyak sekali prilaku-prilaku yang menjerumuskan para perempuan ke dalam hal-hal yang diharamkan. Kemudian rencana-rencana yang sudah diatur sedemikian rupa tujuannya adalah untuk menghilangkan sifat malu kemuliaan, kehormatan dan kesucian yang dimiliki oleh perempuan.



Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
preload video