Malaikat Berebut Membaca Zikir Pendek Ini
Rabu, 07 Oktober 2020 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Muslimah, Hati-hati dengan Perkara-Perkara Ini! )
Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya siapa yang membaca, tidak ada yang menjawab. Bisa jadi yang lainnya sedang konsentrasi beribadah sehingga memang tidak peduli dengan ucapan orang yang berucap sesuatu atau Rifa’ah berada di belakang shaf belakang sehingga yang lainnya tidak tahu siapa yang mengatakan itu.
Rifa’ah takut dia telah melakukan sesuatu yang terlarang, maka dia diam. Karena dia spontanitas mengatakan itu, dia takut membuat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terganggu dengan ucapan dia. Nabi berkata lagi: “Siapa orangnya?”
(Baca juga : Perbaiki Serapan Anggaran PEN, Menkeu Sri Akui Akan Evaluasi )
Karena tidak ada yang menjawab, Nabi menjelaskan. Di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berusaha untuk memberikan udzur (alasan) kepada sahabat yang tidak menjawab, padahal wajib seharusnya kalau ditanya atau dipanggil untuk menjawab perintah Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam. Tapi karena Rifa’ah takut, maka dia akhirnya tidak menjawab. Lalu Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam mengatakan:
فَلَمْ يَقُلْ إِلاَّ صَوَابًا
“Maka sesungguhnya dia tidak berkata kecuali kebenaran.”
Lalu ketika mendengar itu, baru Rifa’ah mengaku, dia mengatakan:
أَنَا، أَرْجُو بِهَا الْخَيْ
“Aku Wahai Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aku berharap kebaikan dengan ucapanku itu.”
(Baca juga : Pasca Sahkan RUU Cipta Kerja, Gedung DPR Diobral Murah di E-commerce )
Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رَأَيْتُ ثَلاَثَةَ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَ أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.
“Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, aku melihat 13 malaikat (dalam riwayat yang lebih shahih dikatakan 30 lebih malaikat) mereka bersegera untuk mengambil kalimat tersebut mau diangkat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
Bayangkan, malaikat berebut mengangkat zikir ini. Ada orang yang berbicara dengan pembicaraan yang mungkin dia tidak terlalu memikirkan ucapannya, tapi ternyata ucapan itu mengandung keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla, maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut. Namun ada manusia yang ucapannya mengandung kemurkaan Allah tapi dia tidak peduli.
Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya siapa yang membaca, tidak ada yang menjawab. Bisa jadi yang lainnya sedang konsentrasi beribadah sehingga memang tidak peduli dengan ucapan orang yang berucap sesuatu atau Rifa’ah berada di belakang shaf belakang sehingga yang lainnya tidak tahu siapa yang mengatakan itu.
Rifa’ah takut dia telah melakukan sesuatu yang terlarang, maka dia diam. Karena dia spontanitas mengatakan itu, dia takut membuat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terganggu dengan ucapan dia. Nabi berkata lagi: “Siapa orangnya?”
(Baca juga : Perbaiki Serapan Anggaran PEN, Menkeu Sri Akui Akan Evaluasi )
Karena tidak ada yang menjawab, Nabi menjelaskan. Di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berusaha untuk memberikan udzur (alasan) kepada sahabat yang tidak menjawab, padahal wajib seharusnya kalau ditanya atau dipanggil untuk menjawab perintah Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam. Tapi karena Rifa’ah takut, maka dia akhirnya tidak menjawab. Lalu Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam mengatakan:
فَلَمْ يَقُلْ إِلاَّ صَوَابًا
“Maka sesungguhnya dia tidak berkata kecuali kebenaran.”
Lalu ketika mendengar itu, baru Rifa’ah mengaku, dia mengatakan:
أَنَا، أَرْجُو بِهَا الْخَيْ
“Aku Wahai Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aku berharap kebaikan dengan ucapanku itu.”
(Baca juga : Pasca Sahkan RUU Cipta Kerja, Gedung DPR Diobral Murah di E-commerce )
Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رَأَيْتُ ثَلاَثَةَ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَ أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.
“Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, aku melihat 13 malaikat (dalam riwayat yang lebih shahih dikatakan 30 lebih malaikat) mereka bersegera untuk mengambil kalimat tersebut mau diangkat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
Bayangkan, malaikat berebut mengangkat zikir ini. Ada orang yang berbicara dengan pembicaraan yang mungkin dia tidak terlalu memikirkan ucapannya, tapi ternyata ucapan itu mengandung keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla, maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut. Namun ada manusia yang ucapannya mengandung kemurkaan Allah tapi dia tidak peduli.
Lihat Juga :