Tasbih Fatimah

loading...
Tasbih Fatimah
Dengan kesederhanaannya, tasbih Fatimah mudah dihafalkan dan dilaksanakan. Tidak sedikit riwayat yang menunjukkan banyaknya berkah dan pengaruh tasbih ini. Foto ilustrasi/ist
Apabila kaum muslimah senang mengerjakan amalan-amalan agama, maka akan berpengaruh kepada anak-anak mereka. Sayangnya pada zaman ini anak-anak telah dididik dalam lingkungan yang jauh dari suasana agama, Sehingga anak-anak sulit untuk mengamalkan agamanya.

Dinukil dari kitab 'Fadhail A'mal' karya Maulana Muhammad Zakariya al Kandhalawi, ada kisah yang sangat penuh dengan hikmah pembelajaran tentang hidup, yakni kisah 'Tentang Tasbih Fatimah'.

(Baca juga :Amanah, Tanda-tanda Iman Seorang Mukmin)

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu bertanya kepada murid-muridnya, " Maukah kalian saya ceritakan tentang Fatimah radhiyallahu'anha orang yang paling dicintai di antara puteri-puteri Rasulullah Shallalhu alaihi wa sallam?" Serentak murid-muridnya menjawab,"Tentu kami ingin sekali,"



Kemudian Ali bin Abi Thalib bercerita,“ Fatimah sering menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam menebal pada kedua telapak tangannya. Ia mengangkat air hingga berbekas pada tangan dan dadanya. Ia menyapu rumah sampai pakaiannya penuh debu. Ia selau menyalakan kayu bakar hingga warna pakaiannya berubah kotor dan bau asap.

(Baca juga :Banyak Bertanya Akan Menyulitkan Diri Sendiri?)

Ketika pekerjaannya semakin sulit dan berat, aku berkata kepadanya: “Mengapa engkau tidak datang kepada Rasulullah dan meminta pelayan untuk membantu pekerjaan rumah?”. Kemudian Fatimah pergi ke hadapan Rasulullah untuk menyampaikan keinginannya. Saat itu sedang bersama seseorang dan ia malu untuk membicarakan hal itu. Lalu ia kembali ke rumah tanpa berkata apapun.



Rasulullah mengetahui tentunya kedatangan Fatimah untuk suatu keperluan. Beliau, mendatangi kami keesokan harinya. Setelah memberi salam 3 kali, Rasulullah SAW masuk ke rumah dan duduk diantara kami, kemudian berkata: “Ya Fatimah, apakah keperluanmu kepada Muhammad kemarin?” Aku menyampaikan kesulitan Fatimah dan pembicaraan tentang saran untuk meminta pelayan kepada ayahandanya.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَمَا مَنَعَهُمۡ اَنۡ تُقۡبَلَ مِنۡهُمۡ نَفَقٰتُهُمۡ اِلَّاۤ اَنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوۡلِهٖ وَلَا يَاۡتُوۡنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمۡ كُسَالٰى وَلَا يُنۡفِقُوۡنَ اِلَّا وَهُمۡ كٰرِهُوۡنَ
Hal yang menghalangi nafkah mereka untuk diterima adalah karena mereka mengkufuri kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak menginfakkan harta mereka, melainkan dengan rasa terpaksa.

(QS. At-Taubah:54)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video