Orang Baik itu Semakin Berilmu Semakin Tawadhu'

loading...
Orang Baik itu Semakin Berilmu Semakin Tawadhu
Orang baik semakin berilmu akan semakin tawadhu. Sebab ilmu dipelajari agar kita semakin dekat kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/Ist
Ilmu merupakan karunia besar Allah dan setiap muslim laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu. Adapun keutamaan ilmu dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah Ta'ala. Namun, jika ilmu yang dimiliki membuat seorang menjadi sombong dan ujub, maka ia akan terputus dari rahmat Allah.

Ahli hikmah berkata, orang baik itu semakin berilmu semakin tawadhu'. Sebab ilmu dipelajari agar kita semakin dekat kepada Allah Ta'ala, bukan untuk disombongkan apalagi merasa paling benar dari yang lain. (Baca Juga: Keutamaan dan Ganjaran Bagi Orang yang Menuntut Ilmu)

Masih ingat kisah Iblis yang dilaknat Allah karena kesombongannya. "Ana khairun minhu (saya lebih baik dari dia)". Itulah kalimat Iblis ketika menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam 'alaihissalam. Kisah ini diabadikan dalam Surah Al-A'raf Ayat 12. Begitulah kesombongan Iblis, dia merasa lebih mulia dan merasa paling hebat sehingga Allah murka padanya.

Ilmu Kita Hanya Setetes
Pengasuh Ponpes As-Shidqu Al-Habib Quraisy Baharun dalam satu tausiyahnya menukil perkataan yang dinisbahkan kepada Imam Asy-Syafi'i rahimahullah:



ما حَوَى العِلْمَ جَميْعا أَحَدٌ لَا وَلَوْ مارَسَهُ أَلْفَ سَنَة
انما العلْمُ كَبَحْر زاخر فاتَخذْ مِنْ كُلِ شَيْئ أَحْسَنَه

"Tidaklah seseorang bisa menguasai ilmu seluruhnya, tidak walaupun ia belajar selama seribu tahun. Ilmu adalah lautan yang sangat luas, maka ambillah dari segala sesuatu yang paling baiknya".

Ilmu Allah 'Azza wa Jalla sangatlah luas dan tidaklah diberikan kepada manusia kecuali hanya setetes. Maka tidak layak manusia sombong dan congkak dengan kepintaran ilmunya. Allah berfirman: "Katakanlah (wahai Muhammad) seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, maka sungguh lautan akan habis sebelum kalimat-kalimat Rabbku habis (ditulis), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (QS Al-Kahfi: 109)



Di ayat lain, Allah berfirman: "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya kalimat Allâh tidak akan habis ditulis". (QS Luqman: 27)
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

(QS. Al-A’raf:10)
cover bottom ayah
preload video