Kiyai Ahmad Zahro Pertanyakan Swab Test Santri Tengah Malam, Simak Videonya

Senin, 28 September 2020 - 09:10 WIB
loading...
Kiyai Ahmad Zahro Pertanyakan...
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Kiyai Prof DR Ahmad Zahro ingatkan seluruh ponpes di Indonesia untuk mewaspadai kebangkitan Komunis. Foto/Ist
A A A
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof KH Ahmad Zahro mengingatkan para pengasuh pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia agar mewaspadai hal-hal mencurigakan. Ini disampaikannya dalam sebuah ceramah yang disiarkan Channel NU Garis Lurus melalui saluran Youtube, 26 September 2020. (Baca Juga: Virus Corona Bisa Disembuhkan dengan Ruqyah )

"Apa yang terjadi akhir-akhir ini. Dua hari yang lalu sekitar jam 12 malam saya mendapat pengaduan dari salah seorang pengasuh pesantren yang didatangi aparat untuk melakukan rapid test atau swab test (Covid-19) terhadap semua santri. Jam 12 malam pakai seragam tertentu, tapi bukan seragam petugas kesehatan. Saya bilang tolak, tidak mungkin pejabat negara menugasi aparatnya jam 12 malam. Kasihan juga pengasuh ponpes ini karena sendirian," kata Kiyai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Najach Tambak Beras Jombang itu.

(Baca Juga: Amien Rais: Saya Melihat Komunisme Diberi Angin Kencang )

Kemudian aparat itu pulang. Lalu satu jam kemudian datang lagi aparat keamanan berseragam. Seragamnya mirip Satpol PP dan seragam polisi. Mereka meminta agar para santri dan ustaz didata.

"Saya geram karena saya ingat betul apa yang terjadi tahun 1964 lalu. Ayah saya pernah digerebek jam 10 malam," kata Kiyai Zahro yangmenjabat Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I).

Kiyai Zahro menceritakan, aparat itu tetap bersikeras meminta daftar nama ustaz dan santri sampai marah-marah. Melihat itu, Kiyai Zahro meminta pengasuh pesantren agar jangan sampai memberikan daftar nama-nama santri dan ustaz di ponpes itu.

"Sampai di situ memang masih ada sambungan dialognya dengan pengasuh santri itu. Tapi intinya itu, melalui saluran Youtube ini, kepada semua pengasuh ponpes di seluruh Indonesia saya sebagai Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), saya serukan tolong waspada sejarah akan berulang. Ini yang terjadi pada tahun 1964 lalu," tegas Kiyai Zahro .

(Baca Juga: Gatot Nurmantyo Surati Jokowi, Waspadai PKI Gaya Baru )

Kiyai Zahro membeberkan penuturan ayahnya yang menyebutkan pada tahun 1948 juga terjadi hal seperti itu. Bahkan kalau membaca buku "Banjir Darah" betapa luar biasanya mereka datang membawa pedang dan celurit langsung mengambil.

"Saya tidak menuduh siapapun. Tapi saya serukan ayuk kita hadapi bersama, jangan gentar. Umat Islam kalau kompak kalau bersatu, Allah Ta'ala pasti memberikan pertolongan. Silakan baca Al-Qur'an Surah Al-Anfal, kenapa Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya kuat, ternyata karena kompak dan bersatu," terang Kiyai Zahro .

"Kita tidak akan menyerang siapa pun. Tapi kalau mereka jual, kita borong. Kalau mereka datang baik-baik kita terima baik-baik, kalau datang ada hal-hal mencurigakan maka sejarah akan berulang," sambungnya.

Para pengasuh ponpes di Indonesia diimbau agar tidak terpengaruh modus orang-orang mencurigakan. Sekarang ini harus hati-hati. Ini benar terjadi, bukan khayalan.

"Mana ada pemeriksaan Swab Test dilakukan malam-malam dengan berkedok gratis. Kitat patut curiga. Kita tidak ada kepentingan untuk tes apapun, panjenengan yang penting jaga kesehatan, hidup sehat dan bersih, protokol kesehatan dipatuhi, dzikir istiqamah. Tidak ada apa-apa kok tiba-tiba seperti itu," kata Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya itu.(Baca Juga: Pesan Aa Gym Bagi yang Keluar Rumah Saat Pandemi, Ini Amalannya )

Berikut rekaman Video Kiyai Ahmad Zahro yaang disiarkan Channel NU Garis Lurus melalui saluran Youtube, 26 September 2020:
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
HPSN 2026, P3M dan KLH...
HPSN 2026, P3M dan KLH Ajak Pesantren Atasi Darurat Sampah
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Halaqah Pesantren 2025,...
Halaqah Pesantren 2025, Ulama Kalimantan Dorong Standardisasi Pengajar Kitab Kuning
Rais ‘Aam PBNU Sebut...
Rais ‘Aam PBNU Sebut Pesantren Pilar Ketahanan dan Kebangkitan Bangsa
Rekomendasi
Ibn al-Haitham: Ilmuwan...
Ibn al-Haitham: Ilmuwan Gila Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Danau Kematian di Bawah...
Danau Kematian di Bawah Laut Teluk Meksiko Ditemukan
Ekosistem Menghilang,...
Ekosistem Menghilang, Hal Ini Lebih Menakutkan dari Rencana Trump Soal Greenland
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved