Umar bin Khattab: Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Ia bertemu dengan rombongan Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Lalu mereka menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata selain panah yang dilepaskan Sa’ad. Itu sebabnya ia berkata: "Saya orang pertama di kalangan Arab yang melepaskan anak panah di jalan Allah."

Begitu itulah sifatnya. Tidak heran jika ia menjadi singa yang masih dengan cakarnya, dan secara aklamasi semua orang setuju ia diangkat menjadi komandan pasukan yang akan diberangkatkan ke Irak untuk menghadapi suatu situasi yang paling kritis yang pernah dihadapi pasukan Muslimin.

Pasukan Terbesar
Sa’ad berangkat dari Madinah menuju Irak dengan 4000 prajurit dengan membawa istri dan anak-anak mereka. Sesudah ia berangkat berdatangan pula kekuatan pasukan ke Madinah berturut-turut memenuhi seruan Khalifah Umar. Mereka dikirim untuk bergabung menyusul Sa’ad.

Baca juga: Mau Gabung Partai Ummat? Simak Penjelasan Amien Rais Besok Malam

Dengan demikian jumlah dan kekuatan pasukannya bertambah. Yang membuat kekuatannya bertambah karena seluruh Semenanjung Arab mengirimkan putra-putra terbaiknya, terdiri dari para pahlawan, kesatria penunggang kuda, penyair, orator dan pemimpin-pemimpin yang masing-masing mempunyai kepemimpinan dan kedudukan tersendiri.

Di antara mereka terdapat Amr bin Ma'di Karib az-Zabidi, Tulaihah bin Khuwailid al-Asadi, Asy'as bin Qais al-Kindi dan beberapa lagi pemimpin yang lain, masing-masing memimpin kabilahnya. Ketika Sa’ad sudah mendekati Zarrud kekuatannya sudah mencapai 20.000 ribu orang.

Baca juga: Partai Ummat, Pertobatan Amien Rais di Masa Tua?

Kekuatan Musanna yang ditarik ke Zu Qar sesudah pertempuran Buwaib, dan sesudah kekuasaan Persia berada di tangan Yazdigird, sebanyak 3000, dari jumlah kabilah-kabilah berdekatan yang bergabung dengan mereka 5000. Pasukan yang datang dari Syam di bawah komando Hasyim bin Utbah sebanyak 8000. Dengan demikian jumlah anggota pasukan yang berangkat dari berbagai penjuru untuk berpartisipasi di Kadisiah sekitar 36.000.

Sejak Musanna berangkat ke Delta Furat dan Tigris di masa pemerintahan Abu Bakr, ini termasuk pasukan terbesar yang pernah disiapkan Muslimin untuk menyerang Irak.

Musanna Wafat
Tatkala Sa’ad sampai ke Syaraf, sementara menunggu kedatangan pasukan yang dari Syam, penggalangan kekuatan itu sudah selesai. Tetapi Musanna tidak bersama pasukannya, karena luka-lukanya akibat pertempuran di jembatan telah membusuk dan dia meninggal setelah pimpinan pasukan diserahkan kepada Basyir bin al-Khasasiah. Juga al-Mu'anna bin Harisah, saudara Musanna, tidak ikut serta dalam pasukan ini, sebab dia mendapat berita, bahwa Qabus bin Qabus bin al-Munzir pergi ke Kadisiah atas perintah pihak Persia untuk mengajak orang-orang Arab bergabung dengan pasukan Persia memerangi pasukan Muslimin.

Dia adalah penulis Banu Bakr bin Wa'il, seperti an-Nu'man bin al-Munzir ketika dulu menulis kepada mereka mengajak bergabung dengan pasukannya. Mu'anna cepat-cepat meninggalkan Zu Qar menuju daerah Banu Bakr bin Wa'il untuk mengacaukan rencana Qabus, dan meminta Banu Bakr tetap setia pada kekuasaan Muslimin.

Baca juga: Bertambah 4.850 Kasus, Ini Sebaran Penambahan Covid-19 di 34 Provinsi

Setelah itu ia kembali ke Zu Qar dengan membawa Salma istri saudaranya, Musanna, dan sama-sama berangkat menyusul Sa’ad di Syaraf, yang ketika itu sudah siap akan bertolak ke Kadisiah.

Salma dan Mu'anna masuk menemui Sa’ad. Ia menyampaikan poran tentang Qabus dan Banu Bakr bin Wa'il. Disebutkannya juga pesan Musanna kepadanya untuk tidak menyerang musuh, Persia, kalau mereka dan semua staf berkumpul, dan jangan menyerang mereka di dalam wilayah mereka sendiri, tetapi seranglah mereka di daerah yang berbatasan dengan negeri mereka, yang dekat ke daerah pedalaman Arab dan tidak jauh dari daerah perkotaan. Kalau Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Muslimin melawan musuh, segala yang ditinggalkan untuk mereka; kalau kebalikannya mereka lebih tahu mencari jalan keluar dan lebih berani di negeri sendiri, sampai nanti Allah memberikan giliran mereka yang membalas menyerang musuh. Baca juga: Syam Pilih Takluk ke Muslim, Lepas dari Tangan Besi Romawi

Setelah Sa’ad mengetahui pendapat Musanna dan wasiatnya, ia merasa makin sedih atas kematiannya itu dan mendoakannya. Pimpinan yang di tangannya supaya diteruskan dan ia mengharapkan segala yang baik bagi keluarganya.

Setelah itu ia melamar Salma dan mengawininya. Perkawinan cara demikian ini merupakan salah satu adat kebiasaan orang Arab sebagai penghargaan untuk mengenang almarhum dan sebagai penghormatan kepada jandanya sehingga ia tetap dengan harga dirinya dan terhormat seperti pada masa suaminya yang dulu masih hidup. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Pemicu...
Ilmuwan Ungkap Pemicu Rusia Diguncang Gempa Bumi Dahsyat
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Fenomena Efek Stadion...
Fenomena Efek Stadion Badai Erin Kategori 5 Curi Perhatian Dunia
Artikel Terkini
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved