Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Rabu, 06 Mei 2020 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
4. Pelajaran dari Nabi Muhammad SAW tentang pengetahuan Hari Kiamat sekaligus Membenarkan yang Ghaib.
Beliau sering mengatakan akan terjadi ini dan itu. Pengetahuan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam akan masa depan sudah dikatakan beliau sejak 1.400 tahun lalu.
5. Mengetahui Fitnah Hari Kiamat agar Kita Bisa Menyiapkan Diri Ketika Berhadapan dengan Dajjal.
Setiap Nabi sudah mengabarkan kepada umat, tapi tidak ada Nabi yang mengabarkan sejelas Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam terkait ciri-cirinya.
6. Mempersiapkan Diri Kita untuk Menghadapi Masa Depan.
Beda dengan yang tiba-tiba menghadapi Dajjal. Artinya umat Islam diberi ilmu agar sedia payung sebelum hujan.
7. Membuka Pintu Harapan Bagi Umat Islam.
Kita sudah pernah menjelaskan tentang Malhamal Kubra (perang akhir zaman) yang menjadi salah satu tanda dekatnya hari Kiamat. Hal ini membuka harapan bagi umat Islam.
8. Agar Beriman kepada Tanda-tanda Hari Kiamat.
Umat Islam wajib meyakini tanda-tanda hari Kiamat. Keyakinan ini akan menguatkan iman kita dan ketika terjadi peristiwa tersebut membuat kita yakin mengikuti agama yang benar.
Kaidah yang dipegang saat menyampaikan tanda Kiamat besar atau Kiamat kecil:
1. Harus mengambil nash dari Al-Qur'an maupun dari Hadis Shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sumber utama untuk mengetahui hal ghaib adalah Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun hadis-hadis palsu tentang peristiwa hari Kiamat tidak boleh dipakai. Hadis lemah juga tidak boleh digunakan dalam hukum dan itu sepakat 'ulama. Hadis lemah hanya boleh digunakan dalam fadhail amal dengan syarat-syarat dan ditentukan ulama.
2. Kembali kepada ulama yang kita percaya yang menguasai ilmu fiqih.
3. Harus Bicara dengan orang sesuai kemampuannya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallaahu wajhah berkata: "Berikanlah kabar kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka."
4. Berpikir sebelum berbicara mengatasnamakan Hadis Nabi. Seperti tentang hadis Dukhan ada ustaz yang mengatakan akan terjadi di pertengahan Ramadhan. Kalau tidak terjadi nanti akan banyak yang menuduh bahwa Nabi muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam pembohong dan terjadi fitnah. Maka hati-hatilah terhadap sumber ilmu.
Beliau sering mengatakan akan terjadi ini dan itu. Pengetahuan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam akan masa depan sudah dikatakan beliau sejak 1.400 tahun lalu.
5. Mengetahui Fitnah Hari Kiamat agar Kita Bisa Menyiapkan Diri Ketika Berhadapan dengan Dajjal.
Setiap Nabi sudah mengabarkan kepada umat, tapi tidak ada Nabi yang mengabarkan sejelas Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam terkait ciri-cirinya.
6. Mempersiapkan Diri Kita untuk Menghadapi Masa Depan.
Beda dengan yang tiba-tiba menghadapi Dajjal. Artinya umat Islam diberi ilmu agar sedia payung sebelum hujan.
7. Membuka Pintu Harapan Bagi Umat Islam.
Kita sudah pernah menjelaskan tentang Malhamal Kubra (perang akhir zaman) yang menjadi salah satu tanda dekatnya hari Kiamat. Hal ini membuka harapan bagi umat Islam.
8. Agar Beriman kepada Tanda-tanda Hari Kiamat.
Umat Islam wajib meyakini tanda-tanda hari Kiamat. Keyakinan ini akan menguatkan iman kita dan ketika terjadi peristiwa tersebut membuat kita yakin mengikuti agama yang benar.
Kaidah yang dipegang saat menyampaikan tanda Kiamat besar atau Kiamat kecil:
1. Harus mengambil nash dari Al-Qur'an maupun dari Hadis Shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sumber utama untuk mengetahui hal ghaib adalah Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun hadis-hadis palsu tentang peristiwa hari Kiamat tidak boleh dipakai. Hadis lemah juga tidak boleh digunakan dalam hukum dan itu sepakat 'ulama. Hadis lemah hanya boleh digunakan dalam fadhail amal dengan syarat-syarat dan ditentukan ulama.
2. Kembali kepada ulama yang kita percaya yang menguasai ilmu fiqih.
3. Harus Bicara dengan orang sesuai kemampuannya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallaahu wajhah berkata: "Berikanlah kabar kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka."
4. Berpikir sebelum berbicara mengatasnamakan Hadis Nabi. Seperti tentang hadis Dukhan ada ustaz yang mengatakan akan terjadi di pertengahan Ramadhan. Kalau tidak terjadi nanti akan banyak yang menuduh bahwa Nabi muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam pembohong dan terjadi fitnah. Maka hati-hatilah terhadap sumber ilmu.
Lihat Juga :