Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Rabu, 06 Mei 2020 - 07:45 WIB
loading...
Adapun 8 tanda Kiamat besar diketengahkan dalam Hadis Sahih Muslim dari Huzzaifah Ibnul Yaman radhiyallaahu anhu. Foto ilustrasi/dok LiveScience
A
A
A
Ulama dari Mesir Syeikh Ahmad Al-Misri menjelaskan hadis tanda-tanda Hari Kiamat dalam kajian online di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, belum lama ini.
Kenapa kita membahas tentang peristiwa Hari Kiamat ? Ada 8 alasan yang dikemukakan Syeikh Ahmad Al-Misri.
1. Untuk Membenarkan Iman Kita tentang Hal Ghaib.
Dalam hal ini, Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka." (QS Al-Baqarah: ayat 3)
Beriman kepada yang ghaib artinya beriman atas apa yang Allah Ta'ala beritahukan dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Semua yang disampaikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu adalah benar.
2. Mendorong Kita untuk Taat kepada Allah Ta'ala dan Mempersiapkannya.
3. Mengingatkan Hukum Fiqih Syar'i seperti Kisah Menetapnya Dajjal 40 Hari di Muka Bumi.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
عن النواس بن سمعان رضي الله عنه قال ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الدجال إلى أن قال : قالنا : ”يا رسول الله وما ليثه في الأرض؟”، قال : أربعون يوما يوم كسنة ويوم كشهر ويوم كجمعة وسائر أيامه كأيامكم. قلنا : يا رسول الله : فذاك اليوم الذي كسنة أتكفينا فيه صلاة يوم؟ قال لا اقدروا له قدره
Dari Nawas bin Sim'an Al-Kilabi radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullaah SAW menyebut tentang Dajjal, sampai kita berkata, "Ya Rasulullaah, berapa lama dia di bumi?" Rasulullaah SAW menjawab, "Selama 40 hari, hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti sebulan, dan hari ketiga sehari seperti seminggu, dan seluruh hari-harinya seperti hari-hari kalian." Mereka berkata, "Pada hari itu apakah memadai bagi kami salat seperti sekarang?" Kata Nabi: "Tidak, maka hendaknya salat sebagaimana kadar seperti biasanya." (HR Muslim)
Kenapa kita membahas tentang peristiwa Hari Kiamat ? Ada 8 alasan yang dikemukakan Syeikh Ahmad Al-Misri.
1. Untuk Membenarkan Iman Kita tentang Hal Ghaib.
Dalam hal ini, Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka." (QS Al-Baqarah: ayat 3)
Beriman kepada yang ghaib artinya beriman atas apa yang Allah Ta'ala beritahukan dalam Al-Qur'an dan Hadits Nabi. Semua yang disampaikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu adalah benar.
2. Mendorong Kita untuk Taat kepada Allah Ta'ala dan Mempersiapkannya.
3. Mengingatkan Hukum Fiqih Syar'i seperti Kisah Menetapnya Dajjal 40 Hari di Muka Bumi.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
عن النواس بن سمعان رضي الله عنه قال ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الدجال إلى أن قال : قالنا : ”يا رسول الله وما ليثه في الأرض؟”، قال : أربعون يوما يوم كسنة ويوم كشهر ويوم كجمعة وسائر أيامه كأيامكم. قلنا : يا رسول الله : فذاك اليوم الذي كسنة أتكفينا فيه صلاة يوم؟ قال لا اقدروا له قدره
Dari Nawas bin Sim'an Al-Kilabi radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullaah SAW menyebut tentang Dajjal, sampai kita berkata, "Ya Rasulullaah, berapa lama dia di bumi?" Rasulullaah SAW menjawab, "Selama 40 hari, hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti sebulan, dan hari ketiga sehari seperti seminggu, dan seluruh hari-harinya seperti hari-hari kalian." Mereka berkata, "Pada hari itu apakah memadai bagi kami salat seperti sekarang?" Kata Nabi: "Tidak, maka hendaknya salat sebagaimana kadar seperti biasanya." (HR Muslim)
Lihat Juga :