Membangun Ummat Terbaik di Amerika

loading...
Membangun Ummat Terbaik di Amerika
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center (kanan) dalam sebuah acara di New York beberapa waktu lalu. Foto/Sit
Imam Shamsi Ali
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Presiden Nusantara Foundation

Jumat kemarin saya menyampaikan khutbah bulanan saya di Jamaica Muslim Center New York. Bagi yang belum mengenal JMC (Jamaica Muslim Center) adalah salah satu Islamic Center terbesar di Amerika, khususnya di kota New York. Selain masjid, JMC juga mengelola sekolah Islam full, sekolah Tahfidz, senior Center (rumah jompo), dan banyak lagi.

Jamaica juga adalah Islamic Center Yang memiliki posisi di mata pejabat di Kota New York. Satu-satunya masjid yang dijunjungi oleh Wali Kota Michael Bloomberg di saat mengakhiri tugasnya sebagai Wali Kota New York. Walikota Bill de Blasio telah tiga kali berkunjung ke masjid ini. Demikian juga dengan kepolisian dan para anggota DPRD New York. (Baca Juga: Tidak Ada Kasta, Islam Mengajarkan Kesetaraan)

Yang saya ingin sampaikan kali ini adalah ringkasan khutbah yang saya sampaikan pada Jumat lalu. Saya merasa perlu menuliskan ringkasan ini agar bermanfaat luas kepada warga Muslim, khususnya mereka yang di Amerika.



Mewujudkan "Khaer Ummah" dalam Konteks Amerika, Islam diyakini sebagai agama kehidupan. Ini dimaknai minimal dalam dua hal. Makna pertama, bahwa Islam hadir untuk mengajarkan kita hidup. Bukan sebaliknya hadir untuk mengajarkan kematian. Justru warna kematian ditentukan oleh warna kehidupan. Karenanya fokus Islam adalah bagaimana hidup yang baik demi kematian yang baik (husnul khatimah).

Makna kedua, bahwa Islam sebagai ajaran kehidupan pastinya menyentuh seluruh aspek hidup manusia. Bukan hanya aspek individual. Apalagi lagi hanya aspek ritual kehidupan. Tapi menyeluruh (komprehensif) sebagai ajaran yang syamil, kamil dan mutakamil.

Dalam konteks inilah kita yakini bahwa Islam hadir mengajarkan manusia untuk mewujudkan komunitas (masyarakat). Inilah yang dikenal dengan kata "ummah". Atau dalam konteks nation state (negara) disebut dengan bangsa (nation).



Ummah atau bangsa itulah yang menjadi tujuan utama berdirinya Madinah. Di sanalah berdiri Komunitas Muslim atau masyarakat Muslim pertama sebagai "tunas ummah" yang mengglobal di kemudian hari.
halaman ke-1 dari 6
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video