Penaklukan Persia (9)

Umar bin Khattab: "Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab"

loading...
Umar bin Khattab: Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab
Ilustrasi/Ist
SESUDAH perang Buwaib, Panglima Perang Muslim di Irak. Musanna bin Harisah melaporkan kepada Khalifah Umar bin Khattab perubahan kepemimpinan di Persia. Anak Kisra, Yazdigird (Yazdijird) bin Syahriar naik takhta. Begitu berkuasa Yazdigird mengirim pasukan demi pasukan untuk memerangi pasukan Arab. Akibatnya Irak bergejolak. Musanna terpaksa menarik pasukannya ke Zu Qar di perbatasan Semenanjung Arab. (Baca juga: Sang Pembebas Irak Itu Bernama Musanna Bin Harisah)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan ketika itu Khalifah Umar menulis surat kepada wakil-wakilnya di kota-kota kecil dan kabilah-kabilah di seluruh kawasan Arab.

"Semua orang yang memiliki senjata dan kuda, yang mempunyai keberanian atau kearifan pilihlah dan kirimkanlah kepada saya. Cepat! Cepat!!" ujarnya. "Akan kuhantam raja-raja Persia itu dengan raja-raja Arab," tegasnya. (Baca juga: Kisah Budak Taglabi yang Berhasil Membunuh Panglima Perang Persia)

Ribuan pasukan pun akhirnya terkumpul. Kala itu, tidak jelas, siapa yang akan memimpin pasukan itu. Dia sendiri ataukah ia tetap di Madinah dan menunjuk orang lain untuk memimpin pasukan tersebut.

Hal ini ditanyakan oleh Usman bin Affan ketika Umar bin Khattab tatkala ia mengumpulkan kaum muslimin usai salat. Orang-orang awam mengusulkan: "Berangkatlah dan pimpinlah kami bersamamu." (Baca juga: 100.000 Pasukan Persia Tewas, Bertahun-Tahun Mayatnya Tak Dikubur)



Selanjutnya Ia mengundang sahabat-sahabatnya untuk berunding. Setelah berkumpul Umar berkata, "Berikanlah pendapat kalian. Saya bingung."

Sesudah saling bertukar pendapat mereka sepakat agar Amirulmukminin mengirim salah seorang dari sahabat Rasulullah untuk memimpin pasukan dan dia sendiri tetap di Madinah untuk mengirimkan bala bantuan. "Kalau tujuannya kemenangan, itulah yang diinginkan oleh semua. Atau biarlah pasukan lain yang berangkat untuk memancing musuh sampai datang pertolongan Allah kepada kita." (Baca juga: Perang Irak: Kabilah Nasrani Perkuat Pasukan Muslimin)

Yang mengatakan ini kepada Umar di antaranya Abdurrahman bin Auf, untuk mendukung pendapat itu, "Tinggallah di sini dan kirimkan sajalah pasukan," katanya. "Sudah Anda lihat kehendak Allah kepada Anda dalam pasukanmu sebelum dan sesudahnya. Kalau pasukan Anda yang kalah, tidak sama dengan kekalahan Anda. Kalau dalam langkah permulaan Anda terbunuh atau kalah, saya khawatir kaum Muslimin tidak akan bertakbir dan tidak akan membaca lagi syahadat la ilaha illallah."



Umar telah mengumpulkan kaum Muslimin dan ia berpidato. "Memang seharusnya kaum Muslimin bermusyawarah mengenai segala persoalan mereka. Sebenarnya saya seperti kalian, lalu orang-orang bijak di antara kalian itu melarang saya keluar. Saya memang berpendapat akan tetap di sini dan akan mengirim orang," urai Umar. (Baca juga: Tragedi Perang Jembatan dan Sikap Umar bin Khattab yang Lembut)
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. Al-Ahzab:59)
cover bottom ayah
preload video