Ungkapan Insya Allah Tiba-tiba Jadi Populer di Amerika
Minggu, 04 Oktober 2020 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran saya adalah jangan-jangan kata itu keluar dari mulut Biden karena ingin mengatakan bahwa apa yang Trump katakan itu adalah "joke" (candaan). Bahkan "A Lie" (sebuah kebohongan) semata. (Baca Juga: Hati-hati Ungkapan 'Cukup Al-Qur'an dan Sunnah, Jangan Ambil dari Ulama! )
Makna Insya Allah
Seperti disebutkan di atas, arti sesungguhnya dari insya Allah adalah "if Allah wills" atau jika Allah menghendaki atau menginginkan. Atau sebenarnya makna yang lebih tegas: jika Allah takdirkan.
Seorang Muslim dikehendaki bahkan diperintahkan untuk mengatakannya insya Allah jika ingin melakukan sesuatu. Apalagi jika hal itu berkaitan dan disampaikan kepada orang lain.
Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur'an :
"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." (Al-Kahfi Ayat 23-24)
Ungkapan itu adalah ungkapan dahsyat dan mendasar sebagai bagian dari keimanan bahwa Allah terlibat dalam segala hal yang kita lakukan dan terjadi dalam hidup kita. Bahwa tak ada apapun yang terjadi dalam Hidup ini kecuali dengan kehendakNya.
Bahkan dengan ungkapan insya Allah kita juga sesungguhnya menyadari keterbatasan dan memohon intervensi Allah dalam segala hal yang kita lakukan dan inginkan. Bahkan sesulit dan seberat apapun itu.
( Baca Juga: Setelah 6 Bulan, Makkah Kembali Terima Jamaah Umrah )
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan bahwa segala keinginan dan ambisi Nabi Sulaiman 'alaihissalam tidak terwujud ketika melupakan kata insya Allah. Akan tetapi setelah dia ungkapkan insya Allah, Nabi Sulaiman mencapai semua keinginannya saat itu. (Hadis Al-Bukhari-Muslim).
Makna Insya Allah
Seperti disebutkan di atas, arti sesungguhnya dari insya Allah adalah "if Allah wills" atau jika Allah menghendaki atau menginginkan. Atau sebenarnya makna yang lebih tegas: jika Allah takdirkan.
Seorang Muslim dikehendaki bahkan diperintahkan untuk mengatakannya insya Allah jika ingin melakukan sesuatu. Apalagi jika hal itu berkaitan dan disampaikan kepada orang lain.
Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur'an :
وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فاعِلٌ ذلِكَ غَداً إِلاَّ أَنْ يَشاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذا نَسِيتَ وَقُلْ عَسى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً
"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." (Al-Kahfi Ayat 23-24)
Ungkapan itu adalah ungkapan dahsyat dan mendasar sebagai bagian dari keimanan bahwa Allah terlibat dalam segala hal yang kita lakukan dan terjadi dalam hidup kita. Bahwa tak ada apapun yang terjadi dalam Hidup ini kecuali dengan kehendakNya.
Bahkan dengan ungkapan insya Allah kita juga sesungguhnya menyadari keterbatasan dan memohon intervensi Allah dalam segala hal yang kita lakukan dan inginkan. Bahkan sesulit dan seberat apapun itu.
( Baca Juga: Setelah 6 Bulan, Makkah Kembali Terima Jamaah Umrah )
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan bahwa segala keinginan dan ambisi Nabi Sulaiman 'alaihissalam tidak terwujud ketika melupakan kata insya Allah. Akan tetapi setelah dia ungkapkan insya Allah, Nabi Sulaiman mencapai semua keinginannya saat itu. (Hadis Al-Bukhari-Muslim).
Lihat Juga :