Begini 5 Cara untuk Meraih Malam Lailatul Qadar
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
3. Memperbanyak Doa
Dan tentu saja berdo’a menjadi suatu keharusan dan kebutuhan seorang hamba pada malam itu. Karena salah satu kemuliaan Ramadhan adalah waktu diijabahnya do’a seseorang hamba.
Dan pada malam-malam sepuluh terakhir ini, Rasul telah mencontohkan kita dalam hadisnya tentang doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada kita melalui istrinya ‘Aisyah ra untuk kita baca dimalam-malam mulia ini, yaitu: “Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul-‘Afwa Fa’fu ‘Anni”
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)
Inilah doa yang sering dibaca berulang-ulang oleh Nabi SAW ketika memasuki malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan doa ini juga yang diajarkan oleh beliau kepada kita semua melalui istrinya ‘Aisyah guna bisa kita mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
4. Memperbanyak Tilawah Qur’an
Tidak mesti mengkhatamkannya di malam itu juga, dan tidak ada juga yang mewajibkan seorang muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di malam itu. Namun jika memang mampu dan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an itu sungguh sangat baik sekali, tidak diragukan lagi orang tersebut akan mendapat pahala yang besar.
5. Melaksanakan Salat
Tidak ada ketentuan berapa rakaat harus salat di malam hari Ramadhan, termasuk malam-malam sepuluh terakhir. Tidak ada batasan berapa pun kita melaksanakan salat, 8 rakaat kah atau 20, atau bahkan lebih. Yang terpenting ialah salat itu dilakukan dengan format 2 rakaat satu salam. “Salat malam itu 2 rakaat 2 rakaat….” (HR Bukhori & Muslim)
Dan ini bukan salat tarawih, ini adalah salat malam. Pun kalau ingin menyebutnya dengan salat tahajud, menurut Ahmad Zarkasih, ya tidak mengapa. "Artinya ketika memulai takbir, kita berniat dengan salat tahajud," katanya.
Tapi yang harus diperhatikan ialah, kalau sebelumnya sudah salat witir dengan jamaah tarawih sebelumnya, maka sudah tidak boleh lagi melakukan salat witir, karena witir tidak boleh dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu malam. Dan kalau memang belum salat witir, ya tutuplah salat malam kita dengan salat witir.
Dan tentu saja berdo’a menjadi suatu keharusan dan kebutuhan seorang hamba pada malam itu. Karena salah satu kemuliaan Ramadhan adalah waktu diijabahnya do’a seseorang hamba.
Dan pada malam-malam sepuluh terakhir ini, Rasul telah mencontohkan kita dalam hadisnya tentang doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada kita melalui istrinya ‘Aisyah ra untuk kita baca dimalam-malam mulia ini, yaitu: “Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul-‘Afwa Fa’fu ‘Anni”
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)
Inilah doa yang sering dibaca berulang-ulang oleh Nabi SAW ketika memasuki malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan doa ini juga yang diajarkan oleh beliau kepada kita semua melalui istrinya ‘Aisyah guna bisa kita mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
4. Memperbanyak Tilawah Qur’an
Tidak mesti mengkhatamkannya di malam itu juga, dan tidak ada juga yang mewajibkan seorang muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di malam itu. Namun jika memang mampu dan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an itu sungguh sangat baik sekali, tidak diragukan lagi orang tersebut akan mendapat pahala yang besar.
5. Melaksanakan Salat
Tidak ada ketentuan berapa rakaat harus salat di malam hari Ramadhan, termasuk malam-malam sepuluh terakhir. Tidak ada batasan berapa pun kita melaksanakan salat, 8 rakaat kah atau 20, atau bahkan lebih. Yang terpenting ialah salat itu dilakukan dengan format 2 rakaat satu salam. “Salat malam itu 2 rakaat 2 rakaat….” (HR Bukhori & Muslim)
Dan ini bukan salat tarawih, ini adalah salat malam. Pun kalau ingin menyebutnya dengan salat tahajud, menurut Ahmad Zarkasih, ya tidak mengapa. "Artinya ketika memulai takbir, kita berniat dengan salat tahajud," katanya.
Tapi yang harus diperhatikan ialah, kalau sebelumnya sudah salat witir dengan jamaah tarawih sebelumnya, maka sudah tidak boleh lagi melakukan salat witir, karena witir tidak boleh dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu malam. Dan kalau memang belum salat witir, ya tutuplah salat malam kita dengan salat witir.
(mhy)
Lihat Juga :