Berikut Ini yang Membatalkan Keislaman Seseorang

loading...
Berikut Ini yang Membatalkan Keislaman Seseorang
Ilustrasi/SINDOnews
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya "Fatawa Qardhawi" menyatakan setiap manusia, apabila telah mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka dia menjadi orang Islam. Baginya wajib dan berlaku hukum-hukum Islam, yaitu beriman akan keadilan dan kesucian Islam. Wajib baginya menyerah dan mengamalkanhukum Islam yang jelas, yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. (Baca juga: Tukang Maksiat Tetap Masuk Surga Jika Bersyahadat Saat Sakaratul Maut)

Tidak ada pilihan baginya menerima atau meninggalkan sebagian. Dia harus menyerah pada semua hukum yang dihalalkan dan yang diharamkan, sebagaimana arti (maksud) dari ayat di bawah ini:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak(pula) bagi wanita yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka ..." (QS Al-Ahzab: 36).

Baca juga: Maksiat Lagi Taubat Lagi, Allah Tetap Mengampuni

Al-Qardhawi mengingatkan perlu diketahui bahwa ada di antara hukum-hukum Islam yang sudah jelas menjadi kewajiban-kewajiban, atau yang sudah jelasdiharamkan (dilarang), dan hal itu sudah menjadi ketetapan yang tidak diragukan lagi, yang telah diketahui oleh ummat Islam pada umumnya. Yang demikian itu dinamakan oleh para ulama: "Hukum-hukum agama yang sudah jelas diketahui." (Baca juga: Bahaya Khamar (Miras), Seorang Ahli Ibadah Tergelincir ke Dalam Maksiat)

Misalnya, kewajiban salat, puasa, zakat dan sebagainya. Hal itu termasuk rukun-rukun Islam. Ada yang diharamkan, misalnya, membunuh, zina, melakukan riba, minum khamar dan sebagainya.



Baca juga: Partai Ummat, Pertobatan Amien Rais di Masa Tua?

Hal itu termasuk dalam dosa besar. Begitu juga hukum-hukum pernikahan, talak, waris dan qishash, semua itu termasuk perkara yang tidak diragukan lagi hukumnya.

Barangsiapa yang mengingkari sesuatu dari hukum-hukum tersebut, menganggap ringan atau mengolok-olok, maka dia menjadi kafir dan murtad. Sebab, hukum-hukum tersebut telah diterangkan dengan jelas oleh Al-Qur'an dan dikuatkan dengan hadis-hadis Nabi SAW yang shahih atau mutawatir, dan menjadi ijma' oleh ummat Muhammad SAW dari generasi ke generasi. Maka, barangsiapa yang mendustakan hal ini, berarti mendustakan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Baca juga: Loyalis Akui Amien Rais Tetap Dijadikan Magnet bagi Partai Ummat

Mendustakan (mengingkari) hal-hal tersebut dianggap kufur, kecuali bagi orang-orang yang baru masuk Islam (muallaf) dan jauh dari sumber informasi. Misalnya berdiam di hutan atau jauh dari kota dan masyarakat kaum Muslimin.



Setelah mengetahui ajaran agama Islam, maka berlaku hukum baginya.
(mhy)
cover top ayah
وَّمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٍ‌ؕ قَلِيۡلًا مَّا تُؤۡمِنُوۡنَۙ
Dan Al-Qur'an bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

(QS. Al-Haqqah:41)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video